Selasa, 20 Oktober 2026
02:11 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Bubut biak

Bubut biak

spesies burung

Bagikan:
Bubut biak
250px-Centropus_chalybeus_-_Mehd_Halaouate_-_171937621.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Cuculiformes
Famili: Cuculidae
Genus: Centropus
Spesies:
C. chalybeus
Nama binomial
Centropus chalybeus
(Salvadori, 1876)

Bubut biak (Centropus chalybeus) merupakan salah satu spesies burung endemik yang hidup di Pulau Biak. Bubut biak hidup di hutan dataran rendah dan hutan sekunder hingga ketinggian 500 mdpl.[2]

Deskripsi

Bubut biak berukuran 44 – 46 cm dengan seluruh tubuh berwarna hitam, iris kuning mencolok, paruh agak lurus dengan wajah terlihat garang.[3] Daerah penyebaran bubut biak hanyalah di Pulau Biak dan tidak ditemukan hidup liar di wilayah lain.[3] Status konservasi spesies ini tergolong Hampir Terancam (bahasa Inggris NT:Near Threatened) oleh IUCN.[3]

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2023). "Centropus chalybeus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2023 e.T22684219A223096535. doi:10.2305/IUCN.UK.2023-1.RLTS.T22684219A223096535.en.
  2. ↑ Maury, Hendra K.; Anggoda, Muhammad Iksan; Sangadji, Ade (2021). Panduan Lapangan Bagi Pemandu Ekowisata Burung di Papua (PDF). WWF Indonesia. hlm. 86. ISBN 9789791461924.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 3 "Bubut biak". ebird.org. Diakses tanggal 14 Oktober 2023.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan