Minggu, 04 Oktober 2026
20:41 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Behaalotecha

Behaalotecha

Bagikan:
500px-Holman_Blowing_the_Trumpet_at_the_Feast_of_the_New_Moon_%28crop%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Meniupkan Terompet pada Perayaan Bulan Baru (ilustrasi dari Alkitab Holman 1890)

Behaalotecha, Beha'alotecha, Beha'alothekha, atau Behaaloscha (בְּהַעֲלֹתְךָ — Ibrani untuk "saat kau melangkah," kata ke-11, dan kata distinsif pertama, dalam parsyah tersebut) adalah Bacaan Taurat Mingguan (פָּרָשָׁה, parashah) ke-36 dalam siklus bacaan Taurat Yahudi tahunan dan ketiga dalam Kitab Bilangan. Parsyah tersebut mengisahkan Menorah di Tabernakel, penahbisan suku Lewi, Paskah Yahudi Kedua, bagaimana awan dan api memandu bangsa Israel, terompet-terompet perak, bagaimana bangsa Israel menghimpun perjalanan mereka, keluhan-keluhan bangsa Israel, dan bagaimana Miriam dan Aaron mempertanyakan Musa. Parsyah tersebut meliputi Bilangan 8:1–12:16. Bacaan tersebut terdiri dari 7.055 huruf Ibrani, 1.840 kata Ibrani dan 136 ayat dan dapat meliputi sekitar 240 baris dalam gulungan Kitab Taurat (סֵפֶר תּוֹרָה, Sefer Torah).[1]

Yahudi umumnya membacanya pada Akhir Mei atau Juni.[2] Karena parsyah tersebut berisi beberapa hukum Paskah Yahudi, Yahudi juga membaca sebagian parsyah tersebut, Bilangan 9:1–14 sebagai bacaan Taurat awal untuk hari keempat (חוֹל הַמּוֹעֵד, Chol HaMoed) Paskah Yahudi.

Catatan

  1. ↑ "Torah Stats — Bemidbar". Akhlah Inc. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-02-16. Diakses tanggal Maret 28, 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Parashat Beha'alotcha". Hebcal. Diakses tanggal Mei 30, 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan