Minggu, 01 November 2026
00:27 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Schwarze Schar

Schwarze Schar

Bagikan:
250px-Braunschweig_Schwarzer_Herzog.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Friedrich Wilhelm di Braunschweig.

Korps Adipati Braunschweig (bahasa Jerman:Herzoglich Braunschweigisches Korps), umumnya dikenal dengan julukan Braunschweig Hitam atau Schwarze Schar (Pasukan Hitam) atau Schwarze Legion (Legion Hitam) dalam bahasa Jerman, adalah satuan militer yang aktif selama peperangan era Napoleon. Korps ini terdiri dari sukarelawan yang dikumpulkan oleh Friedrich Wilhelm, Adipati Braunschweig-Wolfenbüttel (1771–1815). Sang adipati sangat menentang pendudukan wilayah Jerman oleh Napoleon Bonaparte.[1] Wilayah sang adipati sendiri (Kadipaten Braunschweig-Lüneburg) dibubarkan oleh Napoleon untuk dijadikan bagian dari negara satelit Prancis Kerajaan Westfalen. Korps ini dibentuk pada tahun 1809 setelah meletusnya perang antara Kekaisaran Prancis Pertama melawan Kekaisaran Austria. Korps ini pada awalnya berjumlah 2.300 dan terdiri dari campuran infanteri, kavaleri dan belakangan ditambah artileri pendukung.[1][2][3]

Sebagian besar satuan korps ini mengenakan seragam hitam, sehingga satuannya dijuluki "hitam", walaupun beberapa satuan yang ringan (seperti penembak jitu dan uhlan) mengenakan seragam hijau. Korps Braunschweig Hitam mengenakan lencana tengkorak perak di topi mereka. Korps ini memperoleh reputasi yang mengerikan dan terlibat dalam pertempuran-pertempuran besar, termasuk Pertempuran Quatre Bras pada 16 Juni 1815. Namun, sang adipati gugur dalam pertempuran tersebut. Selain itu, korps ini menghadapi masalah dalam merekrut, mengganti korban jiwa, dan pendanaan, sehingga pada akhirnya dibubarkan pada awal tahun 1820-an.

Pencapaian Korps Braunschweig Hitam menjadi perhatian umum di Britania pada masa Victoria: contohnya adalah lukisan John Everett Millais yang berjudul The Black Brunswicker. Lukisan yang diselesaikan pembuatannya pada tahun 1860 ini menggambarkan pasukan Braunschweig yang sedang berpisah dengan seorang perempuan yang tidak dinamai.

Catatan kaki

  1. 1 2 "Osprey Publishing". Diarsipkan dari asli tanggal 27 September 2007. Diakses tanggal 7 April 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Lady Lever Art Gallery - artwork of the month". Diakses tanggal 7 April 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Infoplease.com". Diakses tanggal 7 April 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lanjut

  • Hugo von Franckenberg-Ludwigsdorff: Erinnerungen an das Schwarze Corps, welches Herzog Friedrich Wilhelm von Braunschweig-Oels im Jahre 1809 errichtete. Aus dem Tagebuche eines Veteranen. Schwetschke, Braunschweig 1859, digitized.
  • Ruthard von Frankenberg: Im Schwarzen Korps bis Waterloo. Memoiren des Majors Erdmann von Frankenberg. edition von frankenberg, Hamburg 2015, ISBN 978-3-00-048000-3
  • Gustav von Kortzfleisch: Des Herzogs Friedrich Wilhelm von Braunschweig Zug durch Norddeutschland im Jahre 1809. In: Militär-Wochenblatt. Beiheft 9/10, 1894, ZDB-ID 207819-3, p. 300–396 (Auch Sonderabdruck: Mittler, Berlin 1894, digitized Diarsipkan 2015-05-27 di Wayback Machine).
  • Fred Mentzel: Der Vertrag Herzog Friedrich Wilhelms von Braunschweig mit der britischen Regierung über die Verwendung des Schwarzen Korps (1809). In: Braunschweigisches Jahrbuch. Bd. 55, 1974, ISSN0068-0745, p. 230–239, digitized.
  • Detlef Wenzlik: Unter der Fahne des Schwarzen Herzogs 1809 (= Die Napoleonischen Kriege. Bd. 9). VRZ-Verlag Zörb, Hamburg 2002, ISBN 3-931482-87-1.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan