Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (September 2026)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
|
Artikel ini perlu diwikifikasi agar memenuhi standar kualitas Wikipedia. Anda dapat memberikan bantuan berupa penambahan pranala dalam, atau dengan merapikan tata letak dari artikel ini.
Untuk keterangan lebih lanjut, klik [tampil] di bagian kanan.
|
Universal Colliery di Senghenydd setelah bencana, 1913 | |
![]() | |
| Nama asli | bahasa Wales: Tanchwa Senghennydd |
|---|---|
| Tanggal | 14 Oktober 1913 (1913-10-14) |
| Waktu | sekitar 08.10 (GMT) |
| Lokasi | Universal Colliery, Senghenydd, Glamorgan, Wales |
| Koordinat | 51°36′42″N 3°16′51″W / 51.6118°N 3.2807°W / 51.6118; -3.2807 |
| Jenis | Ledakan tambang; ledakan firedamp dan debu batu bara |
| Penyebab | Penyalaan firedamp; sumber penyalaan tidak dapat dipastikan, dengan peralatan pensinyalan listrik sebagai kemungkinan utama |
| Tewas | 440 (439 pekerja tambang dan 1 anggota tim penyelamat) |
| Penyelidikan | Penyelidikan pemerintah Britania Raya, 1914 |
Bencana tambang Senghenydd 1913 (bahasa Wales:Tanchwa Senghennydd) adalah ledakan tambang batu bara yang terjadi di Universal Colliery, Senghenydd, dekat Caerphilly, Glamorgan, Wales, pada pagi 14 Oktober 1913. Sebanyak 439 pekerja tambang meninggal akibat ledakan dan akibat lanjutannya; seorang anggota tim penyelamat kemudian juga tewas, sehingga jumlah korban jiwa yang berkaitan dengan bencana mencapai 440 orang. Peristiwa ini merupakan bencana pertambangan paling mematikan dalam sejarah Britania Raya.[1][2]
Universal Colliery berada di South Wales Coalfield, salah satu pusat utama industri batu bara Britania pada awal abad ke-20. Tambang ini telah mengalami ledakan pada 24 Mei 1901 yang menewaskan 81 orang; penyelidikan ketika itu menyoroti banyaknya debu batu bara dan ketidakcukupan pembasahan sebagai faktor yang memperbesar ledakan. Pada 1913, tambang juga diketahui mengandung firedamp, terutama metana, dan belum memenuhi ketentuan Coal Mines Act 1911 yang mengharuskan kipas ventilasi dapat membalik arah aliran udara.[3][4]
Sekitar 950 pekerja turun untuk giliran pagi pada 14 Oktober. Tidak lama setelah pukul 08.00, ledakan terjadi di bagian barat tambang. Penyelidikan pemerintah kemudian tidak dapat menetapkan sumber penyalaan secara pasti, tetapi menganggap percikan dari peralatan pensinyalan listrik sebagai salah satu kemungkinan utama. Firedamp yang tersulut memicu debu batu bara; ledakan menyebar melalui lorong, sedangkan sebagian pekerja yang selamat dari tekanan awal kemudian meninggal akibat afterdamp, campuran gas beracun dan miskin oksigen yang terbentuk setelah ledakan.[5][6]
Pekerja di sisi timur sebagian besar dapat dievakuasi, sedangkan sisi barat mengalami kerusakan paling berat. Api, runtuhan, kerusakan pipa air, dan gas beracun menghambat operasi penyelamatan. Delapan belas pekerja ditemukan hidup sekitar pukul 01.00 pada 15 Oktober dan menjadi kelompok besar terakhir yang diselamatkan. Operasi kemudian beralih pada pemadaman dan pengambilan jenazah, yang berlangsung hingga akhir November.[7][8]
Penyelidikan resmi pada 1914 dipimpin oleh Kepala Inspektur Tambang Richard Redmayne, dengan Evan Williams dan pemimpin buruh Robert Smillie sebagai asesor. Laporan tidak menemukan satu penyebab tunggal, tetapi mengkritik sejumlah praktik manajemen, termasuk pengendalian debu, pemeriksaan dan pencatatan, ventilasi, serta kesiapan darurat. Manajer tambang Edward Shaw kemudian dinyatakan bersalah atas delapan dakwaan dan didenda total £24; perusahaan dinyatakan bersalah karena tidak menyediakan kipas ventilasi yang dapat membalik aliran udara dan didenda £10 ditambah biaya perkara.[1][9]
Bencana meninggalkan 205 janda, 542 anak tanpa ayah, dan 62 orang tua tanggungan; 60 korban berusia di bawah 20 tahun, delapan di antaranya berusia 14 tahun.[1] Universal Colliery kemudian dibuka kembali tetapi tidak pernah kembali ke tingkat ketenagakerjaan sebelum ledakan dan ditutup pada 1928. Pada 14 Oktober 2013, seratus tahun setelah bencana, taman peringatan nasional untuk korban bencana pertambangan Wales dibuka di bekas lokasi tambang. Pada Maret 2024, taman tersebut dimasukkan ke daftar taman bersejarah Wales dan secara resmi diakui sebagai National Mining Disaster Memorial Garden of Wales.[10]
Latar belakang
Industri batu bara Wales Selatan
Pada abad ke-19, industrialisasi Britania Raya berlangsung seiring dengan peningkatan dramatis kebutuhan akan batu bara. Bahan bakar ini menggerakkan mesin uap, pabrik, kapal, rel kereta api, industri logam, serta pembangkit tenaga yang menjadi fondasi ekonomi industri. Wales Selatan memiliki cadangan batu bara yang luas dan beragam, dari antrasit hingga batu bara bituminus dan jenis steam coal yang sangat bernilai. Letak lapangan batu bara yang relatif dekat dengan pelabuhan seperti Cardiff dan Newport memberi keuntungan besar bagi ekspor. Dalam beberapa dekade, lembah-lembah yang sebelumnya didominasi pertanian berubah menjadi jaringan permukiman industri yang terhubung dengan tambang, rel, bengkel, dan pelabuhan.[11]
Jumlah pekerja tambang di Wales mencerminkan perubahan itu. Pada 1800 hanya sekitar 1.500 orang bekerja dalam industri batu bara Wales; pada 1864 jumlahnya telah mencapai sekitar 30.000 dan menjelang 1913 sekitar seperempat juta orang.[12][13] Produksi juga meningkat tajam. Pada pertengahan abad ke-19 Wales menghasilkan sekitar 8,5 juta ton panjang batu bara per tahun, sedangkan pada 1913 produksi tahunan telah mencapai kira-kira 56,8 juta ton panjang.[13]
Secara nasional, 1913 merupakan salah satu titik puncak industri batu bara Britania. Negara itu menghasilkan sekitar seperempat batu bara dunia dan lebih dari separuh ekspor batu bara internasional.[14]
Pada 1880–1900, Wales Selatan mempekerjakan sekitar 18 persen penambang Britania, tetapi mencatat sekitar 48 persen kematian pertambangan di negara itu.[15][16][17]
Ledakan tambang batu bara pada awal abad ke-20 biasanya tidak disebabkan oleh satu bahan saja. Salah satu bahaya utama adalah firedamp, istilah pertambangan untuk gas mudah terbakar yang terutama berupa metana. Gas tersebut dapat keluar dari lapisan batu bara dan batuan sekitarnya, kemudian berkumpul di rongga, bagian atap, atau lorong dengan sirkulasi udara buruk. Bila konsentrasi metana berada dalam rentang mudah menyala dan bertemu nyala api atau percikan listrik, ledakan dapat terjadi.[18][19]
Di tambang yang menanjak atau memiliki rongga pada bagian tinggi, gas yang lebih ringan dari udara dapat berkumpul di titik-titik yang sukar terdeteksi. Karena itu pemeriksaan rutin sebelum giliran kerja merupakan bagian penting dari keselamatan. Pada masa sebelum instrumen elektronik modern, petugas khusus memeriksa gas menggunakan lampu keselamatan dan pengamatan terhadap perubahan bentuk nyala. Metode ini memerlukan pengalaman dan waktu. Luasnya lorong di Universal Colliery membuat pemeriksaan seluruh area secara menyeluruh menjadi sulit, terutama ketika petugas harus menempuh jarak beberapa kilometer dari dasar sumur ke muka kerja.[20]
Bahaya kedua adalah debu batu bara. Partikel halus dapat terbentuk ketika batu bara dipotong, dihancurkan, dimuat, dan diangkut. Dalam keadaan biasa debu yang mengendap di lantai atau dinding tampak tidak berbahaya, tetapi gelombang tekanan dari ledakan kecil dapat menghamburkannya ke udara. Awan debu yang sangat halus mempunyai luas permukaan besar dan dapat terbakar sangat cepat. Dengan demikian, ledakan gas yang semula lokal dapat mengangkat lapisan debu, menyalakannya, lalu menghasilkan gelombang tekanan baru yang mengangkat lebih banyak debu di lorong berikutnya. Rangkaian seperti ini memungkinkan ledakan merambat jauh melampaui lokasi penyalaan awal.[21]
Ledakan juga menghasilkan bahaya ketiga: afterdamp. Setelah pembakaran cepat di ruang tertutup, udara dapat kehilangan oksigen dan dipenuhi campuran karbon dioksida, nitrogen, serta karbon monoksida. Karbon monoksida sangat berbahaya karena berikatan dengan hemoglobin jauh lebih kuat daripada oksigen, sehingga darah tidak mampu mengangkut oksigen secara normal. Korban yang selamat dari api atau gelombang ledakan dapat kehilangan kesadaran dan meninggal beberapa menit atau jam kemudian bila tidak segera mencapai udara bersih.[19]
Di Senghenydd, penyelidik dapat menjelaskan banyak unsur penyebaran ledakan, tetapi tidak pernah dapat membuktikan dengan kepastian absolut satu sumber penyalaan pertama.[5]
Pada beberapa dasawarsa akhir abad ke-19, tingkat kematian akibat kecelakaan tambang di Wales Selatan termasuk tinggi dibandingkan kawasan pertambangan Britania lainnya.[17][22]
Bencana Courrières di Prancis pada 1906, yang menewaskan lebih dari seribu pekerja, memperkuat kekhawatiran internasional mengenai peran firedamp dan debu batu bara. Di Britania, komisi kerajaan meninjau kembali ketentuan keselamatan dan menghasilkan laporan pada 1907, 1909, dan 1911. Proses ini berujung pada Coal Mines Act 1911, undang-undang komprehensif yang mengatur berbagai aspek pengelolaan tambang, termasuk ventilasi, pemeriksaan, penggunaan peralatan, kompetensi petugas, dan tanggung jawab manajemen.[23]
Salah satu ketentuan yang kelak menjadi sangat penting dalam kasus Senghenydd adalah kemampuan membalik arah ventilasi. Dalam keadaan kebakaran atau ledakan, kipas yang dapat dibalik memberi pengelola kemungkinan mengubah arah aliran udara sehingga asap atau gas berbahaya tidak terus didorong ke jalur evakuasi tertentu. Ketentuan tersebut seharusnya telah dipenuhi pada awal 1913. Universal Colliery belum melaksanakan modifikasi yang diperlukan dan memperoleh perpanjangan waktu dari inspektorat sampai September. Tenggat itu pun terlewati. Fakta tersebut tidak berarti bahwa kipas yang dapat dibalik pasti akan mencegah ledakan, tetapi kegagalan memenuhi kewajiban hukum menjadi salah satu dasar proses pidana terhadap perusahaan setelah bencana.[24][4]
Senghenydd dan Universal Colliery
Senghenydd terletak di ujung utara Aber Valley, sekitar 6,4 km barat laut Caerphilly dan sekitar 18 km barat laut Cardiff.[25] Pada sekitar 1890, ketika survei geologi dan eksplorasi batu bara dimulai secara serius, Senghenydd masih berupa permukiman pertanian kecil dengan jumlah penduduk sekitar seratus orang.[26][27] Penemuan batu bara dan pembangunan tambang diikuti pertumbuhan permukiman yang cepat.[28]
Pembangunan Universal Colliery dimulai pada 1891 di bawah William Thomas Lewis, yang kemudian bergelar Baron Merthyr. Kepemilikan tambang berada dalam jaringan Lewis Merthyr Consolidated Collieries Ltd. Batu bara pertama dihasilkan pada pertengahan 1890-an.[29][30][31]
Pertumbuhan demografis berlangsung sangat cepat. Menurut sensus 1911, populasi Senghenydd mencapai 5.895 orang.[27][28]
Universal Colliery memiliki dua sumur utama yang masing-masing berkedalaman sekitar 1.950 kaki atau 590 meter. Sumur Lancaster berfungsi sebagai downcast, yaitu jalur masuk udara segar, sedangkan sumur York berfungsi sebagai upcast yang membawa udara bekas keluar dari tambang.[32][18]
Jaringan bawah tanah Universal Colliery berkembang luas dari kedua sumur. Sejumlah distrik dan lorong diberi nama yang berkaitan dengan Perang Boer Kedua, seperti Pretoria, Ladysmith, Mafeking, dan Kimberley—nama-nama yang akrab bagi masyarakat Britania pada saat tambang sedang diperluas.[27]
Pada 1913, Universal Colliery menghasilkan sekitar 1.800 ton panjang batu bara per hari.[33][34] Laporan penyelidikan 1914 kemudian menilai pengendalian debu dan kondisi jalan tambang sebagai salah satu bidang yang bermasalah.[35]
Pekerjaan bawah tanah terbagi ke berbagai kategori, termasuk penambang pada muka kerja, pengangkut, pekerja jalan, fireman yang memeriksa gas, dan overman yang mengawasi pekerjaan bawah tanah.[36] Dalam ledakan 1913, korban termuda berusia 14 tahun.[1]
Ledakan 1901 dan kondisi keselamatan
Universal Colliery telah mengalami bencana besar dua belas tahun sebelum ledakan 1913. Sekitar pukul 05.00 pada 24 Mei 1901, ketika giliran kerja malam mendekati akhir, tiga ledakan terjadi di bawah tanah. Ledakan merusak sistem pengangkatan dan area dekat mulut sumur sehingga penyelamat tidak dapat segera turun. Pembersihan puing membutuhkan waktu berjam-jam; tim pertama baru mencapai bagian bawah sekitar pukul 11.00. Mereka menemukan seorang pekerja kandang kuda masih hidup di dekat bangkai kuda yang ditanganinya. Ia menjadi satu-satunya pekerja bawah tanah yang selamat. Delapan puluh satu orang lainnya meninggal.[37][38]
Penyelidikan 1901 dipimpin oleh insinyur pertambangan William Galloway. Laporan menyatakan tambang memiliki suhu tinggi dan terdapat banyak debu batu bara. Cara memuat batu bara ke dalam gerobak menghasilkan debu dalam jumlah besar. Menurut analisis penyelidikan, ledakan awal yang relatif kecil menjadi jauh lebih merusak karena mengangkat dan menyalakan debu tersebut, menciptakan rangkaian ledakan sepanjang lorong.[39] Pemeriksaan koroner pada Oktober 1901 juga menyoroti tidak dilaksanakannya sejumlah tindakan keselamatan; pembasahan yang lebih efektif diperkirakan dapat menekan jumlah debu yang melayang di udara.[40]
Pemakaman korban 1901 dimulai empat hari setelah ledakan, sedangkan operasi penyelamatan dan pemulihan berlangsung sekitar enam minggu.[41]
Pada Oktober 1910 sebuah runtuhan atap besar di bagian kembali udara Mafeking melepaskan firedamp yang terperangkap. Kondisi itu cukup serius sehingga tambang harus dikosongkan sementara.[42][43]
Pemeriksaan gas dilakukan sebelum giliran kerja. Pada pagi 14 Oktober 1913, petugas yang memeriksa distrik Mafeking harus menempuh jarak lebih dari dua mil dari dasar sumur; Lieven mencatat bahwa waktu yang tersedia untuk pemeriksaan sekitar tiga jam.[20]
Coal Mines Act 1911 mengatur berbagai aspek keselamatan tambang, termasuk ventilasi, pemeriksaan kondisi, penggunaan lampu, keselamatan mesin, dan pencatatan.[23]
Untuk Universal Colliery, ketentuan mengenai kipas ventilasi yang dapat dibalik menjadi persoalan khusus. Kipas yang ada belum dimodifikasi sesuai persyaratan saat tenggat nasional tiba pada Januari 1913. Inspektorat memberi perpanjangan sampai September. Ketika September berlalu, pekerjaan itu masih belum selesai.[24] Kegagalan ini kemudian menjadi salah satu pelanggaran paling jelas yang dapat dibuktikan setelah bencana.
Regulasi juga mewajibkan pencatatan atas pemeriksaan tertentu. Setelah bencana, kekurangan dalam catatan keselamatan menjadi salah satu dasar dakwaan terhadap Edward Shaw.[9]
Bencana 14 Oktober 1913
Pemeriksaan pagi dan ledakan
Sekitar pukul 03.00 pada 14 Oktober 1913, para fireman giliran pagi turun lebih awal untuk memeriksa gas dan keadaan kerja sebelum para pekerja memasuki distrik. Untuk distrik Mafeking, perjalanan dari dasar sumur ke muka kerja lebih dari dua mil dan waktu yang tersedia untuk pemeriksaan sekitar tiga jam.[32][20]
Lieven menilai waktu tersebut tidak cukup untuk pemeriksaan menyeluruh atas seluruh rongga yang berpotensi menahan gas. Pemeriksaan dilakukan dengan lampu keselamatan, termasuk mengamati perubahan nyala ketika lampu didekatkan ke bagian atas rongga.[44]
Antara kira-kira pukul 05.10 dan 06.00, ratusan pekerja mulai turun untuk giliran yang dijadwalkan berlangsung sampai sekitar pukul 14.00. Sumber berbeda memberikan angka sedikit berbeda mengenai jumlah yang masuk, tetapi angka sekitar 950 orang lazim digunakan dalam laporan dan kajian sejarah.[45][46] Mereka tersebar di sisi timur dan barat tambang, pada muka kerja, jalan pengangkutan, area teknis, dan berbagai lorong pendukung.
Sekitar pukul 08.10, sebuah ledakan besar terjadi di bagian barat Universal Colliery. Beberapa penyintas kemudian mengingat adanya suara atau ledakan yang lebih kecil sebelum ledakan utama, sehingga muncul kemungkinan bahwa terjadi dua tahap penyalaan. Namun laporan resmi memperlakukan peristiwa itu sebagai satu rangkaian ledakan dan tidak dapat menetapkan dengan pasti adanya dua sumber yang terpisah.[47][48][49]
Hipotesis utama adalah bahwa firedamp terkumpul di suatu bagian pekerjaan dan kemudian tersulut. Salah satu calon sumber penyalaan adalah percikan dari peralatan pensinyalan listrik.[5] Ada pula pembahasan mengenai kemungkinan percikan akibat batu atau mekanisme lain. Penyelidikan tidak dapat membuktikan satu sumber secara final.
Setelah firedamp tersulut, ledakan mengangkat debu batu bara. Partikel debu yang semula terendap menjadi awan mudah terbakar. Api dari ledakan awal membakar awan tersebut, menghasilkan gelombang tekanan baru. Gelombang ini kembali mengangkat debu di depan jalurnya. Dengan demikian, ledakan menjadi proses yang memperkuat dirinya sendiri.[21] Fenomena ini menjelaskan bagaimana kerusakan menjalar jauh melampaui titik penyalaan awal dan mengapa beberapa area yang mungkin tidak memiliki konsentrasi firedamp tinggi tetap terkena ledakan hebat.
Salah satu bukti kekuatan ledakan adalah dampaknya di sumur Lancaster. Gelombang tekanan bergerak melalui sumur dan mencapai permukaan, merusak struktur kepala sumur serta peralatan pengangkatan. Sejumlah laporan menggambarkan sangkar tambang terdorong dengan kekuatan besar ke arah struktur atas.[50][51]
Kerusakan di sumur Lancaster mempersulit akses ke bagian barat dan memutus pipa air utama, sehingga pemadam di bawah tanah kehilangan sumber air utama.[52] Ketika kebakaran mulai menyebar, ketiadaan air bertekanan menjadi hambatan besar.

Evakuasi dan penyelamatan awal
Kerusakan tidak merata. Bagian timur tambang relatif terhindar dari efek terburuk, sementara bagian barat menerima beban ledakan, api, dan afterdamp. Ratusan pekerja di bagian timur kemudian dievakuasi.[53]
Edward Shaw, manajer tambang, berada di permukaan saat ledakan. Beberapa pejabat bawah tanah lain berada di dalam tambang dan tidak segera dapat memberikan gambaran menyeluruh. Shaw mengambil alih koordinasi awal dan turun melalui sumur York bersama D. R. Thomas, seorang overman.[54][55]
Perjalanan mereka tertunda oleh girder serta puing yang harus disingkirkan. Setelah mencapai dasar, mereka menemukan pekerja sisi timur dalam kondisi relatif aman. Sekitar 450 orang dari bagian itu kemudian diperintahkan menuju permukaan.[56][53]
Shaw dan Thomas kemudian bergerak ke arah barat dan menemukan pekerja yang terluka tetapi masih hidup. Thomas kemudian menggambarkan pemandangan di bagian barat seperti melihat ke dalam tungku.[57] Para penyintas diarahkan ke jalur yang masih dapat dilalui. Namun makin jauh tim memasuki sisi barat, makin berat kerusakan, asap, dan gas.
Shaw kembali ke permukaan sekitar pukul 09.30 untuk mengoordinasikan bantuan lebih besar.[52][58] Permintaan segera dikirim ke tambang-tambang sekitar yang memiliki regu penyelamat terlatih dan perlengkapan pernapasan.
Sekitar pukul 11.00, regu penyelamat dari Rhymney dan Rhondda serta daerah tambang lain mulai tiba.[59] Palang Merah, layanan ambulans lokal, dokter, polisi, serta relawan juga berkumpul. Kereta khusus membawa polisi dari Cardiff dan mengangkut personel serta perlengkapan. Inspektur tambang pemerintah tiba pada hari yang sama dan segera turun untuk melihat kondisi.
Tanpa pipa air utama, pekerja menggunakan alat pemadam portabel. Kondisi panas membuat mereka hanya mampu bekerja dalam giliran pendek.[60][61] Regu yang maju ke arah api harus kembali sebelum kelelahan atau paparan gas mengurangi kemampuan mereka. Beberapa menggunakan alat pernapasan, tetapi perlengkapan tidak tersedia dalam jumlah cukup pada jam-jam awal.
Menjelang tengah malam, regu penyelamat menemukan jalur dengan udara yang lebih bersih dan melanjutkan pencarian. Sekitar pukul 01.00 pada 15 Oktober, delapan belas orang ditemukan hidup dan dibawa ke permukaan.[62][63] Mereka menjadi kelompok besar terakhir yang ditemukan selamat.
Lieven mencatat banyak anggota regu penyelamat mengalami cedera akibat runtuhan kecil atau keracunan karbon monoksida selama pencarian.[60] Pada akhir hari pertama, 432 pekerja telah meninggal; tujuh pekerja lain kemudian meninggal di rumah sakit atau di rumah akibat luka yang diderita dalam bencana.[64]

Penyelamatan, pemadaman, dan pemulihan
Pada 15 Oktober, regu terus mencoba menembus bagian yang terbakar. Atap yang dipanaskan api menjadi tidak stabil. Runtuhan berulang menutup jalur yang baru dibuka dan kadang melepaskan gas. Salah satu anggota tim penyelamat tewas akibat jatuhan batu, menjadikannya korban ke-440 secara keseluruhan.[65]
Masalah air akhirnya diatasi dengan memasang pasokan baru dari reservoir di sekitar lokasi. Pipa sementara sepanjang kira-kira tiga perempat mil atau 1,2 kilometer disambungkan menuju sumur Lancaster.[66] Setelah pasokan tersebut tersambung, pemadaman dapat dilanjutkan dengan volume air yang lebih besar.[66]
Pada 15 Oktober, 56 jenazah dibawa ke permukaan.[67] Ledakan, kebakaran, dan pembusukan membuat identifikasi sebagian korban sulit; barang pribadi digunakan ketika identifikasi visual tidak mungkin.[68] Museum Wales menyimpan sebuah jam yang ditemukan pada salah satu korban dan digunakan untuk mengidentifikasi jenazah.[1]
Ketiadaan kipas yang dapat membalik arah menjadi salah satu pokok penyelidikan. Laporan mencatat bahwa ketentuan hukum mengenai kemampuan membalik aliran belum dipenuhi, tetapi para anggota panel berbeda pendapat mengenai apakah pembalikan atau penghentian ventilasi setelah ledakan merupakan tindakan yang tepat.[4]
Laporan resmi menyusun peta lokasi korban dan mencatat dugaan mekanisme kematian berdasarkan posisi serta kondisi area. Peta tersebut mencatat sebaran lokasi korban di jaringan bawah tanah. Salinan laporan dan petanya tersedia di Wikimedia Commons.[69]
Operasi pengambilan berlangsung sampai akhir November.[70]
Skala bencana membuat identifikasi menjadi pekerjaan administrasi dan kemanusiaan yang sangat besar. Daftar pekerja yang turun pagi itu dibandingkan dengan orang yang sudah kembali ke permukaan. Nama, alamat, usia, pekerjaan, dan hubungan keluarga dicatat. Durham Mining Museum kemudian menghimpun daftar korban berdasarkan laporan inspektur tambang, catatan lokal, dan sumber lain.[71]
Ketika api tetap menyala, petugas membangun penghalang tebal dari karung pasir, tanah, dan material lain untuk membatasi asap serta mengubah kondisi ventilasi. Beberapa penghalang mencapai sekitar 5,5 meter panjang dan memenuhi lorong hingga atap.[66] Setelah dua hari, suhu dan volume asap di area tertentu menurun sehingga penjelajahan dapat dilanjutkan.
Runtuhan tetap menjadi ancaman. Salah satu jatuhan mengandung lebih dari seratus ton material, sedangkan runtuhan lain memanjang ratusan kaki dan mencapai tinggi belasan meter.[72]
Pemadaman berlangsung dalam keadaan yang sulit. Laporan resmi menilai persediaan respirator di tambang tidak memadai dan mengkritik tidak tersedianya pasokan air darurat yang cukup setelah pipa utama di sumur Lancaster rusak.[73] Pasokan baru kemudian dibuat dengan membentangkan pipa sekitar 1,2 km dari sebuah reservoir menuju sumur Lancaster.[74]
Pada 16 Oktober, anggota parlemen setempat dan tokoh South Wales Miners' Federation William Brace menyatakan bahwa prioritas operasi beralih pada pemadaman api karena jalur ke bagian barat tertutup dan peluang menemukan penyintas baru dinilai sangat kecil.[66] Pengambilan jenazah terus dilakukan selama beberapa minggu; menjelang akhir November pekerja yang selamat melakukan pemungutan suara untuk kembali bekerja meskipun sebagian pekerjaan sisi barat masih tidak berfungsi dan sejumlah korban belum ditemukan.[75]
Pemakaman pertama berlangsung pada 17 Oktober. Brown mencatat perkiraan bahwa sekitar 150.000 pelayat datang ke daerah tersebut pada akhir pekan berikutnya, ketika sebelas korban dimakamkan pada Sabtu dan delapan pada Minggu.[76]
Pada 8 November, distrik kerja pertama telah selesai dijelajahi dan dibersihkan dari jenazah.[77] Pada 17 November, distrik Mafeking dan Pretoria telah dijelajahi sepenuhnya, dan lebih dari 200 jenazah diangkat dalam dua hari sebelumnya. Pada 20 November, pengumuman resmi menyatakan 439 pekerja tambang meninggal dan 33 masih belum ditemukan; menjelang akhir bulan, sebelas jenazah masih hilang.[68][75]
Korban dan dampak sosial
Jumlah korban akhir yang umum diterima adalah 440 orang: 439 pekerja Universal Colliery yang tewas akibat ledakan, kebakaran, runtuhan, atau afterdamp, dan seorang anggota tim penyelamat yang meninggal ketika operasi masih berlangsung.[78] Angka itu menjadikan Senghenydd bencana pertambangan paling mematikan dalam sejarah Britania Raya.
Museum Wales mencatat 60 korban berusia di bawah 20 tahun dan delapan di antaranya baru berusia 14 tahun.[1]
Museum Wales menyebut bencana meninggalkan 205 janda, 542 anak, dan 62 orang tua tanggungan.[1] Dana bantuan kemudian dibentuk untuk menopang keluarga para korban.[79]
Dampak sering terkonsentrasi dalam satu rumah tangga. Brown mencatat dua belas rumah kehilangan seorang ayah dan seorang putra, sementara sepuluh rumah masing-masing kehilangan dua putra. Dalam satu keluarga, seorang perempuan berusia 18 tahun harus merawat enam saudara setelah ayah dan seorang saudara laki-lakinya meninggal; keluarga lain kehilangan seorang suami, dua putra, seorang saudara laki-laki, dan seorang penyewa rumah.[80]
Pada sensus 1911, Senghenydd berpenduduk 5.895 orang.[27] Bencana dua tahun kemudian menewaskan 440 orang yang berkaitan dengan operasi tambang dan penyelamatannya.[1]
Pemberitaan dan bantuan
Surat kabar menekankan beberapa unsur dramatis: kekuatan ledakan yang merusak mulut tambang, kerumunan perempuan dan anak-anak, keberanian regu penyelamat, serta kesulitan akibat gas dan api. The Times, Dundee Courier, South Wales Echo, dan banyak surat kabar lokal menerbitkan pembaruan berturut-turut.[81]
Arsip surat kabar menunjukkan bahwa berita juga beredar di wilayah imperium Britania dan negara lain. Surat kabar di Selandia Baru, misalnya, menerima telegram mengenai ledakan dan melaporkan ratusan pekerja yang terperangkap.[82]
Fotografer merekam mulut tambang, kerumunan, regu penyelamat, pemakaman, dan keluarga yang menunggu berita. W. Benton menerbitkan foto-fotonya sebagai seri kartu pos; National Library of Wales menyimpan 22 kartu dari seri tersebut dan menyebutnya sebagai contoh jurnalisme foto awal.[83]
John Benson dalam kajiannya mengenai amal setelah Senghenydd menyoroti bahwa dana bantuan bencana dapat menghasilkan hubungan paternalistik antara pengelola dana dan penerima.[79]
Pemimpin South Wales Miners' Federation Robert Smillie duduk sebagai salah satu asesor dalam penyelidikan resmi.[84]
Tokoh Partai Buruh seperti Keir Hardie juga terkait dengan respons publik. Hardie memiliki hubungan kuat dengan komunitas pertambangan Wales dan mengunjungi lokasi. Menurut biografi Caroline Benn, ia bahkan turun bersama salah satu kelompok yang terlibat dalam pekerjaan setelah bencana.[85]
Pada 15 Oktober, Menteri Dalam Negeri Reginald McKenna mengunjungi lokasi mewakili Raja George V, yang pada saat itu menghadiri pernikahan Pangeran Arthur dari Connaught dan Putri Alexandra, Duchess of Fife.[63]
Raja menyumbang £500 untuk dana bantuan. Pameran hadiah pernikahan kerajaan di St James's Palace kemudian mengenakan biaya masuk satu shilling dan menghasilkan sekitar £1.200 untuk dana tersebut.[67] Lord Mayor of Cardiff membuka penggalangan lokal, sementara Mansion House Fund di London mengumpulkan lebih dari £3.000 pada hari pertama.
Penyelidikan dan proses hukum
Penyelidikan resmi
Setelah operasi darurat memasuki tahap pemulihan, perhatian beralih pada pertanyaan sebab dan tanggung jawab. Pemerintah membentuk penyelidikan formal yang dipimpin oleh Sir Richard Augustine Studdert Redmayne, Kepala Inspektur Tambang. Ia didampingi Evan Williams sebagai wakil pemilik tambang dan Robert Smillie sebagai wakil pekerja.[84]
Penyelidik menggunakan peta tambang terperinci. Lokasi jenazah, arah penyangga yang roboh, bekas pembakaran, kerusakan pintu, dan pola debu dianalisis untuk menelusuri perjalanan gelombang ledakan.[21]
Salah satu pertanyaan terbesar adalah di mana tepatnya ledakan dimulai. Berdasarkan jejak, penyelidik mempersempit area tertentu di sisi barat. Firedamp dianggap bahan bakar awal yang paling masuk akal.[49] Tetapi mengapa gas berada dalam konsentrasi mudah meledak dan apa yang menyalakannya tetap diperdebatkan.
Penyelidik mempertimbangkan bahwa percikan dari alat sinyal mungkin menjadi sumber penyalaan.[5] Alternatif seperti percikan dari batu atau sumber lain tidak sepenuhnya dapat disingkirkan. Karena tidak ada saksi yang dapat menunjukkan titik penyalaan secara langsung, laporan tidak menyatakan kepastian mutlak.
Jika sumber penyalaan tetap tidak pasti, peran debu dalam memperbesar ledakan jauh lebih jelas. Pengalaman 1901 sudah menunjukkan bahaya yang sama. Jejak 1913 menunjukkan ledakan menjalar melalui area yang mengandung debu, dan laporan menilai bahwa debu membantu mempertahankan serta memperluas pembakaran.[21]
Kegagalan memasang sistem kipas yang dapat dibalik merupakan pelanggaran paling mudah dibuktikan.[4] Perusahaan telah menerima perpanjangan tenggat, tetapi tetap tidak memenuhi ketentuan.
Pemeriksaan dini hari juga dianalisis. Jarak menuju Mafeking membuat petugas memiliki waktu terbatas.[20] Penyelidikan menilai apakah pemeriksaan dilakukan sebagaimana mestinya dan apakah metode deteksi cukup untuk menemukan gas di rongga tinggi.
Laporan serta proses hukum menemukan kekurangan dalam catatan yang seharusnya memuat informasi tentang kondisi tambang.[9]
Penyelidikan akhirnya tidak menemukan bukti untuk satu penyebab tunggal yang sederhana. Firedamp dianggap terlibat, debu batu bara memperluas ledakan, dan sumber penyalaan listrik merupakan kemungkinan kuat. Pada saat yang sama, ditemukan pelanggaran Coal Mines Act dan kelemahan pengelolaan.[86]
Penyelidikan juga mengkritik kesiapan darurat. Kekurangan respirator dinilai telah mengurangi kemampuan regu memasuki wilayah yang dipenuhi afterdamp, sedangkan Redmayne menilai tambang yang dikenal bergas dan pernah mengalami ledakan besar seharusnya mempunyai pasokan air yang lebih baik untuk keadaan darurat.[73]
Pada jam-jam pertama setelah ledakan, Edward Shaw turun ke tambang dan ikut mengatur evakuasi. Lieven menulis bahwa tindakan Shaw memberinya tingkat penghormatan tertentu di kalangan komunitas pertambangan setempat.[54]
Duckham dan Duckham menggambarkan Shaw sebagai manajer yang sangat mampu, tetapi mengkritik kegagalannya menyelesaikan modifikasi kipas ventilasi dan keterlambatan memanggil regu penyelamat profesional sampai ia kembali ke permukaan.[87] Lieven juga menilai tindakan Shaw pada hari bencana memberinya penghormatan lokal, tetapi mungkin telah menambah jumlah korban.[54]
Laporan resmi menilai bahwa terdapat kelonggaran yang mengkhawatirkan dalam pengelolaan tambang.[88]
Pemeriksaan koroner dan penuntutan
Selain penyelidikan pemerintah, sistem hukum Britania mengharuskan pemeriksaan koroner atas kematian yang tidak wajar. Dua inquest awal dibuka segera setelah bencana—satu di Senghenydd untuk korban yang meninggal di tambang dan satu di Cardiff untuk mereka yang meninggal setelah dibawa ke rumah sakit—tetapi keduanya ditunda agar bukti dapat dikumpulkan.[66]
Pemeriksaan utama berlangsung selama lima hari mulai 5 Januari 1914 di bawah koroner David Rees. Sekitar 9.000 pertanyaan diajukan kepada 50 saksi, dan juri akhirnya memberikan putusan accidental death atau kematian karena kecelakaan.[70]
Penyelidikan pemerintah dibuka pada 2 Januari 1914. Setelah tiga hari sidang, proses ditunda agar pemeriksaan koroner dapat berjalan, kemudian dibuka kembali pada 27 Januari dan berlangsung hingga 21 Februari. Dalam 13 hari pengambilan bukti, sekitar 21.837 pertanyaan diajukan kepada 50 saksi.[89]
Setelah laporan diterbitkan, Home Office mengambil langkah penuntutan. Pada Mei 1914 Shaw menghadapi 17 dakwaan yang berkaitan dengan pelanggaran Coal Mines Act, sementara Lewis Merthyr Consolidated Collieries menghadapi empat dakwaan.[1]
Shaw dinyatakan bersalah atas delapan dakwaan. Pelanggaran yang berhasil dibuktikan termasuk kegagalan menjaga catatan lingkungan tambang secara memadai dan kegagalan mengganti lemari penyimpanan lampu yang rusak. Total dendanya £24.[9] Perusahaan dinyatakan bersalah atas satu dakwaan, yaitu tidak menyediakan ventilasi yang dapat membalik aliran udara sesuai ketentuan, dan didenda £10 dengan biaya £5 5 shilling.[1]
Merthyr Pioneer mengecam hasil pengadilan dengan membagi denda £24 yang dijatuhkan kepada Shaw dengan jumlah penambang yang meninggal. Surat kabar itu menerbitkan judul "Miners' Lives at 1/1¼ each", yakni sekitar satu shilling satu seperempat penny untuk setiap korban; Museum Wales kemudian merujuk perhitungan yang sama sebagai 5½ pence dalam mata uang desimal.[1][9]
Setelah bencana
Menjelang akhir November 1913, pekerja yang selamat melakukan pemungutan suara untuk kembali bekerja meskipun bagian barat masih tidak berfungsi penuh dan beberapa jenazah belum ditemukan.[75]
William Thomas Lewis, Baron Merthyr, meninggal pada Agustus 1914, kurang dari setahun setelah bencana.[31]
Meskipun dihukum denda, Shaw tetap menjadi manajer Universal Colliery. Ia melanjutkan posisinya sampai penutupan tambang pada 1928.[70]
Setelah dibuka kembali, Universal Colliery tidak pernah mencapai tingkat ketenagakerjaan sebelum ledakan dan ditutup pada 1928.[1][70]
Peringatan dan warisan
Pada 1981 National Coal Board meresmikan sebuah memorial untuk korban bencana. Monumen tersebut berupa replika struktur pengangkat tambang dengan tinggi sekitar 20 kaki atau 6 meter dan ditempatkan di dekat Nant-y-Parc Primary School, yang berdiri di bekas area tambang.[70]
Pada 2006 sebuah memorial lain didirikan untuk memperingati korban kedua bencana Universal Colliery, 1901 dan 1913.[70] Memorial tersebut memperingati 81 korban ledakan 1901 dan 440 korban yang berkaitan dengan bencana 1913.[70]
Menjelang peringatan seratus tahun, Aber Valley Heritage Group mengembangkan taman peringatan nasional di bekas lokasi tambang. Pusat taman adalah patung perunggu karya Les Johnson yang menggambarkan seorang anggota regu penyelamat membantu seorang penyintas. Patung dan taman tersebut diresmikan pada 14 Oktober 2013 oleh Menteri Pertama Wales Carwyn Jones.[10][70]
Selain itu terdapat path of memory dengan ubin untuk bencana tambang di seluruh Wales. Pemerintah Wales pada 2024 menyebut jalur itu memuat penanda bagi 152 bencana pertambangan.[10]
Pada 12 Maret 2024, taman tersebut ditambahkan ke Statutory Register of Historic Parks and Gardens for Wales sebagai situs Grade II, dengan nomor referensi PGW(Gm)78(CAE).[90] Penetapan ini mengakui nilai sejarah, komunal, dan desain taman.
Cadw menilai situs penting karena berada di tempat bencana pertambangan terburuk dalam sejarah Britania, memiliki hubungan kuat dengan komunitas, dan memainkan peran dalam menghubungkan masyarakat dengan masa lalu.[90] Pemerintah Wales sekaligus mengakui nama National Mining Disaster Memorial Garden of Wales.[10]
Aber Valley Heritage Museum di Senghenydd berfungsi sebagai pusat interpretasi sejarah lokal. Koleksinya terutama membahas dua bencana Universal Colliery, tetapi juga mencakup tambang Windsor, sejarah perang, olahraga, toko, bangunan, serta kehidupan sehari-hari lembah.[91]
Amgueddfa Cymru – Museum Wales menyimpan salah satu koleksi publik terbesar mengenai bencana. Basis data Images of Industry mencakup foto Universal Colliery, kartu pos bencana, kerumunan mulut tambang, prosesi pemakaman, memorial, dan benda terkait.[92]

Sastra, teater, dan media
Bencana menjadi latar atau tema karya sastra. Novel This Sweet and Bitter Earth karya Alexander Cordell (1977) dan karya berbahasa Wales Cwmwl dros y Cwm karya Gareth F. Williams (2013) menggunakan bencana atau lingkungan pertambangan Senghenydd sebagai bagian dari latarnya.[70]
Jurnalis dan penyiar Margaret Coles menulis drama panggung berdasarkan bencana yang pertama kali dipentaskan di Sherman Theatre, Cardiff, pada 1991.[70]
Pada peringatan seratus tahun 2013, BBC, ITV Wales, WalesOnline, dan media lain menerbitkan galeri foto, rekonstruksi sejarah, serta wawancara dengan keturunan korban. BBC menyebut Senghenydd sebagai bencana pertambangan terburuk Britania dan melaporkan peresmian memorial nasional.[93]
Fotografer W. Benton menghasilkan seri kartu pos yang mencakup mulut tambang, burung kenari untuk menguji udara, pekerja Salvation Army, perempuan yang menunggu, dan prosesi pemakaman.[83]
Lihat pula
- Pertambangan batu bara
- Keselamatan dan kesehatan kerja
- Metana
- Karbon monoksida
- Bencana tambang Courrières 1906
Referensi
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 "'Miners' lives at 5½p each': The Government Enquiry into the 1913 Senghenydd mine disaster". Amgueddfa Cymru – Museum Wales. 6 Juli 2012. Diakses tanggal 8 September 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Duckham & Duckham 1973, hlm. 158–175.
- ↑ Lieven 1994, hlm. 61–74.
- 1 2 3 4 Redmayne, Williams & Smillie 1914, hlm. 27–31.
- 1 2 3 4 Redmayne, Williams & Smillie 1914, hlm. 5, 14–16.
- ↑ Lieven 1994, hlm. 218–225.
- ↑ Duckham & Duckham 1973, hlm. 162–171.
- ↑ Brown 2009, hlm. 79–107.
- 1 2 3 4 5 Brown 2009, hlm. 134–141.
- 1 2 3 4 "Site dedicated to thousands of lives lost officially recognised as the National Mining Disaster Memorial Garden of Wales". Cadw. 12 Maret 2024. Diakses tanggal 8 September 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Davies 2007, hlm. 389, 458–459.
- ↑ Benson 1989, hlm. 17.
- 1 2 Duckham & Duckham 1973, hlm. 158.
- ↑ Bulmer 2015, hlm. 150.
- ↑ Davies 2007, hlm. 458–459.
- ↑ Llywelyn 2013, hlm. 13–14.
- 1 2 Benson 1989, hlm. 42.
- 1 2 Gresley 1883, hlm. 84, 268.
- 1 2 Jain, Cui & Domen 2015, hlm. 60.
- 1 2 3 4 Lieven 1994, hlm. 215–216.
- 1 2 3 4 Redmayne, Williams & Smillie 1914, hlm. 14–16.
- ↑ Duckham & Duckham 1973, hlm. 159.
- 1 2 Brown 2009, hlm. 66–70.
- 1 2 Llywelyn 2013, hlm. 20.
- ↑ Lieven 1994, hlm. 3.
- ↑ Lieven 1994, hlm. xi, 8.
- 1 2 3 4 Llywelyn 2013, hlm. 10.
- 1 2 Lieven 1994, hlm. 8–10.
- ↑ Brown 2009, hlm. 15.
- ↑ Redmayne, Williams & Smillie 1914, hlm. 4.
- 1 2 Williams 2004.
- 1 2 Duckham & Duckham 1973, hlm. 161.
- ↑ Duckham & Duckham 1973, hlm. 160.
- ↑ Redmayne, Williams & Smillie 1914, hlm. 6.
- ↑ Redmayne, Williams & Smillie 1914, hlm. 34–35.
- ↑ Gresley 1883, hlm. 180, 294–295.
- ↑ Lieven 1994, hlm. 61–63.
- ↑ Llywelyn 2013, hlm. 17–18.
- ↑ Lieven 1994, hlm. 73–74.
- ↑ Llywelyn 2013, hlm. 19–20.
- ↑ Llywelyn 2013, hlm. 19.
- ↑ Duckham & Duckham 1973, hlm. 160–161.
- ↑ Redmayne, Williams & Smillie 1914, hlm. 31.
- ↑ Lieven 1994, hlm. 216.
- ↑ Duckham & Duckham 1973, hlm. 161–162.
- ↑ Brown 2009, hlm. 75.
- ↑ Lieven 1994, hlm. 218.
- ↑ Brown 2009, hlm. 80.
- 1 2 Redmayne, Williams & Smillie 1914, hlm. 5.
- ↑ Lieven 1994, hlm. 218–222.
- ↑ Duckham & Duckham 1973, hlm. 162.
- 1 2 Brown 2009, hlm. 79.
- 1 2 Duckham & Duckham 1973, hlm. 163–164.
- 1 2 3 Lieven 1994, hlm. 220.
- ↑ Brown 2009, hlm. 76.
- ↑ Lieven 1994, hlm. 220–221.
- ↑ Redmayne, Williams & Smillie 1914, hlm. 20–21.
- ↑ Duckham & Duckham 1973, hlm. 164.
- ↑ Duckham & Duckham 1973, hlm. 164–165.
- 1 2 Lieven 1994, hlm. 224.
- ↑ Duckham & Duckham 1973, hlm. 167.
- ↑ Lieven 1994, hlm. 225.
- 1 2 Brown 2009, hlm. 92–95.
- ↑ Brown 2009, hlm. 156–157.
- ↑ Duckham & Duckham 1973, hlm. 171.
- 1 2 3 4 5 Brown 2009, hlm. 96–99.
- 1 2 Brown 2009, hlm. 95.
- 1 2 Brown 2009, hlm. 102.
- ↑ "Senghenydd-Explosion-Report-opt.pdf" (PDF). Wikimedia Commons. Diakses tanggal 8 September 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Llywelyn 2013, hlm. 148.
- ↑ "Colliery Disaster: Senghenydd, 14th October 1913". Durham Mining Museum. Diakses tanggal 8 September 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Brown 2009, hlm. 100.
- 1 2 Redmayne, Williams & Smillie 1914, hlm. 25, 32.
- ↑ Brown 2009, hlm. 92–99.
- 1 2 3 Lieven 1994, hlm. 255.
- ↑ Brown 2009, hlm. 96.
- ↑ Lieven 1994, hlm. 242.
- ↑ Duckham & Duckham 1973, hlm. 175.
- 1 2 Benson 1993, hlm. 5.
- ↑ Brown 2009, hlm. 102–103.
- ↑ Brown 2009, hlm. 92–100.
- ↑ "Mining Disaster". Southland Times. 16 Oktober 1913. Diakses tanggal 8 September 2026.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 "Senghennydd Disaster". National Library of Wales. Diakses tanggal 8 September 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 Redmayne, Williams & Smillie 1914, hlm. 3.
- ↑ Benn 1992, hlm. 320.
- ↑ Redmayne, Williams & Smillie 1914, hlm. 34–35, 40–41.
- ↑ Duckham & Duckham 1973, hlm. 162–163.
- ↑ Redmayne, Williams & Smillie 1914, hlm. 35.
- ↑ Redmayne, Williams & Smillie 1914, hlm. 3–5.
- 1 2 "Welsh National and Universal Mining Disaster Memorial Garden, Senghenydd". Cadw. Diakses tanggal 8 September 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Aber Valley Heritage Museum". Aber Valley Heritage Group. Diakses tanggal 8 September 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Universal Colliery Disaster 1913". Amgueddfa Cymru – Museum Wales. Diakses tanggal 8 September 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Senghenydd: Centenary of UK's worst pit disaster marked". BBC News. 14 Oktober 2013. Diakses tanggal 8 September 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Daftar pustaka
- Benn, Caroline (1992). Keir Hardie. London: Hutchinson. ISBN 978-0-09-175343-6.
- Benson, John (1989). British Coalminers in the Nineteenth Century: A Social History. London: Longman. ISBN 978-0-582-08340-0.
- Benson, John (1 November 1993). "Charity's Pitfalls: The Senghenydd Disaster". History Today. 43 (11): 5. ISSN 0018-2753.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Brown, John H. (2009). The Valley of the Shadow: An Account of Britain's Worst Mining Disaster, the Senghennydd Explosion. Port Talbot: Alun Books. ISBN 978-0-907117-06-3.
- Bulmer, Martin (2015). Mining and Social Change (Routledge Revivals): Durham County in the Twentieth Century. London: Routledge. ISBN 978-1-317-44848-8.
- Davies, John (2007). A History of Wales. London: Penguin Books. ISBN 978-0-14-028475-1.
- Duckham, Helen; Duckham, Baron (1973). Great Pit Disasters: Great Britain 1700 to the Present Day. Newton Abbot: David & Charles. ISBN 978-0-7153-5717-0.
- Gresley, William Stukeley (1883). A Glossary of Terms Used in Coal Mining. London: E. & F. N. Spon. OCLC 4977405.
- Jain, Ravi K.; Cui, Zengdi; Domen, Jeremy K. (2015). Environmental Impact of Mining and Mineral Processing: Management, Monitoring, and Auditing Strategies. Oxford: Elsevier. ISBN 978-0-12-804092-8.
- Lieven, Michal (1994). Senghennydd, The Universal Pit Village. Llandysul: Gwasg Gomer Press. ISBN 978-1-85902-043-2.
- Llywelyn, Jen (2013). Remember Senghenydd: The Colliery Disaster of 1913. Llanrwst: Gwasg Carreg Gwalch. ISBN 978-1-84524-208-4.
- Redmayne, R. A. S.; Williams, Evan; Smillie, Robert (1914). Causes of and Circumstance Attending the Explosion Which Occurred at the Senghenydd Colliery on Tuesday 14th October, 1913 (PDF) (Laporan). London: His Majesty's Stationery Office. OCLC 781406776.
- Williams, John (2004). "Lewis, William Thomas, first Baron Merthyr (1837–1914)". Oxford Dictionary of National Biography. Oxford University Press. doi:10.1093/ref:odnb/34523.
Pranala luar
- “Miners' lives at 5½p each” — Museum Wales
- Koleksi media Bencana tambang Senghenydd — Wikimedia Commons
- Laporan resmi penyelidikan 1914 — Wikimedia Commons
- National Mining Disaster Memorial Garden of Wales — Cadw
- Aber Valley Heritage Museum
