Minggu, 27 September 2026
18:12 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Bikuaternion

Bikuaternion (atau kuaternion ganda) adalah bilangan hiperkompleks dan merupakan suatu kuaternion w + x i + y j + z k   {\displaystyle w+xi+yj+zk\ \!} {\displaystyle w+xi+yj+zk\ \!} di mana variabelnya w, x, y, dan z adalah bilangan kompleks. Perkalian elemen dasar bikuaternion {i, i, j, k} sama dengan perkalian elemen dasar kuaternion berbilangan cacah (bilangan riil). Karena ada terdapat 3 jenis bilangan kompleks, maka begitu pula dengan bikuaternion, yaitu:

  • Bikuaternion dengan bilangan kompleks biasa
  • Bikuaternion hiperbolik dengan bilangan kompleks hiperbolik (split-complex biquaternion)
  • Bikuaternion rangkap dengan bilangan rangkap (dual quaternion).

Sesuai dengan aturan aljabar abstrak, ketiga-tiga jenis bikuaternion ini memiliki definisi aritmetis yang sama, dan hanya definisi aritmetis variabelnya yang berbeda.

Definisi

Definisi bikuaternion q = u ( 1 ) + v i + w j + x k   {\displaystyle q=u(1)+vi+wj+xk\ \!} {\displaystyle q=u(1)+vi+wj+xk\ \!} adalah

di mana: 1 , i , j , k   {\displaystyle {1,i,j,k}\ \!} {\displaystyle {1,i,j,k}\ \!} adalah elemen-elemen kuaternion u , v , w , x   {\displaystyle u,v,w,x\ \!} {\displaystyle u,v,w,x\ \!} adalah variabel kompleks.

Dan juga, unit imaginer di bilangan-bilangan kompleks ini tidak dituliskan dengan huruf i, melainkan dengan huruf h, karena huruf i digunakan untuk melambangkan elemen kedua himpunan kuaternion.

Contoh:

u = 5.0 + 3.2 h v = 7.1 + 0.6 h w = 4.8 + 1.9 h x = 6.7 + 2.2 h {\displaystyle {\begin{aligned}u=5.0+3.2h\\v=7.1+0.6h\\w=4.8+1.9h\\x=6.7+2.2h\\\end{aligned}}} {\displaystyle {\begin{aligned}u=5.0+3.2h\\v=7.1+0.6h\\w=4.8+1.9h\\x=6.7+2.2h\\\end{aligned}}}

Jika

q = u ( 1 ) + v i + w j + x k   {\displaystyle q=u(1)+vi+wj+xk\ \!} {\displaystyle q=u(1)+vi+wj+xk\ \!},

maka

q = ( 5.0 + 3.2 h ) + ( 7.1 + 0.6 h ) i + ( 4.8 + 1.9 h ) j + ( 6.7 + 2.2 h ) k   {\displaystyle q=(5.0+3.2h)+(7.1+0.6h)i+(4.8+1.9h)j+(6.7+2.2h)k\ \!} {\displaystyle q=(5.0+3.2h)+(7.1+0.6h)i+(4.8+1.9h)j+(6.7+2.2h)k\ \!}.

Bentuk matriks

Bikuaternion q = u ( 1 ) + v i + w j + x k   {\displaystyle q=u(1)+vi+wj+xk\ \!} {\displaystyle q=u(1)+vi+wj+xk\ \!} bisa dituliskan dalam bentuk matriks kompleks 2x2:

[ u + h v w + h x − w + h x u − h v ] {\displaystyle {\begin{bmatrix}u+hv&w+hx\\-w+hx&u-hv\end{bmatrix}}} {\displaystyle {\begin{bmatrix}u+hv&w+hx\\-w+hx&u-hv\end{bmatrix}}}.

Contoh: Jika

u = 5.0 + 3.2 h v = 7.1 + 0.6 h w = 4.8 + 1.9 h x = 6.7 + 2.2 h {\displaystyle {\begin{aligned}u=5.0+3.2h\\v=7.1+0.6h\\w=4.8+1.9h\\x=6.7+2.2h\\\end{aligned}}} {\displaystyle {\begin{aligned}u=5.0+3.2h\\v=7.1+0.6h\\w=4.8+1.9h\\x=6.7+2.2h\\\end{aligned}}}

maka

= [ ( 5.0 + 3.2 h ) + h ( 7.1 + 0.6 h ) ( 4.8 + 1.9 h ) + h ( 6.7 + 2.2 h ) − ( 4.8 + 1.9 h ) + h ( 6.7 + 2.2 h ) ( 5.0 + 3.2 h ) − h ( 7.1 + 0.6 h ) ] {\displaystyle ={\begin{bmatrix}(5.0+3.2h)+h(7.1+0.6h)&(4.8+1.9h)+h(6.7+2.2h)\\-(4.8+1.9h)+h(6.7+2.2h)&(5.0+3.2h)-h(7.1+0.6h)\end{bmatrix}}} {\displaystyle ={\begin{bmatrix}(5.0+3.2h)+h(7.1+0.6h)&(4.8+1.9h)+h(6.7+2.2h)\\-(4.8+1.9h)+h(6.7+2.2h)&(5.0+3.2h)-h(7.1+0.6h)\end{bmatrix}}}
= [ 5.0 + 3.2 h − 0.6 + 7.1 h 4.8 + 1.9 h − 2.2 + 6.7 h − 4.8 − 1.9 h − 2.2 + 6.7 h 5.0 + 3.2 h + 0.6 − 7.1 h ] {\displaystyle ={\begin{bmatrix}5.0+3.2h-0.6+7.1h&4.8+1.9h-2.2+6.7h\\-4.8-1.9h-2.2+6.7h&5.0+3.2h+0.6-7.1h\end{bmatrix}}} {\displaystyle ={\begin{bmatrix}5.0+3.2h-0.6+7.1h&4.8+1.9h-2.2+6.7h\\-4.8-1.9h-2.2+6.7h&5.0+3.2h+0.6-7.1h\end{bmatrix}}}
= [ 4.4 + 10.3 h 2.6 + 8.6 h − 7.0 + 4.8 h 5.6 − 3.9 h ] {\displaystyle ={\begin{bmatrix}4.4+10.3h&2.6+8.6h\\-7.0+4.8h&5.6-3.9h\end{bmatrix}}} {\displaystyle ={\begin{bmatrix}4.4+10.3h&2.6+8.6h\\-7.0+4.8h&5.6-3.9h\end{bmatrix}}}.

Konjugat

Bikuaternion memiliki 2 jenis konjugat, yaitu:

  • bikonjugat (ataupun biskalar minus bivektor): q ∗ = w − x i − y j − z k {\displaystyle q^{*}=w-xi-yj-zk\!\,} {\displaystyle q^{*}=w-xi-yj-zk\!\,}
  • konjugat kompleks dari koefisien bikuaternion: q ⋆ = w ⋆ + x ⋆ i + y ⋆ j + z ⋆ k {\displaystyle q^{\star }=w^{\star }+x^{\star }i+y^{\star }j+z^{\star }k\!} {\displaystyle q^{\star }=w^{\star }+x^{\star }i+y^{\star }j+z^{\star }k\!}.

di mana:

x ⋆ = a − b h {\displaystyle x^{\star }=a-bh} {\displaystyle x^{\star }=a-bh} dan x = a + b h , a , b ∈ R , h 2 = − 1 {\displaystyle x=a+bh,\quad a,b\in R,\quad h^{2}=-1} {\displaystyle x=a+bh,\quad a,b\in R,\quad h^{2}=-1}
y ⋆ = a − b h {\displaystyle y^{\star }=a-bh} {\displaystyle y^{\star }=a-bh} dan y = a + b h , a , b ∈ R , h 2 = − 1 {\displaystyle y=a+bh,\quad a,b\in R,\quad h^{2}=-1} {\displaystyle y=a+bh,\quad a,b\in R,\quad h^{2}=-1}
z ⋆ = a − b h {\displaystyle z^{\star }=a-bh} {\displaystyle z^{\star }=a-bh} dan z = a + b h , a , b ∈ R , h 2 = − 1 {\displaystyle z=a+bh,\quad a,b\in R,\quad h^{2}=-1} {\displaystyle z=a+bh,\quad a,b\in R,\quad h^{2}=-1}.

Selanjutnya:

( p q ) ∗ = q ∗ p ∗ , ( p q ) ⋆ = p ⋆ q ⋆ ( q ∗ ) ⋆ = ( q ⋆ ) ∗ {\displaystyle {\begin{aligned}(pq)^{*}=q^{*}p^{*},\\(pq)^{\star }=p^{\star }q^{\star }\\(q^{*})^{\star }=(q^{\star })^{*}\end{aligned}}} {\displaystyle {\begin{aligned}(pq)^{*}=q^{*}p^{*},\\(pq)^{\star }=p^{\star }q^{\star }\\(q^{*})^{\star }=(q^{\star })^{*}\end{aligned}}}

Lihat juga


Ikon rintisan

Artikel bertopik matematika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan