Senin, 19 Oktober 2026
12:08 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis

Bilangan poligonal

Bagikan:

Dalam matematika, bilangan poligonal adalah bilangan yang menghitung jumlah titik yang dapat disusun dalam bentuk poligon beraturan. Bilangan ini adalah salah satu jenis bilangan bergambar dua dimensi.

Definisi dan contoh

Misalnya, 10 titik dapat disusun sebagai segitiga. Maka, 10 dikatakan sebagai bilangan poligonal dengan jumlah poligon adalah 3 (lihat bilangan segitiga).

*
**
***
****

Namun, 10 titik tidak dapat disusun sebagai persegi. Sebaliknya, 9 titik dapat disusun sebagai persegi, seperti di bawah (lihat bilangan persegi).

***
***
***

Daftar ini tidak eksklusif. Beberapa bilangan dapat masuk dalam beberapa daftar bilangan. Misalnya, 36 titik dapat disusun menjadi persegi dan segitiga. Artinya, 36 termasuk dalam bilangan persegi dan segitiga (lihat bilangan persegi segitiga).

******
******
******
******
******
******
*
**
***
****
*****
******
*******
********

Menurut kesepakatan, 1 adalah bilangan poligonal pertama untuk seluruh jumlah sisi. Aturan untuk memperbesar poligon adalah dengan memperpanjang sisi bersebelahan satu poin dan menambahkan sisi di antara dua poin tersebut. Dalam diagram-diagram di bawah, tambahan lapisan ditandai dengan titik merah.

Bilangan segitiga

500px-Polygonal_Number_3.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Bilangan persegi

500px-Polygonal_Number_4.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Poligon dengan jumlah sisi yang lebih banyak, misalnya pentagon dan heksagon, dapat juga dibuat dengan aturan di atas, namun titik-titiknya tidak lagi memiliki kisi-kisi sempurna seperti di atas.

Bilangan pentagonal

500px-Polygonal_Number_5.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Bilangan heksagonal

500px-Polygonal_Number_6.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Rumus

250px-Pentagonal_number_visual_proof.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suatu bilangan s {\displaystyle s} {\displaystyle s}-gonal dapat diuraikan menjadi ( s − 2 ) {\displaystyle (s-2)} {\displaystyle (s-2)} bilangan segitiga dan bilangan asli.

Jika s {\displaystyle s} {\displaystyle s} adalah jumlah sisi dalam poligon, rumus bilangan s {\displaystyle s} {\displaystyle s}-gonal ke- n {\displaystyle n} {\displaystyle n}, P(s,n), adalah

P ( s , n ) = ( s − 2 ) n 2 − ( s − 4 ) n 2 {\displaystyle P(s,n)={\frac {(s-2)n^{2}-(s-4)n}{2}}} {\displaystyle P(s,n)={\frac {(s-2)n^{2}-(s-4)n}{2}}}

atau

P ( s , n ) = ( s − 2 ) n ( n − 1 ) 2 + n {\displaystyle P(s,n)=(s-2){\frac {n(n-1)}{2}}+n} {\displaystyle P(s,n)=(s-2){\frac {n(n-1)}{2}}+n}

Bilangan s {\displaystyle s} {\displaystyle s}-gonal ke-n juga berhubungan dengan bilangan segitiga Tn sebagai berikut:[1]

P ( s , n ) = ( s − 2 ) T n − 1 + n = ( s − 3 ) T n − 1 + T n . {\displaystyle P(s,n)=(s-2)T_{n-1}+n=(s-3)T_{n-1}+T_{n}\,.} {\displaystyle P(s,n)=(s-2)T_{n-1}+n=(s-3)T_{n-1}+T_{n}\,.}

Dengan demikian:

P ( s , n + 1 ) − P ( s , n ) = ( s − 2 ) n + 1 , P ( s + 1 , n ) − P ( s , n ) = T n − 1 = n ( n − 1 ) 2 , P ( s + k , n ) − P ( s , n ) = k T n − 1 = k n ( n − 1 ) 2 . {\displaystyle {\begin{aligned}P(s,n+1)-P(s,n)&=(s-2)n+1\,,\\P(s+1,n)-P(s,n)&=T_{n-1}={\frac {n(n-1)}{2}}\,,\\P(s+k,n)-P(s,n)&=kT_{n-1}=k{\frac {n(n-1)}{2}}\,.\end{aligned}}} {\displaystyle {\begin{aligned}P(s,n+1)-P(s,n)&=(s-2)n+1\,,\\P(s+1,n)-P(s,n)&=T_{n-1}={\frac {n(n-1)}{2}}\,,\\P(s+k,n)-P(s,n)&=kT_{n-1}=k{\frac {n(n-1)}{2}}\,.\end{aligned}}}

Untuk bilangan s {\displaystyle s} {\displaystyle s}-gonal tertentu dengan P(s,n) = x, n dapat dicari dengan cara:

n = 8 ( s − 2 ) x + ( s − 4 ) 2 + ( s − 4 ) 2 ( s − 2 ) {\displaystyle n={\frac {{\sqrt {8(s-2)x+{(s-4)}^{2}}}+(s-4)}{2(s-2)}}} {\displaystyle n={\frac {{\sqrt {8(s-2)x+{(s-4)}^{2}}}+(s-4)}{2(s-2)}}}

dan dapat mencari s {\displaystyle s} {\displaystyle s} dengan cara:

s = 2 + 2 n ⋅ x − n n − 1 {\displaystyle s=2+{\frac {2}{n}}\cdot {\frac {x-n}{n-1}}} {\displaystyle s=2+{\frac {2}{n}}\cdot {\frac {x-n}{n-1}}} .

Setiap bilangan heksagonal juga merupakan bilangan segitiga

Dengan menerapkan rumus di atas:

P ( s , n ) = ( s − 2 ) T n − 1 + n {\displaystyle P(s,n)=(s-2)T_{n-1}+n} {\displaystyle P(s,n)=(s-2)T_{n-1}+n}

dengan kasus 6 sisi ( s = 6 {\displaystyle s=6} {\displaystyle s=6}), maka:

P ( 6 , n ) = 4 T n − 1 + n {\displaystyle P(6,n)=4T_{n-1}+n} {\displaystyle P(6,n)=4T_{n-1}+n}

namun karena:

T n − 1 = n ( n − 1 ) 2 {\displaystyle T_{n-1}={\frac {n(n-1)}{2}}} {\displaystyle T_{n-1}={\frac {n(n-1)}{2}}}

maka:

P ( 6 , n ) = 4 n ( n − 1 ) 2 + n = 2 n ( 2 n − 1 ) 2 = T 2 n − 1 {\displaystyle P(6,n)={\frac {4n(n-1)}{2}}+n={\frac {2n(2n-1)}{2}}=T_{2n-1}} {\displaystyle P(6,n)={\frac {4n(n-1)}{2}}+n={\frac {2n(2n-1)}{2}}=T_{2n-1}}

Hal ini menunjukkan bahwa bilangan heksagonal ke- n {\displaystyle n} {\displaystyle n} atau P ( 6 , n ) {\displaystyle P(6,n)} {\displaystyle P(6,n)} juga merupakan bilangan segitiga ke- ( 2 n − 1 ) {\displaystyle (2n-1)} {\displaystyle (2n-1)} atau T 2 n − 1 {\displaystyle T_{2n-1}} {\displaystyle T_{2n-1}} . Bilangan heksagonal dapat dicari dengan mengambil bilangan segitiga ganjil:[1]

1, 3, 6, 10, 15, 21, 28, 36, 45, 55, 66, ...

Lihat juga

Referensi

Catatan kaki

  1. 1 2 Conway, John H.; Guy, Richard (2012-12-06). The Book of Numbers (dalam bahasa Inggris). Springer Science & Business Media. hlm. 38–41. ISBN 978-1-4612-4072-3.

Referensi umum

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan