Minggu, 11 Oktober 2026
11:35 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Budaya Tuli

Budaya Tuli

Bagikan:
Globe icon.
Konten dan perspektif penulisan artikel ini hanya berpusat pada sudut pandang dari negara Amerika Serikat dan tidak menggambarkan wawasan global pada subjeknya. Silakan bantu mengembangkan atau bicarakan artikel ini di halaman pembicaraannya, atau buat artikel baru, bila perlu. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Pengenalan budaya Tunarungu dalam Bahasa Isyarat Amerika (ASL) dengan teks terjemahan bahasa Inggris tersedia

Budaya Tuli adalah diskriminasi atas kondisi ketulian dan penggunaan bahasa isyarat. Diskriminasi ini bisa berbentuk diskriminasi langsung dan tidak langsung karena bisa jadi ia berbentuk struktur keyakinan sosial, perilaku, seni, sastra, sejarah, nilai, dan institusi.[1] Apabila hendak digunakan sebagai budaya, istilah Tuli dengan T kapital diadaptasi untuk mengakomodasi identitas pengguna bahasa isyarat. Di Indonesia, istilah tersebut sudah jamak digunakan oleh komunitas Tuli. Bila digunakan sebagai label untuk kondisi audiologis, maka ditulis dengan huruf kecil t .[2] Penggunaan huruf kapital yang berbeda, Deaf dengan D kapital dan deaf dengan d kecil ini digagas oleh Carl G. Croneberg yang membahas analogi antara budaya Tuli dan budaya dengar dalam entri C dan D di Dictionary of American Sign Language tahun 1965.

Referensi

  1. ↑ Palfreyman, Nick (2015). "Budaya tuli Indonesia dan hak bahasa. Dalam Seminar Tahunan Linguistik 2015". Universitas Pendidikan Indonesia: hlm. 1–8.
  2. ↑ Padden, Carol A.; Humphries, Tom (Tom L.) (2005). Inside Deaf Culture. Cambridge, MA: Harvard University Press. hlm. 1. ISBN 978-0-674-01506-7.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan