Minggu, 04 Oktober 2026
03:33 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Sistem kristal kubik

Sistem kristal kubik

Bagikan:
250px-Pyrite_Cubes.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah batu berisi 3 kristal pirit (FeS2). Struktur kristal pirit adalah kubus sederhana.
250px-Kubisches_Kristallsystem.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Model jaringan sebuah sistem kubik sederhana.
250px-FCC_primative-cubic_cells.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
The primitive and cubic close-packed (also known as face-centered cubic) unit cells.

Dalam kristalografi, sistem kristal kubik (atau isometrik) adalah sistem kristal di mana sel satuan berada dalam sebuah bentuk kubus. Sistem ini merupakan sistem yang paling sederhana dan paling umum yang ditemukan pada kristal dan mineral.

Ada 3 macam kristal kubik yang umum ditemui, yaitu:

  • Kubus sederhana (primitive cubic, simbol Pearson: cP)
  • Kubus berpusat-badan (body-centered cubic, bcc, simbol Pearson: cI),
  • Kubus berpusat-muka (face-centered cubic, fcc, simbol Pearson: cF, juga dikenal sebagai cubic-close packed, ccp).

Setiap kristal dibagi menjadi varian lain seperti di bawah ini.

Kisi Bravais

Artikel utama: Kisi Bravais

Terdapat tiga kisi Bravais yang membentuk sistem kristal kubik:

Kisi Bravais
Nama Kubus sederhana Body-centered cubic
(berpusat-badan)
Face-centered cubic
(berpusat-muka)
Simbol Pearson cP cI cF
Sel satuan 250px-Lattic_simple_cubic.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 250px-Lattice_body_centered_cubic.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 250px-Lattice_face_centered_cubic.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Sistem kubus sederhana terdiri dari titik kisi pada setiap sudut kubusnya. Setiap atom pada titik kisi kemudian dibagi rata ke 8 kubus lainnya sehingga hanya ada ⅛ bagian atom pada setiap titik kisi. Dengan ini, setiap sel satuannya memiliki 1 atom (⅛ × 8).[1]

Sistem kubus berpusat-badan mempunyai 1 titik kisi pada pusat sel satuan ditambah 8 pada sudut-sudut kubus. Dengan ini, setiap sel satuannya memiliki 2 atom (⅛ × 8 + 1).[1]

Sistem kubus berpusat-muka mempunyai titik kisi pada muka (sisi) kubus, setiap titik kisi berisi setengah bagian atom, ditambah titik kisi pada setiap sudut kubus tersebut. Dengan ini, setiap sel satuannya memiliki 4 atom (⅛ × 8 dari sudut ditambah ½ × 6 dari muka).

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 P. M. de Wolff, N. V. Belov, E. F. Bertaut, M. J. Buerger, J. D. H. Donnay, W. Fischer, Th. Hahn, V. A. Koptsik, A. L. Mackay, H. Wondratschek, A. J. C. Wilson and S. C. Abrahams (1985). "Nomenclature for crystal families, Bravais-lattice types and arithmetic classes. Report of the International Union of Crystallography Ad-Hoc Committee on the Nomenclature of Symmetry". Acta Crystallographica Section A. 41 (3): 278. doi:10.1107/S0108767385000587.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)

Bacaan lebih lanjut

  • Hurlbut, Cornelius S.; Klein, Cornelis, 1985, Manual of Mineralogy, 20th ed., Wiley, ISBN 0-471-80580-7

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan