Kamis, 05 November 2026
15:57 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Bandul

Bandul

Bagikan:
250px-Simple_gravity_pendulum.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bandul yang mengalami osilasi ayunan.
250px-Oscillating_pendulum.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bandul yang mempunyai arah vektor kecepatan (v) dan percepatan (a)

Bandul adalah benda yang terikat pada sebuah tali dan dapat berayun secara bebas dan periodik yang menjadi dasar kerja dari sebuah jam dinding kuno yang mempunyai ayunan. Galileo Galilei dikenal sebagai ilmuwan yang berhasil menemukan pendulum (bandul) yang berfungsi membantu penelitian tentang benda luar angkasa. Akan tetapi Beberapa sumber lain menyatakan, Ibnu Yunus al-Mahsri menggunakan sebuah bandul untuk mengukur waktu.[1][2] Kemudian buku bertajuk Sejarah Islam yang Terlupakan terbitan Camel Books, Ibnu Yunus menemukan mekanisme pendulum pada abad ke-10. Dia diyakini orang pertama yang mempelajari cara gerakan bergetarnya. Hasil perhitungannya digunakan dalam jam yang diperkenalkan oleh ahli ilmu fisika muslim selama abad ke-15.

. Dalam bidang fisika, prinsip ini pertama kali ditemukan pada tahun 1602 oleh Galileo Galilei, bahwa perioda (lama gerak osilasi satu ayunan, T) dipengaruhi oleh panjang tali dan percepatan gravitasi mengikuti rumus:

T ≈ 2 π L g θ ( s u d u t − a y u n a n ) << 1 {\displaystyle T\approx 2\pi {\sqrt {\frac {L}{g}}}\qquad \qquad \qquad \theta (sudut-ayunan)<<1\,} {\displaystyle T\approx 2\pi {\sqrt {\frac {L}{g}}}\qquad \qquad \qquad \theta (sudut-ayunan)<<1\,}

di mana L {\displaystyle L} {\displaystyle L} adalah panjang tali dan g {\displaystyle g} {\displaystyle g} adalah percepatan gravitasi.

Periode berayun

120px-Pendulum_30deg.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Pendulum_60deg.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Pendulum_120deg.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Pendulum_170deg.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Periode berayun menjadi lebih panjang ketika amplitudo θ0 (lebar ayunan) bertambah.
250px-Pendulum_10_degree.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Pendulum_45_degree.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Pendulum_90_degree.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Periode berayun menjadi lebih panjang ketika amplitodo θ0 (lebar ayunan) bertambah. Periode dihitung dengan T ≈ 2 π L g {\displaystyle T\approx 2\pi {\sqrt {\frac {L}{g}}}} {\displaystyle T\approx 2\pi {\sqrt {\frac {L}{g}}}}.

Periode berayun sebuah bandul ditentukan oleh panjang bandul, kekuatan gravitasi dan amplitudo θ0 (lebar ayunan).[3] Periode tidak tergantung kepada massa bandul. Jika amplitudo terbatas oleh ayunan yang kecil, periode T bandul sederhana, waktu yang diperlukan untuk satu siklus lengkap adalah:[4]

T ≈ 2 π L g θ 0 ≪ 1 ( 1 ) {\displaystyle T\approx 2\pi {\sqrt {\frac {L}{g}}}\qquad \qquad \qquad \theta _{0}\ll 1\qquad (1)\,} {\displaystyle T\approx 2\pi {\sqrt {\frac {L}{g}}}\qquad \qquad \qquad \theta _{0}\ll 1\qquad (1)\,}

di mana L adalah panjang bandul, dan g adalah gaya gravitasi.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Good, Gregory (1998). Sciences of the Earth: A-G (dalam bahasa Inggris). Psychology Press. ISBN 978-0-8153-0062-5.
  2. ↑ Newton, Roger G. (2004). Galileo's pendulum : from the rhythm of time to the making of matter. Internet Archive. Cambridge, Mass. : Harvard University Press. ISBN 978-0-674-01331-5.
  3. ↑ Milham, Willis I. (1945). Time and Timekeepers. MacMillan., p.188-194
  4. ↑ Hall, David (1997). Fundamentals of Physics, 5th Ed. New York: John Wiley & Sons. hlm. 381. ISBN 0-471-14854-7.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  • Michael R. Matths, Arthur Stinner, Colin F. Gauld (2005) The Pendulum: Scientific, Historical, Philosophical and Educational Perspectives, Springer
  • Galileo's Pendulum: From the Rhythm of Time to the Making of Matter.
  • Sejarah Islam Yang Terlupakan - Camel Books

Michael R. Matthews, Colin Gauld and Arthur Stinner (2005), The Pendulum: Its Place in Science, Culture and Pedagogy. Science & Education, 13, 261-277.


Ikon rintisan

Artikel bertopik fisika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan