Selasa, 20 Oktober 2026
07:06 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Bau (dewi)

Bau (dewi)

Bagikan:
Bau
Dewi pelindung Lagash; dewi tabib
250px-Fragment_Bau_Louvre_AO4572.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung dada dewi, mungkin Bau, dari Girsu. Museum Louvre.
Simbolular, kalajengking, angsa
Pemujaan
Pusat pemujaanGirsu,[1] Lagash, later Kish
Keluarga
Orang tuaAnu
PasanganNinurta (di Lagash), Zababa (di Kiš)

Bau atau Baba (aksara paku: 𒀭𒁀𒌑 Dba-u2) adalah dewi pelindung Lagash di peradaban Mesopotamia.[2] Dia kemudian memperoleh peran sebagai dewi tabib, yang dia perankan bersama Gula, Ninisina, Ninkarrak dan Nintinugga.[1]

Arti nama Bau tidak diketahui,[3] sementara pembacaannya tidak pasti dan berbagai kemungkinan telah diajukan, termasuk Bau, Baba, Bawu dan Babu.[4] Sementara "Baba" adalah bacaan yang relatif umum dalam literatur, bukti yang mendukung dan menentangnya tidak meyakinkan.[5] Edmond Sollberger menganggap "Bawa" sebagai bentuk aslinya, dengan Baba menjadi pengucapan yang terakhir, mirip dengan perubahan dari Huwawa ke Humbaba.[6] Maurice Lambert menganggap Baba adalah bacaan Akkadia dan oleh karena itu dalam kesarjanaan seharusnya hanya digunakan dalam konteks Akkadia yang ketat.[6] Richard L. Litke menganggap "Bau" sebagai pengucapan yang paling mungkin.[7]

Referensi

  1. 1 2 Böck 2015, hlm. 3.
  2. ↑ Asher-Greve & Westenholz 2013, hlm. 237.
  3. ↑ Böck 2015, hlm. 4.
  4. ↑ Marchesi 2002, hlm. 161.
  5. ↑ Marchesi 2002, hlm. 161-163.
  6. 1 2 Marchesi 2002, hlm. 164.
  7. ↑ Marchesi 2002, hlm. 165.

Daftar pustaka

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan