Minggu, 18 Oktober 2026
00:11 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Between Past and Future

Bagikan:

Between Past and Future adalah sebuah buku yang ditulis oleh seorang teoretikus politik Yahudi Amerika kelahiran Jerman, Hannah Arendt. Buku ini diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1961 oleh The Viking Press di Amerika Serikat dan oleh Faber and Faber di Britania Raya. Edisi pertama terdiri dari enam esai, dan dua esai lainnya ditambahkan ke dalam revisi tahun 1968. Buku ini merupakan koleksi esai yang ditulis dari tahun 1954 hingga 1968. Di dalam versi akhir buku ini terdapat esai-esai yang berkaitan dengan berbagai subjek filosofis, seperti kebebasan, pendidikan, tradisi, sejarah dan politik.[1] Subjudul versi akhir buku ini adalah Eight exercises in political thought.

Esai-esai di dalam ini buku ini memiliki satu gagasan utama. Manusia hidup di antara masa lalu dan masa depan yang tidak pasti. Mereka harus terus menerus berpikir untuk tetap ada, dan setiap orang harus belajar bagaimana berpikir. Manusia telah lama bergantung pada tradisi, tetapi pada masa modern tradisi telah ditinggalkan, dan orang-orang tidak lagi menghormati tradisi dan budaya. Di dalam esai-esainya, Hannah Arendt mencoba mencari solusi untuk membantu manusia agar dapat berpikir lagi. Menurutnya, tidak ada cara untuk hidup lagi dengan tradisi, dan filsafat modern belum berhasil membantu manusia hidup dengan benar.[2]

Catatan kaki

Ikon rintisan

Artikel bertopik buku ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan