Jumat, 30 Oktober 2026
20:09 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Bintang Misterius

Bagikan:
Bintang Misterius
Informasi Umum
Judul Asli(Prancis) L'Étoile mystérieuse
Terbit pertama1942
Album ke10
LokasiBelgia
Islandia
Halaman62 (berwarna)
Informasi dari Terbitan Indira
Terbit pertama1981
Informasi dari Terbitan Gramedia
Terbit pertamaJuni, 2008
Gramedia CodeGM 310.08.010
Alih bahasaDonna Widjajanto
Urutan ceritanya
SebelumKepiting Bercapit Emas
SesudahRahasia Unicorn

Bintang Misterius (Prancis: L'Etoile mystérieuse) adalah seri kesepuluh dari album serial Kisah Petualangan Tintin.

Dalam album ini dikisahkan bagaimana Tintin dan Kapten Haddock berlayar bersama sebuah tim ekspedisi peneliti Eropa, F.E.R.S ke kutub utara untuk meneliti sebuah meteorit yang jatuh di daerah Samudra Arktik.

Versi Indonesia

Versi bahasa Indonesia pertama kali diterbitkan oleh Indira dan diterbitkan ulang oleh Gramedia pada tahun 2008.

Sinopsis

Sebuah meteorit raksasa meluncur mendekati Bumi, yang untuk pertama kalinya teramati oleh seorang pengamat di Observatorium, Profesor Decimus Phostle (dalam edisi bahasa Inggris) atau Hippolyte Calys (dalam edisi bahasa Prancis), yang berkebangsaan Belgia.[1]

Namun di waktu yang bersamaan, seseorang yang menganggap dirinya sendiri sebagai Nabi, Philippulus, memperkirakan bahwa kedatangan meteorit yang akan menabrak Bumi itu merupakan pertanda akan datangnya akhir dari dunia. Namun pada kenyataan meteorit tidak menabrak Bumi, tetapi sebagian kecil darinya jatuh di Samudra Arktik. Phostle menemukan bahwa potongan tersebut mengandung suatu material baru yang tidak pernah ada di Bumi sebelumnya dan dinamakan sebagai “Phostlite”, dan merencanakan suatu pelayaran ilmiah ke lokasi jatuhnya tersebut bersama-sama dengan para peneliti dari Eropa, bersama–sama dengan Tintin dan Milo, mempergunakan sebuah kapal laut yang dinakhodai Kapten Haddock.

Ekspedisi ilmiah ini dikenal sebagai “Ekspedisi Aurora”, di mana Aurora adalah nama kapal laut yang dipergunakan dalam ekspedisi ini. Ekspedisi ini mendapatkan pendanaan dari Badan Penelitian Ilmiah Eropa atau dalam bahasa Prancis dikenal dengan istilah Fonds Européen de Recherches Scientifiques (F.E.R.S.) yang tertera di badan pesawat terbang mereka, Arado Ar 196.[1]

Lima anggota peneliti yang lain yaitu:

  1. Erik Björgenskjöld - berkebangsaan Swedia,
  2. Porfirio Bolero y Calamares - berkebangsaan Spanyol,
  3. Otto Schulze - berkebangsaan Jerman,
  4. Pedro Joãs Dos Santos - berkebangsaan Portugis dan
  5. Paul Cantonneau - berkebangsaan Swiss (yang muncul dalam kisah 7 Bola Kristal).

Latar cerita ini terjadi pada tahun 1942 di mana pada saat itu Belgia sedang diduduki oleh bala tentara Jerman.[2]

Penerbangan

Dalam kisah ini ada satu pesawat terbang yang memainkan peranan utama dan memberikan keunggulan pada tim F.E.R.S. atas klaim meteorit yang jatuh di Samudra Arktik, yaitu pesawat Arado Ar 196 buatan Jerman.

Referensi

  1. 1 2 Sainz, José Miguel de la Viuda (2014). L'Hyrdravion Jaune De L'étoile Mystériuse (Edisi Februari). Hachette Collection.{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam: |year=Pemeliharaan CS1: Tahun (link)
  2. ↑ Hergé 1942, hlm. 1–14. sfn error: tanpa target: CITEREFHergé1942 (bantuan)

Pranala luar

Cetakan ketiga diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama
Judul bukunya
Tokoh utama
Tokoh pendukung
Serial televisi
Film
Dokumenter
Permainan video
Kolaborator
Karya Herge lainnya
Tokoh terkait


Ikon rintisan

Artikel bertopik komik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan