Sabtu, 31 Oktober 2026
04:34 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Boeing C-17 Globemaster III

Boeing C-17 Globemaster III

Bagikan:
C-17 Globemaster III
330px-C-17_test_sortie.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
C-17 Globemaster III
Informasi umum
JenisPesawat angkut strategis
PabrikanMcDonnell Douglas / Boeing
StatusAktif
Sejarah
Diproduksi1991–2015

McDonnell Douglas/Boeing C-17 Globemaster III adalah sebuah pesawat angkut yang dikembangkan untuk militer Amerika Serikat yang diproduksi oleh McDonnell Douglas (sekarang telah bergabung dengan Boeing). Nama "Globemaster" pada C-17 diturunkan dari dua pesawat angkut pendahulunya, yaitu C-74 Globemaster dan C-124 Globemaster II.

C-17 didasarkan pada YC-15, prototipe pesawat angkut yang lebih kecil yang dirancang pada tahun 1970-an. C-17 dirancang untuk menggantikan Lockheed C-141 Starlifter, dan juga untuk memenuhi beberapa peran Lockheed C-5 Galaxy.

C-17 biasanya melakukan misi pengangkutan udara taktis dan strategis, mengangkut pasukan dan kargo ke seluruh dunia; peran tambahannya termasuk evakuasi medis dan tugas penerjunan udara. C-17 ini digunakan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) bersama dengan angkatan udara India, Britania Raya, Australia, Kanada, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan organisasi multilateral Heavy Airlift Wing yang berbasis di Eropa.

Pendahuluan

Perang Vietnam membuat Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) sadar bahwa pesawat angkutnya saat itu mempunyai banyak kekurangan, sehingga memutuskan dibutuhkannya desain pesawat angkut baru. C-17 Globemaster III ini dirancang untuk mendampingi dan menggantikan peran C-141 Starlifter, dengan mengkombinaskan kemampuan C-5 Galaxy dan C-130 Hercules sehingga dapat mendarat tepat di belakang "garis depan" pada tanah yang buruk dan tidak dipersiapkan.

Desain dari McDonnell Douglas memenuhi kebutuhan ini dan diterima pada Oktober 1980, tetapi akhirnya dibatalkan pada januari 1982 ketika USAF lebih memilih untuk meningkatkan kemampuan C-5B Galaxy dan KC-10 Extender. Setelah tahun itu, pengembangan C-17 kembali dilakukan dan berhasil membuat 210 contoh pesawat dengan bodi pesawat sirkuler, sayap yang besar dan lereng kargo di bagian belakang. Purwarupa pesawat ini mulai terbang pada awal 1990an, tetapi harga produksi mulai meningkat tajam.

250px-8th_Airlift_Squadron_C-17A_Globemaster_III_90-0535.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pasukan terjun payung terjun dari C-17 pada suatu latihan pada tahun 2010

Walaupun produksi terlambat, harga produksi tinggi dan mismanajemen program, C-17 merupakan desain yang mengaplikasikan beberapa fitur canggih sehingga dianggap sangat mampu memenuhi keinginan USAF. Dengan sebuah kargo berukuran 26,82m x 5,48m x 3,76m, pesawat mampu membawa sampai 18 "cargo pallets", 144 prajurit, 102 prajurit parasut, atau 48 "litters". Dengan kapasitas ini, C-17 mampu mengangkut hamper semua peralatan "mobile" tentara AS termasuk tank tempur utama M1 Abrams, M2/M3 Bradley, sampai 4 helikopter angkut UH-60 Blackhawk atau sampai 2 helikopter serang AH-64 Apache. Sebagai tambahan, C-17 menggunakan "blown flaps", generator vortex dan "thrust reversers" (tenaga dorong kebalikan) untuk pendaratan jarak pendek. C-17 dapat beroperasi pada landasan sepanjang 915 m dengan lebar 27,5 m dan dapat bermanuver untuk membelok menggunakan "a three-point turn".

Walaupun sebenarnya USAF mengharapkan untuk memperoleh 210 pesawat C-17, tetapi karena pengembangan yang terlambat dan tingginya biaya produksi, mereka memotong pesanan menjadi 120 saja. Namun, pesawat ini sudah menunjukkan kegunaan dan fungsi pentingnya pada konflik Balkan, Afganistan, dan Irak, sehingga kongres AS menyetujui untuk menambah pesawat C-17 menjadi 190 pesawat. Walaupun Boeing sudah memperingatkan prnutupan produksi "multiple line", USAF tetap menambah pesanan tiap tahun agar produksi tetap berjalan. C-17 juga membuat beberapa negara lain tertarik.

Pengguna

330px-C-17_operators.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Negara-negara pengguna C-17 dalam warna biru (per tahun 2020)

 Amerika Serikat

 Australia

 Britania Raya

 India

 Kanada

 Kuwait

 Qatar

 Uni Emirat Arab

Galeri

  • 120px-C17_DF-SD-06-03299.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-C-17_no169_landing.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-C-17_Globemaster_III_cockpit.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Presidential_limousine_loaded_in_aircraft.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-UAE_Air_Force_Boeing_C-17A_Globemaster_III-1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-C-17_4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-C17_Reverse_Thrust.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Pzh-2000_inside_of_a_C-17.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Lihat pula

Pengembangan terkait

Pesawat dengan peran, konfigurasi, dan era yang sebanding

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 Hoyle2017-12-01T14:09:00+00:00, Craig. "ANALYSIS: World Air Forces maintaining strength". Flight Global (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-01-02.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  2. ↑ "C-17 Globemaster III". Air Force (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-01-02.[pranala nonaktif permanen]
  3. ↑ "Eighth and final RAAF C-17 delivered". Australian Aviation (dalam bahasa Australian English). Diakses tanggal 2023-01-02.
  4. ↑ "Aerospace Daily and Defense Report: U.K. Adds Eighth C-17". Aviation Week.[pranala nonaktif permanen]
  5. ↑ "Contracts for March 30, 2018". U.S. Department of Defense (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-01-02.
  6. ↑ "Boeing, Qatar Confirm Purchase of Four C-17s". MediaRoom. Diakses tanggal 2023-01-02.
  7. ↑ "United Arab Emirates announce purchase of two C-17 airlifters and nine AW139 helicopters" (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2023-01-02.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Boeing C-17 Globemaster III.
Gambar pada pranala luar
C-17 Globemaster III images
20px-Searchtool.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Boeing C-17 Globemaster II Cutaway from Flightglobal.com
20px-Searchtool.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Letter by J. David Patterson, Senior Manager, Market Research and Analysis, McDonnell Douglas
Pesawat militer dan kendaraan angkasa McDonnell dan McDonnell Douglas
Daftar pesawat militer dan kendaraan angkasa McDonnell dan McDonnell Douglas  120px-McDonnell_Douglas_Logo.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pesawat tempur
USAAF/US Air Force
US Navy/USMC
Ekspor
Lisensi
120px-Flag_of_the_United_States.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pesawat serang
US Navy/USMC
Eksport
Pesawat latih
US Navy
Transport militer
US Air Force
US Navy
Licensed
Helikopter militer
US Army/US Air Force
US Navy
Ekspor
Pesawat tak berawak (UAV)
US Navy
Pesawat uji coba
US Army/US Air Force
Pesawat angkasa
NASA
US Air Force
Situs Web Resmi : McDonnell Douglas dan Boeing
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan