Selasa, 20 Oktober 2026
06:30 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Ghassaniyah

Ghassaniyah

Bagikan:
Kerajaan Ghassaniyah
الغسانية
220–638
Bendera Ghassaniyah
Bendera
Spanduk perang Bani Ghassan selama Pertempuran Shiffin Ghassaniyah
Spanduk perang Bani Ghassan selama Pertempuran Shiffin
Lokasi Ghassaniyah
StatusNegara Klien Romawi Timur
Ibu kotaJabiyah
Bahasa umumArab Klasik
Agama Kristen Arab
PemerintahanMonarki
Raja 
• 220-265
Jafna ibn Amr
• 632-638
Jabalah ibn al-Aiham
Sejarah 
• Pembentukan
220
• Klien Romawi Timur
473
636
• Dianeksasi Kekhalifahan Rashidun
638
Didahului olehDigantikan oleh
Arabia Petraea
klfKekhalifahan
Rasyidin

Ghassaniyah (bahasa Arab: الغاسنية) (al-Ghassāniyah, juga Banū Ghassān "Anak-anak Ghassān") adalah kelompok suku Kristen Arab Selatan yang terhellenisasi dan kemudian teromanisasi. Mereka bermigrasi pada awal abad ke-3 dari Yaman menuju Suriah, Yordania, Lebanon dan Tanah Suci. Di sana mereka bercampur dengan komunitas-komunitas Kristen Awal penutur bahasa Yunani. Nama Ghassān merujuk kepada kerajaan suku Ghassaniyah, yang merupakan kerajaan Kristen Arab kuno di Levant.

Kerajaan Ghassaniyah

Ghassaniyah menjadi negara klien Kekaisaran Romawi Timur dan bertempur bersama melawan Sassaniyah Persia dan sekutu Arab sepeti, Lakhmid. Kerajaan Ghassaniyah juga bertindak sebagai zona penyangga yang melindungi tanah-tanah yang telah dianeksasi oleh Romawi terhadap serangan oleh suku-suku Badui. Setelah Pertempuran Yarmuk pada 636, suku-suku Ghassaniyah mengalami perpecahan. Beberapa dari suku-suku Arab Kristen memihak tentara Muslim dengan membebaskan mereka dari membayar jizya (جزية). Jizya adalah bentuk pajak yang dibayar oleh non-Muslim sedangkan Muslim membayar bentuk pajak lain yang disebut Zakat (زكاة). Belakangan mereka yang tetap Kristen bergabung dengan komunitas Melkite Syria. Sisa-sisa Ghassaniyah tersebar di seluruh Asia Kecil.

Raja-raja Ghassaniyah

Ghassanid_kingdom.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Wilayah Kerajaan Ghassaniyah pada tahun 565 M.
250px-Arabischer_Maler_um_1335_003.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Raja Ghassaniyah Jabalah al Harith dalam tenda

Raja-raja sebelumnya adalah penguasa tradisional, tanggal berkuasa tidak diketahui secara pasti.

  1. Jafnah I ibn 'Amr (220–265)
  2. 'Amr I ibn Jafnah (265–270)
  3. Tha'labah ibn Amr (270–287)
  4. al-Harith I ibn Tha'labah (287–307)
  5. Jabalah I ibn al-Harith I (307–317)
  6. al-Harith II ibn Jabalah "ibn Maria" (317–327)
  7. al-Mundhir I Senior ibn al-Harith II (327–330) berkuasa bersama
  8. al-Aiham ibn al-Harith II (327–330) berkuasa bersama
  9. al-Mundhir II Junior ibn al-Harith II (327–340) berkuasa bersama
  10. al-Nu'man I ibn al-Harith II (327–342) berkuasa bersama
  11. 'Amr II ibn al-Harith II (330–356) berkuasa bersama
  12. Jabalah II ibn al-Harith II (327–361) berkuasa bersama
  13. Jafnah II ibn al-Mundhir I (361–391) dengan al-Nu'man II ibn al-Mundhir I (361-362) berkuasa bersama
  14. al-Nu'man III ibn 'Amr ibn al-Mundhir I (391–418)
  15. Jabalah III ibn al-Nu'man (418–434)
  16. al-Nu'man IV ibn al-Aiham (434–455) berkuasa bersama
  17. al-Harith III ibn al-Aiham (434–456) berkuasa bersama
  18. al-Nu'man V ibn al-Harith (434–453) berkuasa bersama
  19. al-Mundhir II ibn al-Nu'man (453–472) berkuasa bersama
  20. 'Amr III ibn al-Nu'man (453–486) berkuasa bersama
  21. Hijr ibn al-Nu'man (453–465)
  22. al-Harith IV ibn Hijr (486–512)
  23. Jabalah IV ibn al-Harith (512–529)
  24. al-Amr IV ibn Machi (Mah'shee) (529)
  25. al-Harith V ibn Jabalah (529–569)
  26. al-Mundhir III ibn al-Harith (569–581) berkuasa bersama
  27. Abu Kirab al-Nu'man ibn al-Harith (570–582) berkuasa bersama
  28. al-Nu'man VI ibn al-Mundhir (581–583)
  29. al-Harith VI ibn al-Harith (583)
  30. al-Nu'man VII ibn al-Harith Abu Kirab (583–?)
  31. al-Aiham ibn Jabalah (? –614)
  32. al-Mundhir IV ibn Jabalah (614–?)
  33. Sharahil ibn Jabalah (? –618)
  34. Amr IV ibn Jabalah (628)
  35. Jabalah V ibn al-Harith (628–632)
  36. Jabalah VI ibn al-Aiham (632–638)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan