Jumat, 23 Oktober 2026
14:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Bilo-bilo

Bilo-bilo

Bagikan:
Pinaltok
Bilo-bilo
250px-Ginataang_Bilu-Bilo_001.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bilo-bilo
Nama lainbilu-bilo, pinaltok, binignit, paradusdos, pinindot, ginataang bilo-bilo, ginataang halo-halo, tambo-tambong
SajianHidangan penutup
Tempat asalFilipina
Suhu penyajianPanas atau dingin
Bahan utamaBeras ketan santan, gula, pisang kepok, talas, ubi, sagu mutiara, landang, daun pandan

Pinaltok atau bilo-bilo adalah hidangan penutup Filipina yang terbuat dari bola-bola ketan kecil (tepung beras ketan manis yang dibulatkan dengan menambahkan air) dalam santan[1] dan gula. Kemudian ditambahkan nangka, pisang kepok, ubi jalar, talas, dan mutiara tapioka atau sagu (mutiara ukuran standar dan mini). Bilo-bilo berasal dari Luzon.[2] Ada berbagai versi resep, tergantung daerah asalnya di Filipina. Beberapa resep menggunakan kelapa muda, sementara yang lain menambahkan daun pandan. Hidangan ini biasanya disantap hangat, sementara yang lain lebih suka disantap dingin setelah didinginkan.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Fernando, Gilda Cordero-; Baldemor, Manuel D. (1992). Philippine food & life: Luzon (dalam bahasa Inggris). Anvil Pub. hlm. 17. ISBN 9789712702327. Diakses tanggal Januari 10, 2019.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Luzon". Britannica. Diakses tanggal April 22, 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan