Kamis, 22 Oktober 2026
13:22 WIB
TERKINI
Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal
Batu koral

Batu koral

Bagikan:
250px-The_Coral_Rock_at_Wiyoni_Beach.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Contoh batu koral di Pantai Wiyoni, Lamu, Kenya

Batu koral adalah jenis batuan sedimen yang terbentuk dari sisa-sisa karang dan organisme laut lainnya yang telah mengalami proses litifikasi atau pemadatan dalam jangka waktu geologis. Batu ini merupakan hasil dari akumulasi dan sementasi kalsium karbonat (CaCO₃), terutama dari kerangka hewan laut seperti karang dan moluska.

Asal dan Proses Pembentukan

Batu koral terbentuk di lingkungan laut dangkal yang kaya akan kehidupan biota laut. Ketika organisme seperti koral, moluska, dan foraminifera mati, kerangka mereka yang terdiri dari kalsium karbonat mengendap di dasar laut. Seiring waktu, endapan ini terkompaksi dan menjadi batuan sedimen.

Batu koral sering ditemukan di kawasan tropis dan subtropis, terutama di sekitar terumbu karang. Wilayah-wilayah pesisir seperti Karibia, Pasifik Selatan, dan Asia Tenggara menjadi lokasi utama ditemukannya batu ini dalam jumlah besar.

Ciri dan Komposisi

Secara umum, batu koral memiliki warna terang seperti putih hingga krem. Teksturnya bisa berpori dan ringan, tergantung dari tingkat sementasi dan ukuran butirnya. Komponen utama dari batu koral adalah aragonit dan kalsit, dua bentuk kristalin dari kalsium karbonat.

Kegunaan

Batu koral banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang, antara lain:

  • Sebagai bahan bangunan tradisional di wilayah pesisir[1]
  • Untuk hiasan taman dan lanskap
  • Dalam bidang konservasi lingkungan sebagai substrat buatan untuk restorasi terumbu karang
  • Dalam bentuk batu kecil (kerikil) untuk dekorasi akuarium dan media filter air

Dampak Lingkungan

Eksploitasi batu koral secara berlebihan dapat merusak ekosistem laut, terutama terumbu karang yang menjadi habitat bagi berbagai spesies laut. Aktivitas penambangan dapat menyebabkan erosi, hilangnya habitat, serta menurunnya keanekaragaman hayati pesisir.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Blanchon, Paul (2012). Reef Limestone and Coral Rock in Construction. Geological Society.
  2. ↑ Birkeland, Charles, ed. (2015). "Human-induced stress on coral reefs". Coral Reefs in the Anthropocene. Springer. hlm. 1–19.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan