Senin, 26 Oktober 2026
21:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Bondol haji

Bondol haji

spesies burung

Bagikan:
Bondol Haji
250px-Lonchura_maja.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
L. maja
Nama binomial
Lonchura maja
(Linnaeus, 1766)
Artikel takson sembarang

Bondol haji (Lonchura maja), pipit haji, atau yang dalam bahasa Jawa disebut emprit kaji, adalah burung yang termasuk dalam suku Estrildidae hidup di Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa, Bali dan pulau-pulau di sekitarnya. Burung ini dinamakan emprit haji karena bagian kepala hewan ini berwarna putih, yang seolah memakai peci putih yang dalam masyarakat Indonesia dipakai setelah pulang dari haji.

Asal mula

Asal mula dan filogeni emprit haji diperoleh Antonio Arnaiz-Villena et al.[1] Estrildinae mungkin berasal dari India dan setelah itu menyebar (menuju habitat Afrika dan Samudra Pasifik).

Ciri-ciri

Bertubuh kecil (11 cm), burung ini berwarna putih cokelat seperti finch. Mirip dengan bondol oto-hitam tetapi pucat cokelat, sementara seluruh kepala dan tenggorokan putih. Burung muda berwarna cokelat pada bagian atas badannya, dengan tubuh bagian bawah dan wajah kuning tua. Iris berwarna cokelat; paruh abu-abu kebiruan; dan kaki biru pucat. Adapun suaranya bernada tinggi seperti seruling, berbunyi: "puip" bila mengelompok.[2]

Sewaktu masih remaja, bagian belakang telinga bondol dan bagian bawah burung itu berwarna putih. Sementara itu, paruhnya berwarna biru abu-abu.[3]

Ras

Berikut ini subspesies bondol haji:[4]

Penyebaran & habitat

Burung ini tersebar di Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa, Bali, dan Sulawesi, Thailand & Vietnam selatan. Di introduksi di Jepang (Osaka & Okinawa).[5][6]

Di Sumatra (termasuk pulau-pulau sekitarnya), Jawa dan Bali burung ini cukup umum dan tersebar luas sampai ketinggian 1.500 m dpl.[2] Kebiasaan emprit ini sering mengunjungi rawa-rawa dan sawah, emprit ini suka memakan padi.[7]

Tempat hidup

Mudah dijumpai, mengunjungi rawa dan rawa-rawa buluh sampai ketinggian 1.500 mdpl. Membentuk kelompok besar selama musim panen padi, tetapi tersebar berpasangan selama musim kawin. Tingkah laku umumnya seperti bondol (pipit) lain.[5] Mereka juga hidup di dataran terbuka dengan rerumputan dan kebun.[8]

Perkembangbiakan

Biasanya, bondol haji hidup tidak dalam pasangan pada waktu di luar musim kawin. Namun, pada saat musim kawin, burung ini hidup berpasangan.[8] Telurnya 4-5, terkadang 6, telur putih diletakkan pada sarang khas bondol yang berupa sarang berbentuk bola dari rumput.[7] Di Jawa Barat, perkembangbiakan dimulai pada Februari.

Bahasa lain

Galeri

  • 120px-Cappuccino2.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Ctbmaschio.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Referensi

  1. ↑ Arnaiz-Villena, A (2009). "Estrildinae Finches (Aves, Passeriformes) from Africa, South Asia and Australia: a Molecular Phylogeographic Study" (PDF). The Open Ornithology Journal. 2: 29–36. doi:10.2174/1874453200902010029. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2012-03-18. Diakses tanggal 2012-04-01.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  2. 1 2 MacKinnon, J., K. Phillipps, B. van Balen. 2000. Panduan Lapangan Burung-burung di Sumatra, Jawa, Bali dan Kalimantan. LIPI - Birdlife Int'l IP. Hal. 426.
  3. ↑ Jeyarajasingam 2012, hlm. clxxvi. sfn error: tanpa target: CITEREFJeyarajasingam2012 (bantuan)
  4. ↑ Robson & Allen 2005, hlm. 139. sfn error: tanpa target: CITEREFRobson_&_Allen2005 (bantuan)
  5. 1 2 Kutilang Indonesia: Bondol Haji[pranala nonaktif permanen]
  6. ↑ Brazil 2009, hlm. 452.
  7. 1 2 Biologi Undip: Bondol Haji[pranala nonaktif permanen]
  8. 1 2 (Inggris) White-headed Munia
  9. 1 2 3 4 5 Avibase:Bondol Haji (Lonchura maja) (Linnaeus, 1766)-Avibase

Daftar pusaka

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan