Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu. Cari sumber: "Bedholan" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR |
Bedolan (atau bedholan) di dalam istilah pedalangan, menurut Ki Naryo Carito seorang dalang dari Kartasura dan pengajar pedalangan pada Sekolah Tinggi Seni Indonesia Surakarta, adalah cara mencabut wayang dari batang pisang oleh dalang.
Istilah yang maknanya hampir sama dengan bedolan dalam pergelaran wayang kulit purwa yaitu bedol jejer. Bedol jejer bisa diartikan suatu tindakan dalang untuk mengakhiri satu adegan tertentu, dengan mencabut (mbedol) wayang satu per satu. Bedol jejer sebagai tanda berakhirnya suatu pertemuan resmi dalam suatu kerajaan biasanya akan ditandai dengan permintaan gending oleh dalang dengan menggunakan sasmita tertentu. Dalam pergelaran wayang dikenal pula istilah bodolan atau budalan.
Artikel bertopik seni ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |