Sabtu, 26 September 2026
18:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Bhavacakra

Bhavacakra

Artikel ini mungkin memuat teks yang disalin secara bulat-bulat dari situs web kecerdasan buatan. Informasi di dalamnya dapat saja berisi halusinasi atau bahkan memuat referensi fiksi atau palsu. Setiap pelanggaran hak cipta dan riset asli yang dimuat ke artikel ini harus segera dihapus.
Terjemahan dari
Bhavacakra
330px-Bhavacakra.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah lukisan Bhavacakra Tibet yang menggambarkan enam alam samsara.
InggrisWheel of Becoming
Paliभवचक्क (Bhavacakka)
Sanskertaभवचक्र (Bhavacakra)
Tionghoa有輪 (Yǒu lún)
Jepang有輪 (Urin)
Korea유륜 (Yuryun)
Tibetསྲིད་པའི་འཁོར་ལོ (Srid pa'i 'khor lo)
Bengaliভবচক্র (Bhôbôchôkrô)
Myanmarဘဝစက်ဝန်း (Bhawacetwan)
Thaiภวจักร (Phawa Chakkra)
VietnamLuân hồi
Khmerភពចក្រ (Phôp Châk)
Sinhalaභවචක්රය (Bhavachakraya)
Daftar Istilah Buddhis

Bhavacakra (Sanskerta: भवचक्र; Pali: भवचक्क Bhavacakka; Tibet: སྲིད་པའི་འཁོར་ལོ, Srid pa'i 'khor lo; Tionghoa: 有輪; pinyin: Yǒu lún; Jepang: 有輪, Urin), atau Roda Kehidupan, adalah sebuah representasi simbolis dari samsara (siklus kelahiran kembali) yang ditemukan di dinding biara-biara Buddha Tibet.[1] Bhavacakra menggambarkan enam alam keberadaan (ṣaḍgati) dan dua belas mata rantai sebab-akibat yang saling bergantungan (Nidāna).[2]

Gambaran

Bhavacakra biasanya digambarkan sebagai roda yang dipegang oleh Yama, dewa kematian dalam Buddhisme. Roda ini terbagi menjadi beberapa bagian yang melambangkan alam-alam samsara:[3]

  • Tiga lingkaran konsentris mewakili:
 # Tiga Racun Batin (kebodohan, keserakahan, kebencian) di pusat roda.
 # Enam Alam Samsara di lingkaran tengah.
 # Dua Belas Nidāna di lingkaran terluar.

Enam Alam Samsara

Enam alam (ṣaḍgati) yang digambarkan dalam Bhavacakra adalah:[4]

1. Alam Dewa (Deva) – alam kebahagiaan tetapi masih sementara. 2. Alam Asura – alam makhluk setengah dewa yang penuh persaingan. 3. Alam Manusia – alam dengan kesempatan untuk mencapai pencerahan. 4. Alam Binatang – alam kebodohan dan penderitaan. 5. Alam Preta – alam hantu kelaparan. 6. Alam Neraka – alam penderitaan ekstrem.

Simbolisme

Bhavacakra merupakan pengingat akan penderitaan dalam samsara dan pentingnya mencapai kebebasan melalui praktik Dharma.[5] Yama yang memegang roda melambangkan ketidakkekalan, sementara Buddha di luar roda menunjukkan jalan menuju pembebasan.

Referensi

  1. ↑ "Bhavacakra". Encyclopaedia Britannica. Diakses tanggal 13 Juli 2024.
  2. ↑ Lopez, Donald S. (2001). The Story of Buddhism: A Concise Guide to Its History & Teachings. HarperOne. hlm. 56–59. ISBN 978-0060699765.
  3. ↑ Fischer, Schreiber (2005). The Tibetan Iconography of Buddhas, Bodhisattvas, and Other Deities. Serindia Publications. hlm. 112–115. ISBN 978-1932476019.
  4. ↑ Thubten, Chodron (1997). Buddhism for Beginners. Snow Lion. hlm. 45–48. ISBN 978-1559391535.
  5. ↑ Dalai Lama XIV (1992). The Meaning of Life. Wisdom Publications. hlm. 33–37. ISBN 978-0861713205.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: checksum

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan