Minggu, 01 November 2026
05:19 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Bambang Suhendro

Bambang Suhendro

Bagikan:
Prof. Ir. Bambang Suhendro, MSc, Ph.D
250px-Prof._Ir._Bambang_Suhendro.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prof. Ir. Bambang Suhendro,MSc, PhD di ICST (International Conference on Science and Technology), 2017
PendidikanUniversitas Gadjah Mada, Michigan State University
PekerjaanInsinyur, dosen

Prof. Ir. Bambang Suhendro, MSc., PhD adalah seorang rekayasawan teknik sipil dari Indonesia. Ia saat ini merupakan Professor Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan kepakaran dalam bidang Analisis Nonlinear Metode Elemen Hingga dan Rekayasa Dinamis dan Kegempaan. Ia juga berperan sebagai salah satu tim pakar pembangunan Jembatan Nasional Suramadu (Surabaya-Madura) dari tahun 2002 hingga 2009 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Ketua Tim UGM untuk Penyelidikan Keruntuhan Jembatan Kutai Kartanegara.[1][2]

Riwayat Hidup

Pendidikan

Bambang Suhendro menempuh pendidikan Sarjana Teknik Sipil di FT UGM pada 1974 hingga 1979, kemudian melanjutkan pendidikan Master dalam keahlian Struktur di Michigan State University dalam waktu 1,5 tahun (Maret 1984—Agustus 1985). Kemudian langsung dilanjutkan dengan riset doktoral mengenai Non Linear Finite Element di Michigan State University hingga tahun 1989.

Berkat catatan akademisnya, ia mendapatkan beberapa penghargaan, antara lain Outstanding Graduate Student Award, Department of Civil and Enviromental Engineering, Michigan State University, Michigan (1986), Outstanding Engineering Graduate Student, Tau Betha Phi National Honor Society (1987), dan Outstanding Graduate Student Phi Kappa , Phi Kappa Phi Honor Society (1987).[3]

Paten

Bambang Suhendro berperan sebagai ahli dalam penyusunan berbagai Standar Nasional Indonesia (SNI), seperti SNI 2847 yang mengatur persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung,[4] SNI 1726 yang mengatur tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non-gedung,[5] dan SNI 8971 yang berisi panduan mengenai perancangan serat polimer untuk perkuatan beton.

Bambang Suhendro juga memegang paten nomor P002007001 tentang sistem, metode-metode analisis, perancangan, evaluasi, dan metode kerja untuk konstruksi pondasi dan pavement sebagai modifikasi sistem cakar ayam (2007).[3] Penelitiannya mengenai fondasi cakar ayam dilatar belakangi ketergantungan pada pendekatan analitis dalam merancang fondasi untuk beberapa proyek bandar udara di Indonesia.[6] Setelah wafatnya penemu fondasi cakar ayam, Sedyatmo, pendekatan analitis yang selama ini dijadikan sebagai dasar perhitungan tidak dapat dikembangkan untuk menguji beberapa parameter struktur[7] sehingga pemerintah dan operator bandara menghadapi kesulitan ketika harus menunjukkan kondisi kualitas perkerasan Bandara Soekarno Hatta setelah beroperasi. Bambang Suhendro lantas mulai menguji kondisi perkerasan di Bandara Soekarno Hatta dan mengembangkan model metode elemen hingga tiga dimensi (FEM 3D) untuk menilai, menganalisis, dan merancang fondasi cakar ayam untuk bandara.[7]

Bermula dari tantangan itu, Bambang Suhendro bersama Harry Christady[8] dan Wardhani Sartono terus mengembangkan model FEM 3D mengenai interaksi antara struktur dan tanah tersebut untuk diimplementasikan dalam konstruksi lain seperti jalan raya, area penumpukan di pelabuhan peti kemas hingga pengaruh perkerasan akibat overlay. Pada tahun 2007, pemodelan FEM 3D tersebut pada dipatenkan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan dibebaskan biaya royalti apabila ingin menggunakan sistem cakar ayam modifikasi tersebut.[6][9][10]

Pengabdian dan kontribusi

Selain menyelesaikan permasalahan Airport Pavement Management System (APMS) yang dihadapi oleh Bandara Soekarno Hatta, Bambang Suhendro juga berkontribusi sebagai Tim Pakar proyek Jembatan Suramadu, Kepala Tim Penyelidik Keruntuhan Jembatan Kutai Kartanegara,[1] Ketua Tim Penguji dari Komite Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) untuk jalan layang/jembatan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi II B,[11] dan Ketua Tim Penguji jalan dan jembatan di Ruas Jalan Tol Solo-Ngawi.[12] Ia juga bertindak sebagai narasumber ahli infrastruktur untuk pembangunan Jembatan Batam—Bintan,[13] Structure Health Monitoring System (SHMS) Jembatan Pulau Balang dan Jembatan Teluk Kendari, dan International Sustainable Civil Engineering Structures and Construction Materials.[14]

Bibliografi

Bambang Suhendro juga produktif menyusun beberapa buku yang digunakan dalam kuliah teknik sipil yaitu

  • Analisa Struktur Metode Matrix, Penerbit Beta Offset 2005
  • Analisis Dinamik Struktur, Publikasi Internal Teknik Sipil UGM, 2000
  • Metode Elemen Hingga dan Aplikasinya, Publikasi Internal Teknik Sipil UGM, 2000

Referensi

  1. 1 2 "Pakar: Secara Umum Pemerintah Belum Mampu Laksanakan Standar Perawatan Jembatan". VOA Indonesia. Diakses tanggal 2022-06-07.
  2. ↑ Suprapto, Hadi. "Sistem Sambungan, Penyebab Runtuhnya Jembatan". VIVA.co.id.
  3. 1 2 "ACADSTAFF UGM". acadstaff.ugm.ac.id. Diakses tanggal 2022-07-16.
  4. ↑ "SNI 2847".
  5. ↑ "SNI 1726".
  6. 1 2 Presentasi Prof. Bambang Suhendro di Ikatan Ahli Bandara Indonesia 4 Agustus 2021
  7. 1 2 Effendi, Ahmad (2009). Sedyatmo: intuisi mencetus daya cipta. PT Mizan Publika.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Taufiq. "Inovasi Cakar Ayam Modifikasi Karya UGM Dapat Mendukung Pembangunan Ibu Kota Baru | kagama.co | Majalah Kagama Online". Diakses tanggal 2022-06-07.
  9. ↑ "Profesor-Sedyatmo-merupakan-Tokoh-dibalik-terciptanya-Pondasi-Cakar-Ayam".[pranala nonaktif permanen]
  10. ↑ "Inovasi Kunci Negara untuk Maju".
  11. ↑ "Proyek BORR Seksi II B Lulus Uji Beban sebagai Jalan Layang/Jembatan Tol".
  12. ↑ Sunaryo, Arie. Billiocta, Ya'cob (ed.). "PT JSN Gandeng UGM Teliti Kondisi Tol Kartasura-Karanganyar". Merdeka.com.
  13. ↑ "Pembangunan Jembatan Babin Diharapkan Tingkatkan Konektivitas Batam Bintan".
  14. ↑ Damanik, Caroline (ed.). "14 Negara Bahas Konstruksi Ramah Lingkungan di UGM". Kompas.com.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan