Senin, 26 Oktober 2026
15:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Bentang sayap

Bentang sayap

Bagikan:
250px-Aer.lingus.a320-200.ei-cva.planform.arp.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jarak dari A hingga B merupakan rentang sayap bagi pesawat Airbus A320 ini.

Bentang sayap dari seekor burung atau sebuah pesawat terbang adalah jarak dari satu ujung sayap ke ujung sayap yang berlawanan. Sebagai contoh, Boeing 777-200 memiliki bentang sayap 6.093 meter (19.990 ft 2 in),[1] dan seekor albatros pengembara (Diomedea exulans) yang ditangkap pada tahun 1965 memiliki bentang sayap 363 meter (1.190 ft 11 in), yang merupakan rekor resmi untuk burung yang masih hidup.[2] Istilah bentang sayap, atau secara lebih teknis disebut 'jangkauan' (extent), juga digunakan untuk hewan bersayap lainnya seperti pterosaurus, kelelawar, serangga, dan sebagainya, serta pesawat udara lainnya seperti ornitopter. Pada manusia, istilah bentang sayap juga mengacu pada rentang lengan, yaitu jarak antara ujung jari satu tangan ke ujung jari tangan lainnya ketika kedua lengan direntangkan sejajar dengan tanah pada setinggi bahu.

Rekor rentang sayap

Rentang sayap terpanjang

Rentang sayap terkecil

Catatan kaki

  1. ↑ 777-200/300 Airplane Characteristics for Airport Planning (PDF) (Laporan teknis). Boeing. Desember 2008. hlm. 15. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2014-03-15.{{cite tech report}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Wood, Gerald (1983). The Guinness Book of Animal Facts and Feats. Guinness Superlatives. ISBN 978-0-85112-235-9.
  3. ↑ "Spruce Goose". Evergreen Aviation Museum. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-10-25. Diakses tanggal 2007-06-23.
  4. 1 2 "Bats". Sea World. Diarsipkan dari asli tanggal 2005-11-19. Diakses tanggal 2007-06-23.
  5. ↑ "Flying dinosaur biggest airborne animal". New Zealand Herald. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-09-29. Diakses tanggal 2007-06-23.
  6. ↑ "Largest Lepidopteran Wing Span". University of Florida Book of Insect Records. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-03-02. Diakses tanggal 2007-06-23.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan