Rabu, 30 September 2026
17:54 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Buchae

Buchae

Bagikan:
250px-Korea-Andong-Dano_Festival-Woman_in_hanok_holding_a_fan-01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wanita Korea memakai kipas pada hari Dano.
250px-SamTaegeukFan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kipas Dano, jenis kipas bulat (tanseon).

Buchae (부채) adalah kipas yang berasal dari Korea.[1]

Sejarah tentang kipas di Korea pertama kali tertulis dalam Babad Tiga Kerajaan (Samguk Sagi) di mana pada saat itu dijadikan hadiah untuk utusan-utusan asing yang mengunjungi Korea.[2]

Pada periode Dinasti Goryeo (918-1392), penggunaan kipas oleh orang Korea tercatat dalam buku perjalanan penulis Cina yang berjudul Gaoli Dujing.[2] Buku tersebut menceritakan bahwa orang Goryeo selalu membawa kipas bahkan pada musim dingin.[2]

Pada masa Dinasti Joseon (1392-1910) kipas adalah lambang dari seonbi, sarjana yang hidup sederhana.[2] Sehari-harinya mereka memakai kipas yang dilukis sagunja atau kaligrafi.[2] Di periode ini, warga memberi kipas sebagai hadiah untuk teman dan tetangga pada hari Dano.[2] Menurut catatan dalam Dongguk sesigi (Almanak Korea):[1]

kipas adalah hadiah pada hari Dano, sedangkan buku kalender untuk hari Dongji

Hal ini menunjukkan persiapan orang Korea dalam menghadapi musim yang akan datang.[2] Sejak saat itu, kipas digunakan sebagai bagian dari gaya pemiliknya.[2]

Utusan Cina di Joseon menyukai kipas Korea dan meminta lebih dari 100 kipas sebagai hadiah. Selain itu, kipas Joseon juga menjadi hadiah untuk utusan dari Jepang.[2] Di zaman Tokugawa, kipas tulang Joseon (Joseon Golseon) menjadi terkenal.[2] Kipas tersebut adalah tipe kipas lipat dengan pegangan terbuat dari tulang sapi yang diukir.[2]

Terdapat 80 jenis buchae yang dikategorikan menjadi 2 jenis: tanseon, kipas bulat dan chwilbuchae atau cheopseon, kipas lipat.[2]

Jenis-jenis tanseon:

  • Seungduseon, kipas kepala biksu
  • Eoduseon, kipas kepala ikan.
  • Saduseon, kipas dengan pegangan berbentuk naga atau ular
  • Ilseon, kipas penghalang sinar matahari
  • Taegeukseon, kipas berpola taegeuk
  • Gopjang yunseon, kipas berbentuk roda berkerangka
  • Miseon, kipas yang dilukis dengan gambar bunga peoni dan seruni

Jenis-jenis chwilbuchae:

  • Panjukseon, kipas yang dilukis dengan titik merah gelap
  • Oegakseon, kipas yang kerangkanya dibuat dari tulang binatang
  • Naegakseon, kipas dengan kerangka bagian dalam terbuat dari kayu atau bambu sementara kerangka dalam terbuat dari tulang binatang.
  • Koktu ogeopseon, kipas dengan bentuk daun paulonia.

Referensi

  1. 1 2 (Inggris) Lee Hyoung-kwon (2000). "Elegance and Simplicity of Korea's Fans: Lee Ki-dong: Human Cultural Asset as Maker of Bamboo Fans" (PDF). Koreana. 14 (2). Diakses tanggal 6-8-2011.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |month= diabaikan; Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=[pranala nonaktif permanen]
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 (Inggris) Choi Gong-ho (1998). "The Refinement and Elegance of Fans" (PDF). Koreana. 12 (3). Diakses tanggal 6-8-2011.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |month= diabaikan; Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan