Sabtu, 31 Oktober 2026
02:34 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Berend George Escher

Berend George Escher

dosen

Bagikan:
250px-Berend_Escher_1945.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Berend George Escher

Berend George Escher (04 April 1885 – 11 Oktober 1967) adalah geolog terkemuka asal Belanda dan lulusan dari Delft.[1] Dia juga merupakan guru besar di Universitas Leiden, Belanda di bidang geologi.[1] Escher lahir pada tanggal 4 April 1885 dan meninggal di Arnhem pada tanggal 11 Oktober 1967.[1] Beberapa karya yang membuatnya terkenal di Indonesia adalah tentang Gunung Kelud tahun 1919, Gunung Galunggung tahun 1925, Gunung Anak Krakatau tahun 1928, dan Gunung Merapi tahun 1931.[1]

Escher adalah putra dari George Arnold Escher, kepala insinyur dan direktur Departemen Pekerjaan Umum Negeri.[2] Ketika dia berkuliah di Swiss, dia bertemu dosennya yang bernama F. Mühlberg, dialah yang menginspirasi Escher untuk menekuni karier di bidang geologi.[2] Dia menyelesaikan studinya di Federal Institute of Technology di Zurich pada tahun 1911.[2]

Escher memulai kariernya sebagai asisten dari Eugene Dubois, penemu Pithecanthropus erectus dari Universitas Amsterdam lalu menjadi konservator benda-benda geologi di Technological University of Delft.[2] Untuk memperluas pengalamannya, dia bergabung dengan Bataafse Petroleum Company sebagai geolog di Batavia yang sekarang bernama Jakarta.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Shadily, Hassan (1980).Ensiklopedia Indonesia.Jakarta:Ichtiar Baru Van Hoeve. Hal 962
  2. 1 2 3 4 5 "Escher, Berend George". Encyclopedia Web. Diakses tanggal 6 Juni 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan