Sabtu, 26 September 2026
18:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Berudu

Berudu

"Kecebong" beralih ke halaman ini. Untuk julukan pendukung Joko Widodo, lihat Cebong.
250px-Litoria_littlejohni_tadpole.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Berudu kodok.

Berudu atau kecebong adalah tahap pra-dewasa (larva) dalam daur hidup amfibia. Berudu eksklusif hidup di air dan berespirasi menggunakan insang, seperti ikan. Tahap akuatik (hidup di perairan) inilah yang membuat amfibia memperoleh namanya (amphibia = "hidup [pada tempat] berbeda-beda").

Kebanyakan berudu herbivora, memakan alga dan bagian-bagian tumbuhan. Beberapa spesies merupakan omnivora (pemakan segala).

Budaya populer

Di Indonesia, kecebong/cebong adalah label yang digunakan untuk menyebut (dengan maksud mengolok) pendukung Joko Widodo sejak Pilpres 2014 lalu. Sebutan ini muncul dari kalangan oposisi dengan terinspirasi oleh fakta bahwa beliau gemar memelihara kodok ketika menjadi wali kota Solo dan gubernur Jakarta. Oleh karenanya, segelintir orang menyebut Jokowi sebagai 'raja kodok', sementara cebong/cebongers untuk menyebut pengikutnya.[1] Beberapa tokoh masyarakat telah mengusulkan agar sebutan-sebutan ini dihentikan.[2]

Catatan kaki

  1. ↑ Welle (www.dw.com), Deutsche. "'Cebong' Alias Berudu dan Label Politik Olok-olokan | DW | 27.06.2018". DW.COM. Diakses tanggal 2019-04-14.
  2. ↑ Stefanie, Christie. "'Cebong dan Kampret', Sinisme Dua Kubu Nihil Gagasan". CNN Indonesia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-04-14.

Bacaan lanjutan

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Tadpole.
Lihat entri berudu di kamus bebas Wikikamus.
  • McDiarmid, Roy W.; Altig, Ronald, ed. (1999). Tadpoles: the Biology of Anuran Larvae. Chicago: University of Chicago Press. ISBN 0226557634.


Ikon rintisan

Artikel bertopik amfibi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan