Jumat, 23 Oktober 2026
12:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Berta Karlik

Berta Karlik

dokter asal Austria

Bagikan:
Berta Karlik
250px-04_Universit%C3%A4t_Wien_Arkadenhof_B%C3%BCste_Berta_Karlik_derknopfdruecker_com.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir(1904-01-24)24 Januari 1904
Meninggal4 Februari 1990(1990-02-04) (umur 86)
AlmamaterUniversitas Wina
Dikenal karenaPenemuan astatin dari hasil proses peluruhan alami
Karier ilmiah
Tempat kerjaInstitut für Radiumforschung

Berta Karlik (24 Januari 1904 – 4 Februari 1990) adalah seorang fisikawati asal Austria. Pada tahun 1942, bersama dengan fisikawati Traude Bernert, ia berhasil membuktikan bahwa astatin adalah hasil dari proses peluruhan alami.[1]

Ia mengenyam pendidikan di Universitas Wina, dan ia bekerja di Institut Penelitian Radium di Akademi Sains Austria dari tahun 1929. Selama kiprahnya sebagai fisikawati, ia juga meneliti sinar alfa, fenomena fluoresens, dan fenomena luminesens.[1]

Publikasi

  • "An Alpha-Radiation Ascribed to Element 85," S.B.Akad. Wiss. Wien, 152:Abt. IIa (Nos. 6-10) 103-110(1943), dengan T. Bernert.[2]
  • "Element 85 in the Natural Disintegration Series," Z. Phys., 123: (Nos. 1-2) 51-72 (1944), dengan T. Bernert.[2]
  • "Uranium Content of Seawater," Akad. Wiss. Wien, Ber, 144:2a (Nos.5-6) 217-225 (1935), dengan F. Hernegger.[2]

Catatan kaki

  1. 1 2 "Karlik, Berta". www.aeiou.at. Diakses tanggal 2019-03-02.
  2. 1 2 3 "CWP at physics.UCLA.edu // Berta Karlik". cwp.library.ucla.edu.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan