Minggu, 01 November 2026
21:52 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Bangabandhu-1

Bangabandhu-1

Bagikan:


Bangladesh Satellite-1
330px-Bangabandhu_Satellite-1_Mission_%2842025499722%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Roket Falcon 9 meluncurkan satelit Bangladesh-1
Jenis misiSatelit Komunikasi
OperatorBangladesh Communication Satellite Company Limited
COSPAR ID2018-044A
SATCAT no.43463
Situs webBangladesh Communication Satellite Company Limited, BCSCL, Bangabandhu Satellite Project
Durasi misi15 tahun
Properti wahana
BusSpacebus-4000B2
ProdusenThales Alenia Space
Massa luncur~3.709 kg (8.177 pon)
Daya6kW
Awal misi
Tanggal luncur11 Mei 2018, 20:14 UTC[1]
Roket peluncurFalcon 9 Block 5[2]
Tempat peluncuranKennedy Space Center Launch Complex 39A
KontraktorSpaceX
Parameter orbit
Sistem orbitGEO
Bujur orbit119.09°E
Eksentrisitas orbit0.0001
Ketinggian perigee35789.3 km
Ketinggian apoogee35798.5 km
Periode1,436.1 menit
Kecepatan3.07 km/s
Epoch6 Juni 2018
Transponder
Pita14 C band, 26 Ku band
 

Satelit Bangladesh-1 adalah satelit komunikasi geostasioner pertama yang dimiliki oleh Bangladesh. Satelit ini diproduksi oleh Thales Alenia Space dan berhasil diluncurkan pada tanggal 11 Mei 2018. Proyek ini dilaksanakan oleh Komisi Regulasi Telekomunikasi Bangladesh (BTRC) yang bekerja sama dengan Space Partnership International, LLC. yang berbasis di AS dan merupakan satelit pertama yang diluncurkan oleh roket Falcon 9 Block 5 milik SpaceX.[3]

Pemerintah Bangladesh membentuk badan usaha milik negara bernama Bangladesh Communication Satellite Company Limited, BCSCL dengan tugas mengoperasikan satelit Bangladesh-1.[4]

Bangladesh-1 diluncurkan dari Kennedy Space Center yang terletak di Pulau Merrit, Florida, AS dan menggunakan pusat kendali yang dibangun oleh Thales Alenia Space bersama Spectra Primary Ground Station di Gazipur dan pusat kendali cadangan di Betbunia, Rangamati. Satelit ini menggunakan basis bus Spacebus-400B2 dan sekarang berada di atas bujur 119.09 BT

Gambaran

Satelit Bangabandhu-1 awalnya direncanakan untuk diluncurkan menggunakan roket Ariane 5 pada tanggal 16 Desember 2017, sekaligus untuk merayakan hari Kemenangan Bangladesh. Akibat kurangnya jaminan dari Arianespace untuk peluncuran pada tanggal tersebut, BTRC memilih untuk mengganti kendaraan peluncur Bangabandhu-1 menjadi roket Falcon 9.[5] Satelit ini direncanakan beroperasi di slot orbit geostasioner 119,1° Bujur Timur. Nama satelit ini berasal dari nama Bapak Bangsa Bangladesh, Sheikh Mujibur Rahman, atau yang sering disebut Bangabandhu. Bangabandhu-1 dirancang dan diproduksi oleh Thales Alenia Space yang kemudian diluncurkan oleh SpaceX. Total biaya pembuatan dan peluncuran satelit diproyeksikan mencapai 248 juta dolar AS pada tahun 2015, dengan bantuan pinjaman melaluiHSBC Holdings plc sebesar 188,7 juta dolar AS.[6] Satelit Bangabandhu-1 membawa muatan total 40 transponder Ku-band dan C-band dengan kapasitas 1.600 megahertz dan masa pakai yang diperkirakan hingga lebih dari 15 tahun.[7][8][9][10] Satelit ini akan memperluas cakupan Ku-band di seluruh wilayah Bangladesh dan perairan di sekitarnya termasuk Teluk Bengal, Nepal, Bhutan, Sri Lanka, Filipina, negara-negara bagian di India Timur (Benggala Barat, Assam, Meghalaya, Mizoram, Tripura, Nagaland, Arunachhal Pradesh) dan Indonesia. Cakupan ini ditambah dengan cakupan C-band untuk semua area yang telah disebutkan di atas.

250px-thumbnail.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pusat kendali satelit Bangabandhu-1 di Gazipur

Peta posisi satelit

500px-Bangabandhu-1_Satellitle_Position_and_Coverage.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Posisi Bangabandhu Satellite-1 dan area jangkauannya

Peluncuran

250px-Bangabandhu_Satellite-1_Mission_%2842025498972%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peluncuran Satelit Bangabandhu-1

Satelit Bangabandhu-1 diluncurkan pada pukul 20:14 UTC pada 11 Mei 2018 (03.14 WIB pada 12 Mei 2019), menggunakan kendaraan peluncur SpaceX Falcon 9 dari Kennedy Space Center.[2] Satelit ini adalah muatan pertama yang diluncurkan menggunakan varian roket Falcon 9 Block 5 yang baru.[11][12]

Satelit ini awalnya akan diluncurkan pada tanggal 10 Mei 2018, namun roket yang membawanya mengalami pembatalan misi otomatis saat beralih ke sumber daya dan kontrol internal, 58 detik sebelum peluncuran. Segera setelah itu, peluncuran roket ditunda hingga 24 jam berikutnya, hingga akhirnya berhasil diluncurkan pada 11 Mei 2018.[13]

Setelah suksesnya peluncuran satelit, Bangladesh mulai menerima sinyal uji coba darinya pada tanggal 12 Mei 2018. Pusat kendali telah dibangun di Bangladesh untuk mengendalikan satelit di Kota Gazipur. Sebuah pusat kendali cadangan juga dibangun di Betbunia, Rangamati .[14]

Referensi

  1. ↑ "SpaceX launch of first "block 5" Falcon 9 rocket scrubbed to Friday". Diakses tanggal 12 Mei 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Krebs, Gunter. "Bangabandhu 1 (BD 1)". Gunter's Space Page. Diakses tanggal 22 November 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "SpaceX launches Bangabandhu-1 with most powerful Falcon 9 rocket". The Daily Star (dalam bahasa Inggris). 13 Mei 2018. Diakses tanggal 19 Mei 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Official Website of Bangabandhu Satellite -1 Operator Company : Bangladesh Communication Satellite Company Limited, BCSCL". 3 Maret 2018. Diarsipkan dari asli tanggal 28 Mei 2018. Diakses tanggal 28 Mei 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "How Bangladesh became SpaceX's first Block 5 Falcon 9 customer". SpaceNews.com. 9 Mei 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Mahmud, Faisal (12 Mei 2018). "Bangladesh to join space age amid skepticism about costs". Nikkei Asian Review. The government borrowed 157.5 million euros ($188.7 million) from HSBC Holdings to finance the satellite.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Bangabandhu satellite deal inked with French firm". Diakses tanggal 11 November 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ "Bangabandhu-satellite-equipment-purchase-deal-signed". Diakses tanggal 11 November 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "BTRC-Thales Alenia deal over Bangabandhu Satellite signed". Diarsipkan dari asli tanggal 15 November 2015. Diakses tanggal 11 November 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ "Bangladesh Taps Thales Alenia To Build 1st Telecom Satellite". Diakses tanggal 11 November 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ "Příprava na Block 5 probíhá na několika místech". www.kosmonautix.cz (dalam bahasa Ceko). 15 Maret 2018. Diakses tanggal 23 Maret 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ "SpaceX to launch Bangabandhu-1 satellite atop Block 5, the most powerful Falcon 9 rocket to date". PBS News Hour. 11 Mei 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ "Bangabandhu-1 successfully launched by first Block 5 Falcon 9 – SpaceX's goal of affordable access to space". NASASpaceFlight.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 19 Mei 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ "Bangladesh receives test signal from Bangabandhu-1 satellite". bdnews24.com. Diakses tanggal 12 Mei 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan