Minggu, 25 Oktober 2026
05:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Blok bergerak

Bagikan:

Dalam sistem persinyalan kereta api, istilah blok bergerak memiliki makna blok yang dibentuk secara real time oleh komputer untuk menentukan zona aman di sekitar kereta api. Sistem blok bergerak membutuhkan informasi yang akurat mengenai lokasi dan kecepatan semua kereta api pada waktu tertentu, serta komunikasi berkelanjutan antara sistem persinyalan pusat dan sistem persinyalan di kabin kereta. Blok bergerak memungkinkan jarak antar kereta (headway) yang lebih dekat, tanpa mengorbankan aspek keselamatan. Dengan demikian kapasitas keseluruhan jalur dapat meningkat.

Agar sistem ini dapat bekerja, dibutuhkan Sistem Kendali Kereta Berbasis Komunikasi (CBTC) atau Transmission Based Signaling (TBS) untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai keberadaan kereta pada waktu tertentu. Sistem kemudian memroses data yang didapat, kemudian mentransmisikan kembali informasi ke kereta yang bersangkutan dalam bentuk kecepatan operasi yang diizinkan.[1] Informasi tentang lokasi kereta dapat dikumpulkan melalui detektor aktif dan pasif yang dipasang di sepanjang lintasan, beserta takometer dan speedometer yang dimiliki oleh kereta. Sistem GPS berbasis satelit tidak digunakan karena tidak dapat bekerja ketika kereta berada di dalam terowongan.

Penerapan

Lintas perkotaan

Blok bergerak digunakan pada beberapa jalur London Underground, termasuk jalur Victoria, Jalur Jubilee, dan Jalur Utara serta Docklands Light Railway.[2][3] BMT Canarsie Line di New York City Subway (L train), Tren Urbano (Puerto Rico),[4] jalur MRT Singapura Utara, Timur Laut, Lingkar, dan Pusat Kota, dan SkyTrain Vancouver, juga menggunakan sistem persinyalan blok bergerak. Sistem ini juga digunakan oleh Hong Kong MTR, di jalur West Rail dan jalur Ma On Shan.

Di Indonesia, sistem blok bergerak sudah diterapkan di jalur MRT Jakarta dan rencananya akan diterapkan pula di jalur LRT Jabodebek.[5]

Antarkota

Teknologi ini seharusnya menjadi teknologi yang digunakan untuk modernisasi jalur West Coast Main Line Inggris, memungkinkan kereta berjalan dengan kecepatan maksimum yang lebih tinggi (230 km/jam). Karena teknologi persinyalan ini dianggap belum cukup matang untuk melayani jalur dengan banyak persimpangan, rencana itu akhirnya dibatalkan.[6]

Referensi

  1. ↑ "Moving Block — The Theory". ATP Beacons and Moving Block. Railway Technical Web Pages. 17 November 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Februari 2009. Diakses tanggal 17 November 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "The Jubilee Line Upgrade" (PDF). London Underground Railway Society. 13 Oktober 2009. Diakses tanggal 22 November 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "IRSE Newsletter (Hong Kong section)" (PDF). Maret–April 2008. Diakses tanggal 26 November 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif permanen]
  4. ↑ https://www.railway-technology.com/projects/tren/
  5. ↑ djka.dephub.go.id. "FIXED BLOCK DAN MOVING BLOCK, SUDAH TAU BEDANYA?". djka.dephub.go.id (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2020-06-22. Diakses tanggal 2020-06-20.
  6. ↑ "Background to the West Coast Modernisation Programme — The West Coast Route Modernisation began as a private sector programme" (PDF). The Modernisation of the West Coast Main Line. Comptroller and Auditor General, National Audit Office. 22 November 2006. hlm. 26. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 26 November 2016. Diakses tanggal 26 November 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan