Selasa, 13 Oktober 2026
05:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Beasiswa Marshall

Beasiswa Marshall

Bagikan:
250px-George_Catlett_Marshall%2C_general_of_the_US_army.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
George C. Marshall, mantan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Beasiswa Marshall diambil dari namanya.

Beasiswa Marshall adalah beasiswa pascasarjana bagi "anak muda Amerika yang terpandang secara intelektual dan pemimpin masa depan negara mereka" untuk belajar di universitas mana pun di Inggris Raya.[1] Beasiswa ini dibuat oleh Parlemen Inggris pada tahun 1953 sebagai hadiah hidup untuk Amerika Serikat sebagai pengakuan atas kemurahan hati Menteri Luar Negeri George C. Marshall dan Rencana Marshall setelah Perang Dunia II, tujuan dari beasiswa ini adalah untuk memperkuat Hubungan Istimewa antara kedua negara untuk "kebaikan umat manusia di dunia yang bergolak ini."[2] Beasiswa ini diberikan oleh Komisi Peringatan Bantuan Marshall yang sebagian besar didanai oleh pemerintah Inggris.[3]

Dengan hampir 1.000 pelamar dalam beberapa tahun terakhir, beasiswa ini adalah salah satu beasiswa pascasarjana yang paling selektif untuk orang Amerika, dengan tingkat penerimaan sekitar 4 persen, dan paling rendah 3,2 persen pada tahun 2015.[4] Beasiswa ini secara luas dianggap sebagai salah satu beasiswa yang paling bergengsi untuk warga AS,[5][6][7] bersama dengan Beasiswa Fulbright menjadi beasiswa yang tersedia secara luas bagi orang Amerika untuk belajar di universitas mana pun di Inggris. Program ini juga merupakan beasiswa pendidikan pascasarjana Inggris utama yang pertama; sepertiga dari peserta perdana pada tahun 1954 adalah wanita.

Saat ini, ada lebih dari 1.900 alumni dari yang mendapatkan beasiswa Marshall.[8] Sampai saat ini, dua dari sembilan Hakim yang ada di Mahkamah Agung Amerika Serikat adalah alumni dari program beasiswa ini (Neil Gorsuch dan Stephen Breyer), sementara yang lain telah menjadi CEO terkemuka (LinkedIn dan Dolby Laboratories), anggota Kongres Amerika Serikat; anggota Presidensial Kabinet Amerika Serikat;Gubernur negara bagian; para Dekan Yale Law School, Stanford Law School, Harvard Kennedy School dan Harvard College; presiden di tujuh universitas atau perguruan tinggi, termasuk Duke University, Wellesley College, Cooper Union, dan Caltech. Mereka juga telah menjadi pemimpin baik dalam disiplin akademis maupun sebagai profesional, termasuk satu Pemenang Hadiah Nobel, empat Hadiah Pulitzer - penulis, dua pemenang John Bates Clark Medal untuk ekonom Amerika terbaik di bawah usia 40, selusin penerima penghargaan MacArthur Genius Grant, Presiden National Bureau of Economic Research, redaktur pelaksana dari majalah Time dan CNN serta editor berita internasional The New York Times, Astronaut termuda NASA, dua nominasi Oscar, satu pemenang National Medal of Technology and Innovation, serta salah satu penerima Distinguished Flying Cross untuk dinas selama Perang Irak.

Referensi

  1. ↑ "Marshall Scholarships 2012 Competition Statistical Report" (PDF). Marshall Scholarships. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2012-04-27.
  2. ↑ "Message from General George Marshall". www.marshallscholarship.org.
  3. ↑ Marshall Aid Commemoration Commission / Year ending 30 September 2016 / 63rd Annual Report. Marshall Aid Commemoration Commission. Maret 2017. ISBN 978-1-4741-4013-3. Diakses tanggal 16 Juni 2017.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Statistics". www.marshallscholarship.org. 2015. Diakses tanggal 2019-05-30.
  5. ↑ "Other Roads". The New York Times. 12 Januari 2003.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "10 Most Prestigious Scholarships In America". 26 Januari 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Ambassador Names Marshall Scholars". The New York Times. 15 Desember 1996.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ "Statistics".
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan