Minggu, 04 Oktober 2026
00:36 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Bangsa tituler

satu kelompok etnik dominan di negara tertentu, biasanya negara dinamai berdasarkan nama etnik tersebut

Bagikan:

Bangsa tituler adalah satu kelompok etnik dominan di negara tertentu, biasanya negara tersebut dinamai berdasarkan nama etnik tersebut. Istilah ini pertama kali digunakan oleh Maurice Barrès pada akhir abad ke-19.

Uni Soviet

Gagasan tersebut digunakan di Uni Soviet untuk mencirikan bangsa yang namanya diadopsi oleh entitas otonom di dalam Uni Soviet: republik Soviet, republik otonom, daerah otonom, dsb., misalnya RSS Byelorusia untuk orang Belarus.

Sebuah etnik dapat menjadi bangsa tituler di Uni Soviet jika memenuhi kriteria tertentu dalam hal jumlah populasi dan kepadatan titik permukimannya. Bahasa dari sebuah bangsa tituler dinyatakan sebagai bahasa resmi tambahan (setelah bahasa Rusia) di unit administratif yang bersangkutan.

Dalam sejumlah kasus, di daerah tertentu yang sangat multi-etnik, semisal Kaukasus Utara, gagasan bangsa tituler menimbulkan kesenjangan intrinsik antara bangsa tituler dan non-tituler, khususnya sejak diperkenalkannya politik "korenizatsiya" pada tahun 1920-an, menurut program tersebut perwakilan dari suatu bangsa tituler akan dipromosikan ke posisi manajemen. Dari tahun 1930-an, kebijakan-kebijakan Uni Soviet menyebabkan keberlanjutan Rusifikasi terhadap penduduk asli di Uni Soviet.

Tiongkok

Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok telah mengadopsi beberapa prinsip di balik konsep Uni Soviet dalam kebijakan minoritas etnik-nya—lihat Pembagian administratif otonom di Tiongkok.

Yugoslavia

Republik-republik federal di Yugoslavia Sosialis dianggap sebagai negara bangsa dari bangsa-bangsa yang tertuang dalam konstitusi.[1] Setelah keruntuhan Yugoslavia, hanya Bosnia dan Herzegovina yang tidak mendefinisikan dalam konstitusinya sebagai negara bangsa dari bangsa titulernya.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Stephen Tierney (8 Oktober 2015). Nationalism and Globalisation. Bloomsbury Publishing. hlm. 81. ISBN 978-1-5099-0206-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan