Kamis, 15 Oktober 2026
19:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M

Bintang Garuda

bekas tanda kehormatan di Indonesia

Bagikan:
Bintang Garuda
Dianugerahkan oleh Presiden Indonesia
TipeBintang Militer
Dibentuk1959
Negara Indonesia
KelayakanMiliter
StatusDihapus[a]
120px-Bintang_Garuda.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pita tanda kehormatan

Bintang Garuda adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada para anggota Angkatan Udara Republik Indonesia yang telah bertugas dalam kegiatan penerbangan antara tahun 1945 hingga 1949. Tanda kehormatan ini dianugerahkan oleh Presiden Indonesia atas usulan dari Menteri Pertahanan. Tanda kehormatan ini didirikan pada tahun 1959.

Penerima

Bintang Garuda diberikan untuk menghormati jasa-jasa anggota Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) yang secara aktif melaksanakan kegiatan tugas-tugas di udara pada masa Revolusi Nasional Indonesia, yaitu antara tahun 1945 hingga 1949. Pemberian ini dilakukan karena pada masa tersebut kegiatan penerbangan masih sangat berbahaya dari segi militer, segi navigasi penerbangan, maupun segi kelayakan. Mereka juga dianggap sebagai pelopor penerbangan di Indonesia. Seorang warga negara Indonesia maupun warga negara asing juga berhak mendapatkan tanda kehormatan ini jika persyaratan tersebut telah terpenuhi. Selain itu, tanda kehormatan ini juga dapat diberikan secara anumerta kepada anggota AURI, WNI, maupun WNA yang telah gugur sebagai akibat langsung dari pelaksanaan tugas-tugas penerbangan untuk kepentingan AURI serta kepentingan bangsa dan negara.

Bentuk

Bintang Garuda adalah bintang berlapis tiga, dibuat dari logam berwarna perunggu dengan garis tengah 48 mm:

  • Lapisan pertama sebagai dasar berbentuk bintang bersudut besar kecil sepuluh dengan tiap ujung sudut besar terdapat bulatan kecil.
  • Lapisan kedua berbentuk bundar dengan garis tengah 25 mm dan terdapat tulisan 1945 Garuda 1949.
  • Lapisan ketiga berbentuk lukisan lambang Angkatan Udara Republik Indonesia ”SWA BHUWANA PAKSA” yang terdiri dari: seekor burung garuda yang menegakkan sayapnya setinggi-tingginya, 5 pucuk anak panah yang digenggam oleh cakar garuda, sebuah perisai dengan lukisan kepulauan Indonesia atas mana burung garuda berdiri; api yang menyala menjilat-jilat mengepung perisai, sebuah karangan manggar melingkari garuda, masing-masing terdiri dari 17 buah.

Di sebelah belakang bintang terdapat tulisan "Republik Indonesia". Pita dari Bintang Garuda berukuran lebar 35 mm, panjang 52 mm, berwarna dasar biru tua dengan satu strip-tegak-putih perak di tengah-tengah yang lebarnya 8 mm dan di tengah-tengah pita dilekatkan suatu tanda berbentuk pesawat kecil dibuat dari logam berwarna perunggu. Seluruh penerima Bintang Garuda juga akan menerima piagam sebagai tanda penyerahan tanda kehormatan ini.

Lihat pula

Catatan kaki

  1. ↑ UU No. 23 Tahun 1959 yang menetapkan dasar hukum tanda kehormatan ini (UU Darurat No. 2 Tahun 1959) sebagai undang-undang telah dicabut oleh UU No. 20 Tahun 2009. Meskipun begitu, tanda kehormatan ini tetap dapat dipakai oleh penerima-penerimanya karena masih tetap berlaku menurut Pasal 39 Ayat (1) UU No. 20 Tahun 2009.[1]

Referensi

  1. ↑ Sekretariat Negara Republik Indonesia. "Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 Tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan" (PDF). Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-06-13. Diakses tanggal 2021-04-20.

Rujukan

Pranala luar

Tanda jasa
120px-National_emblem_of_Indonesia_Garuda_Pancasila.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanda kehormatan
Bintang
Sipil
Seluruh bidang
Bidang tertentu
Militer
Satyalancana
Sipil
Umum
Kepolisian
Militer
Samkaryanugraha
Bekas tanda kehormatan
Bintang
Satyalancana
Sipil
Militer
Samkaryanugraha
  • 1Diubah sistem kelasnya
  • 2Diubah namanya
  • 3Diubah sistem kelas dan namanya
Tanda kehormatan lainnya
Legiun Veteran
Gerakan Pramuka
  • 40px-Lencana_Tunas_Kencana_%28Sejak_2014%29_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Lencana Tunas Kencana
  • 40px-Lencana_Melati_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Lencana Melati
  • 40px-Lencana_Darma_Bakti_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Lencana Darma Bakti
  • 40px-Lencana_Teladan_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Lencana Teladan
  • 40px-Lencana_Wiratama_III_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-Lencana_Wiratama_II_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-Lencana_Wiratama_I_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Lencana Wiratama
  • 40px-Lencana_Karya_Bakti_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Lencana Karya Bakti
  • Lencana Satyawira
    • 40px-Lencana_Satyawira_Utama_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Utama
    • 40px-Lencana_Satyawira_Madya_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Madya
    • 40px-Lencana_Satyawira_Pratama_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Pratama
  • Lencana Pancawarsa
    • 40px-Pita_Harian_Lencana_Pancawarsa_Utama_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Utama
    • 40px-Pita_Harian_Lencana_Pancawarsa_I_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-Pita_Harian_Lencana_Pancawarsa_II_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-Pita_Harian_Lencana_Pancawarsa_III_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-Pita_Harian_Lencana_Pancawarsa_IV_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-Pita_Harian_Lencana_Pancawarsa_V_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-Pita_Harian_Lencana_Pancawarsa_VI_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-Pita_Harian_Lencana_Pancawarsa_VII_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-Pita_Harian_Lencana_Pancawarsa_VIII_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 40px-Pita_Harian_Lencana_Pancawarsa_IX_-_Gerakan_Pramuka.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail I–IX
120px-Flag_map_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan