Minggu, 27 September 2026
09:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Besos

Besos

Artahsasta V II
Besos
Raja Diraja Iran
Berkuasa330–329 SM
PendahuluDarius III
PenerusAleksander Agung
PesaingAleksander Agung
Meninggal329 SM
WangsaAkhemeniyah
AgamaZoroastrianisme
250px-The_punishment_of_Bessus_by_Andre_Castaigne_%281898-1899%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penghukuman Besos, André Castaigne

Besos, juga disebut sebagai Artahsasta V (wafat pada musim panas 329 SM), adalah seorang Satrap Baktria [1] dan kemudian menyatakan diri menjadi Raja Diraja (Kaisar) Iran pada 330 SM. Menurut sumber-sumber klasik, ia membunuh pendahulu dan kerabatnya,[1][2] Darius III, usai tentara Iran dikalahkan oleh Aleksander Agung. Namun lantaran hampir semua wilayah Kekaisaran Akhemeniyah sudah berada dalam kendali Aleksander pada masa itu, sejarawan pada umumnya tidak menganggap Besos sebagai kaisar.

Keterangan

Besos menjabat sebagai Satrap Baktria pada masa kekuasaan Darius III. Setelah kemenangan Aleksander Agung dalam Pertempuran Gaugamela pada 331 SM, Darius melarikan diri ke Baktria. Pasukan Iran menjadi semakin terdemoralisasi dengan ancaman konstan serangan mendadak dari Aleksander, yang menyebabkan banyak desersi dan akhirnya kudeta yang dipimpin oleh Besos. Bersama Nabarzan, Besos menyarankan kepada Darius agar komando pasukan diserahkan pada Besos dan komando akan dikembalikan pada kaisar begitu Aleksander dikalahkan. Darius tidak menerima rencana ini dan para konspiratornya menjadi lebih ingin menyingkirkannya karena kegagalannya berturut-turut melawan Alexander dan pasukannya. Patron, seorang tentara bayaran Yunani, mendorong Darius untuk menerima pengawal tentara bayaran Yunani daripada pengawal Iran biasa untuk melindunginya dari Besos dan Nabarzan, tetapi Darius tidak dapat menerimanya karena alasan politik.[3]

Besos dan Nabarzan akhirnya mengikat Darius dan melemparkannya ke dalam gerobak sapi sementara mereka memerintah pasukan Iran. Saat pasukan Aleksander semakin mendekat, pihak Iran menjadi panik. Besos dan dua konspirator lainnya, Satibarzan dan Barsaentes, melukai Darius dengan lembing mereka sampai sekarat.[4] Besos kemudian menyatakan diri sebagai penerus Darius dan mengambil nama takhta Artahsasta (V), kemudian mundur ke Asia Tengah.[5]

Besos mencoba mengorganisasi para satrap kawasan timur untuk melakukan perlawanan, memaksa Aleksander mengirimkan pasukannya untuk menekan pemberontakan tersebut dan memasuki kawasan Baktria. Namun para sekutu Besos menjadi tidak yakin untuk tetap mendukungnya. Spitamana yang merupakan salah satu tokoh berpengaruh pendukung Besos kemudian membelot dengan menangkap Besos dan mengirimkannya pada salah satu jenderal Aleksander, Ptolemaios.[6][7][8][9][10]

Laporan kuno saling bertentangan mengenai eksekusi Besos. Sejarawan Quintus Curtius Rufus mengatakan dia disalibkan di tempat Darius dibunuh, Arrianos menyatakan bahwa dia disiksa dan kemudian dipenggal kepalanya di Ekbatana, dan Plutarkhos berpendapapat bahwa dia dicabik-cabik di Baktria dan diikat di antara pohon menurut adat Iran: dua pohon akan ditekuk paksa menghadap satu sama lain, korban diikat di tengah-tengah pada kedua pohon. Saat pohon dilepaskan, kedua pohon tersebut akan perlahan-lahan menegak kembali, membuat tubuh korban tertarik ke dua arah yang saling berlawanan sehingga ligamen, tendon, otot, dan organ korban perlahan-lahan akan terbelah.[11]

Rujukan

  1. 1 2 Heckel, Waldemar (2008). "Who's Who in the Age of Alexander the Great": 67–73. doi:10.1002/9780470757604.ch2.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  2. ↑ Gershevitch, Ilya; William Bayne Fisher; J.A. Boyle The Cambridge History of Iran, Volume 2 Cambridge University Press 1985 ISBN978-0-521-20091-2 hlm.449
  3. ↑ Prevas 64–65
  4. ↑ Prevas 69
  5. ↑ Arrian 1976, III, 21, 25.
  6. ↑ Arrian 1976, III, 30.
  7. ↑ Walbank, Frank W. "Alexander the Great". Britannica. Diarsipkan dari asli tanggal 11 September 2021. Diakses tanggal 11 September 2021. Crossing the Oxus, he sent his general Ptolemy in pursuit of Bessus, who had meanwhile been overthrown by the Sogdian Spitamenes.{{cite web}}: |archive-date= / |archive-url= stempel waktu tidak cocok; 13 September 2021 disarankanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Falk, Avner. A psychoanalytic history of the Jews (dalam bahasa Inggris). Fairleigh Dickinson University Press. hlm. 210. ISBN 9780838636602.
  9. ↑ Geller, Kevin (2016). The 100 Most Influential Military Leaders of All Time (dalam bahasa Inggris). Rosen Publishing Group. hlm. 39. ISBN 9781508100447. [...] he sent his general Ptolemy in pursuit of Bessus, who had meanwhile been overthrown by the Sogdian Spitamenes.
  10. ↑ Runion, Meredith L. (2017). The History of Afghanistan, 2nd Edition (dalam bahasa Inggris). ABC-CLIO. hlm. 49. ISBN 9781610697781. After passing over the Oxus River, Alexander sent his general Ptolemy to track down Bessus, who at this point was removed from power by the Sogdian Spitamenes.
  11. ↑ Michael Scott (16 September 2010). From Democrats to Kings: The Brutal Dawn of a New World from the Downfall of Athens to the Rise of Alexan. Overlook. hlm. 146. ISBN 978-1-4683-0280-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar pustaka

Pranala luar

Wikisource memiliki teks artikel the 1911 Encyclopædia Britannica tentang Bessus.
Besos
Lahir:  ?? Meninggal: 329 SM
Didahului oleh:
Darius III
Raja Diraja Iran
330–329 SM
juga diklaim oleh Aleksander Agung
Diteruskan oleh:
Aleksander Agung


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan