Jumat, 23 Oktober 2026
15:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Alat peledak improvisasi

Bagikan:
Terorisme

Alat peledak improvisasi (IED) atau bom rakitan adalah sebuah bom yang dibuat dan ditempatkan dengan cara selain tindakan militer konvensional. Alat ini dapat dibuat dari bahan peledak militer konvensional, seperti putaran artileri, yang dilekatkan pada mekanisme peledakan. IED biasanya digunakan sebagai "bom pinggir jalan".

IED pada umumnya sering terlihat dalam aksi teror berat atau perang asimetris yang tak lazim oleh para gerilyawan atau pasukan komando di sebuah medan perang. Dalam Perang Irak kedua, IED digunakan secara luas untuk melawan pasukan invasi pimpinan AS dan pada akhir tahun 2007 IED telah bertanggung jawab atas sekitar 63% kematian koalisi AS di Irak.[1] IED juga digunakan di Afghanistan oleh kelompok pemberontak, dan telah menyebabkan lebih dari 66% korban koalisi AS dalam perang Afganistan yang berlangsung dari tahun 2001 hingga sekarang.[2]

IED juga digunakan secara luas oleh para anggota organisasi pemberontak Macan Tamil (LTTE) yang menggunakannya untuk melawan sasaran militer di Sri Lanka.[3][4]

Referensi

  1. ↑ iCasualties: OIF - Deaths by IED Diarsipkan 13 Januari 2009 di Wayback Machine
  2. ↑ "home.mytelus.com". home.mytelus.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-03-14. Diakses tanggal 11 Mei 2012.
  3. ↑ "Suicide Terrorism: A Global Threat". Pbs.org. Diakses tanggal 18 Oktober 2009.
  4. ↑ "13 killed in blasts, arson in Sri Lanka". Chennai: Hindu.com. 13 April 2006. Diarsipkan dari asli tanggal 2006-04-14. Diakses tanggal 18 Oktober 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Alat peledak improvisasi.


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan