Kamis, 05 November 2026
00:15 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Bancet rawa

Bancet rawa

Bagikan:
Bancet Rawa
250px-Occid_sumat_110211-12116_cmp.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bancet rawa, Occidozyga sumatrana
dari Leuweung Kolot, Cibungbulang, Bogor
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
O. sumatrana
Nama binomial
Occidozyga sumatrana
(Peters, 1877)
Artikel takson sembarang

Bancet rawa (Occidozyga sumatrana) adalah nama spesies kodok anggota suku Dicroglossidae. Kodok ini tersebar di Sumatra, Jawa, dan Bali; kemungkinan juga di Kalimantan dan Semenanjung Malaya hingga sejauh Benggala Barat (India) dan Cina selatan.[1]

Pengenalan

Bancet berukuran kecil, panjang tubuh (SVL, snout-vent length) jantan dewasa 20–30 mm, betina dewasa 35–45 mm. Dibedakan dari kerabatnya, O. laevis, dari ukurannya yang lebih kecil, kulitnya yang berbintil, dan ujung jari kakinya yang lebih besar.[2]

Kepala berukuran kecil. Jari kaki berselaput penuh hingga ke piringan di ujung jari. Rahang bawah halus tanpa tonjolan serupa gigi yang membesar. Kulit dengan sedikit tonjolan (bintil), tetapi tanpa adanya tanda-tanda lipatan (di punggung) kecuali lipatan supratimpanik. Timpanum (gendang telinga) tersembunyi.[2]

Kecebong

Kecebongnya sangat mirip O. laevis, dengan mulut kecil serupa tabung. Tungkai belakang tumbuh segera; kecebong kecil sering kali telah memiliki kaki belakang yang lengkap.[2]

Ekologi dan konservasi

Bancet rawa biasanya ditemukan pada genangan kecil di hutan atau belukar terbuka. Katak dewasa dan kecebong memangsa aneka serangga dan tempayaknya. Meskipun tidak langka, katak ini jarang ditemukan dalam jumlah banyak.[2]

IUCN menyatakan bahwa populasi katak ini cenderung menurun, sejalan dengan hilangnya hutan dataran rendah.[3]

Catatan taksonomis

Pada masa lalu jenis ini dimasukkan sebagai bagian dari kompleks Occidozyga laevis. Jenis yang terakhir ini, sekarang diyakini hanya menyebar terbatas di Filipina. Populasi-populasi yang semula dianggap sebagai O. laevis di Semenanjung Malaya hingga India dan Cina selatan, kemungkinan termasuk ke dalam O. sumatrana.[1][2]

Catatan kaki

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Occidozyga sumatrana.
  1. 1 2 Amphibian Species of The World: Occidozyga sumatrana (Peters, 1877)
  2. 1 2 3 4 5 Iskandar, D.T. 1998. The Amphibians of Java and Bali. p 79-80. Research and Development Centre for Biology – LIPI. Bogor.
  3. ↑ Iskandar, D. & Mumpuni 2004. Occidozyga sumatrana. In: IUCN 2010. IUCN Red List of Threatened Species. Version 2010.4. Downloaded on 15 February 2011.

Galeri foto


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan