Minggu, 27 September 2026
10:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Besi tua

Besi tua

250px-Allegheny_Ludlum_Steel_Corp_Scrap_Piles.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tumpukan besi tua yang dikumpulkan untuk Perang Dunia II, sekitar tahun 1941.
Artikel ini menggunakan banyak istilah asing yang perlu dihapus atau diganti dengan padanan kata dalam bahasa Indonesia.

Besi tua merupakan istilah untuk menyebut limbah logam yang sudah tidak terpakai. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, besi tua diartikan sebagai besi bekas barang-barang yang tidak terpakai lagi, seperti bekas mobil dan kapal.[1] Tidak seperti limbah pada umumnya, besi tua biasanya bernilai tinggi karena tingginya permintaan dan sifatnya yang mudah didaur ulang menjadi besi yang dapat digunakan kembali.[2] Usaha daur ulang limbah besi tua memiliki industrinya sendiri yang biasanya menjadi bagian dari rantai produksi logam atau baja modern. Pendekatan daur ulang besi tua banyak dipilih oleh pabrik baja di Indonesia karena pendekatan tersebut dapat menjadi strategi untuk memenuhi permintaan pasar sembari meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.[3]

Daur ulang

Proses daur ulang besi tua melibatkan beberapa tahap utama. Pertama, material besi dikumpulkan dari berbagai sumber lalu dipisahkan dari unsur nonlogam dan logam nonfero menggunakan metode manual maupun magnet industri untuk menjaga kualitasnya. Besi berukuran besar kemudian dihancurkan dengan mesin penghancur atau gunting hidrolik agar lebih mudah diproses. Setelah itu, material dilebur dalam tungku lengkungan elektronik (bahasa Inggris: Electric Arc Furnace, EAF) pada suhu sekitar 1.600°C, yang lebih ramah lingkungan dibanding tungku konvensional. Baja cair yang dihasilkan dimurnikan dengan penambahan oksigen dan bahan kimia untuk menghilangkan kotoran sehingga setara dengan baja baru. Selanjutnya, baja dituang ke dalam cetakan membentuk berbagai macam bidang, lalu didinginkan perlahan guna mencegah cacat struktural. Tahap akhir dari semua proses tersebut adalah pembentukan baja menjadi produk baru, seperti besi beton, baja profil, baja lembaran, dan pipa, yang siap dimanfaatkan kembali di berbagai sektor industri.[4]

Kontroversi

250px-Day_56_-_West_Midlands_Police_tackling_metal_theft.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Polisi Inggris menyelidiki kemungkinan logam yang dicuri di tempat pembuangan barang.

Karena nilai besi tua yang cukup tinggi daripada sampah yang lain, hal ini memikat beberapa orang untuk melakukan pencurian besi di fasilitas umum. Beberapa bagian dari fasilitas umum yang dinilai mengandung logam akan rentan untuk dicuri, bahkan ketika bagian logam dari fasilitas tersebut bukanlah limbah atau besi tua yang tidak diperlukan lagi.[5] Menurut Asep Suryana, seorang pengamat sosial dari Universitas Negeri Jakarta, motif ekonomi menjadi dasar penyebab maraknya kasus pencurian besi yang terjadi di Indonesia.[6]

Dampak kesehatan

Keberadaan limbah besi tua yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan paparan akumulatif logam berat. Paparan tersebut dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti penyakit kardiovaskular, gangguan fungsi hati, anemia, gagal ginjal, dan bahkan kematian.[7]

Referensi

  1. ↑ Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (2016). "Besi tua". KBBI VI Daring. Diakses tanggal 2025-09-28.
  2. ↑ Admin Panca Logam Sukses Mandiri. "Alasan Jual Beli Besi Tua Sangat Menguntungkan". PT. Panca Logam Sukses Mandiri. Diakses tanggal 2025-09-28.
  3. ↑ Kusuma, Afandi (03 Maret 2024). "Panduan Lengkap: Proses Penerimaan dan Pengolahan Besi Tua di Pabrik Baja". Jaya Steel. Diakses tanggal 2025-09-28.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  4. ↑ Perwira Steel (2024-09-17). "Daur Ulang Besi Tua: 6 Proses & Manfaatnya". Perwira Steel (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-28.
  5. ↑ Rahmadita, Rachel Aurelia. "Indonesia Darurat Pencurian Besi, Mulai Dari Pagar Runah Hingga Jembatan!". Winnicode (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-28.
  6. ↑ H, Arief Rahman (2025-05-17). "Motif Ekonomi Diduga Jadi Penyebab Banyak Pencuri Besi Buat Dijual Lagi". liputan6.com. Diakses tanggal 2025-09-28.
  7. ↑ Wimpy, Wimpy; Listiawati, Enny; Andita, Anung; Oksani, Trifena Wening; Kusumawardani, Dinda Dwi; Kadam, Lencana Nurfi’ah; Bayutama, Yudistira (2023-06-25). "Potensi Bahaya Paparan Logam Berat di Pasar Besi Tua Semanggi". Jurnal Peduli Masyarakat (dalam bahasa Inggris). 5 (2): 395–402. doi:10.37287/jpm.v5i2.1787. ISSN 2721-9747.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan