Selasa, 22 September 2026
12:16 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara

Princely state

jenis negara vasal di India Britania

Princely state (dapat diterjemahkan menjadi "wilayah kerajaan") adalah entitas di India yang tidak diperintah langsung oleh Imperium Britania, tetapi oleh penguasa lokal yang tunduk kepada Britania. Hubungan ini biasa terbentuk setelah penguasa lokal membuat perjanjian dengan Britania.[1] Pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19, Britania semakin membatasi kedaulatan penguasa-penguasa India; East India Company dapat menentukan batas, mengambil sumber daya alam, memperoleh bantuan militer, meminta subsidi atau upeti, dan membeli barang dengan harga yang menguntungkan.[1] Dengan menerapkan sistem kekuasaan tidak langsung ini, Britania dapat mengalihkan dana dan personil untuk memperoleh jajahan di Malaya dan Afrika.[2]

Menjelang kemerdekaan India pada tahun 1947, terdapat 565 wilayah kerajaan, tetapi sebagian besar telah mengontrak Viceroy India untuk menyediakan layanan publik dan memungut pajak. Sekitar dua ratus negara memiliki luas kurang dari 25 kilometer persegi (10 mil persegi).[3] Hanya 21 wilayah kerajaan yang memiliki pemerintahan, dan di antara 21 negara itu hanya 5 negara yang dapat dianggap sebagai negara besar (Hyderabad, Mysore, Baroda, Gwalior dan Jammu dan Kashmir). Wilayah-wilayah kerajaan bergabung dengan India atau Pakistan antara tahun 1947 hingga 1949. Proses penggabungan ini berlangsung damai, kecuali di Jammu dan Kashmir (yang telah memutuskan untuk bergabung dengan India, tetapi kemudian diserbu oleh milisi suku yang berbasis di Pakistan yang dikenal dengan Konflik Kashmir) [4] dan Hyderabad (Operasi Polo).

Lima Wilayah Kerajaan terbesar dalam Pemerintahan Pusat India Britania[5][6][7][8]
Wilayah kerajaanArea

(mil)

Populasi (1941)Perkiraan pendapatan negara
(dalam seratus ribu Rupee)
Gelar, Etnis dan Agama Penguasa WilayahWilayah saat ini
Negara Baroda13,8663,343,477 (sebagian besar Hindu, dengan populasi Muslim yang juga besar)323.26Maharaja, Maratha, HinduVadodara
Negara Hyderabad82,69816,338,534 (mayoritas Hindu, minoritas Muslim)1582.43Nizam, Turk, Islam SunniHyderabad
Jammu dan Kashmir84,4714,021,616 (mayoritas Muslim, dengan populasi besar Hindu dan Buddha)463.95Maharaja, Dogra, HinduJammu & Kashmir
Kerajaan Myosore29,4587,328,896 (sebagian besar Hindu, dengan populasi besar Muslim Muslim dan Lingayat)1001.38Wodeyar dan Maharaja, Kannadiga, HinduMysore

(Karnataka)

Negara Gwalior26,3974,006,159 (sebagian besar Hindu, dengan populasi besar Muslim)356.75Maharaja, Maratha, HinduGwalior
Total236,89035,038,6823727.77

Lihat pula

Catatan kaki

  1. 1 2 Ramusack 2004, hlm. 85
  2. Ramusack 2004, hlm. 87
  3. Markovits, Claude (2004). A history of modern India, 1480–1950. Anthem Press. hlm. 386–409.
  4. Bajwa, Kuldip Singh (2003). Jammu and Kashmir War, 1947-1948: Political and Military Perspectiv. New Delhi: Hari-Anand Publications Limited. hlm. http://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=7bREjE5yXNMC&oi=fnd&pg=PA21&dq=dogra+1948+tribal+pakistan+invasion&ots=B8Ib4XPpLr&sig=y_lQsLt4gQB-c32WiCgbnb7ZNh8#v=onepage&q=dogra%201948%20tribal%20pakistan%20invasion&f=false.
  5. Imperial Gazetteer of India vol. IV 1907, hlm. 92
  6. "Mysore," Indian States and Agencies, The Statesman's Year Book 1947, pg 173, Macmillan & Co.
  7. "Jammu and Kashmir," Indian States and Agencies, The Statesman's Year Book 1947, pg 171, Macmillan & Co.
  8. "Hyderabad," Indian States and Agencies, The Statesman's Year Book 1947, pg 170, Macmillan & Co.

Daftar pustaka

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Princely states of India.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan