Selasa, 29 September 2026
03:38 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Bak kut teh

Bak kut teh

variasi makanan khas Tiongkok

Bak Kut Teh (juga dieja Bah Kut Teh, disingkat BKT; Hanzi:肉骨茶) adalah masakan khas Tionghoa yang populer di Singapura dan Malaysia.[1] Bak Kut Teh diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin sebagai "rou gu cha" yang berarti tulang daging. Hidangan ini diperkenalkan oleh para kuli dari Fujian, Tiongkok, pada sekitar abad ke-19.[2] Di Indonesia, Bak Kut Teh juga telah populer dalam kalangan Tionghoa di Kepulauan Riau karena lokasinya yang dekat dengan Malaysia.[3]

Bak kut teh
250px-Bakutteh.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tampilan dekat bak kut teh
Tempat asalFujian, Tiongkok, Malaysia,[4][5][6][7]
Singapura (Versi Tiociu)[8]
DaerahKawasan penutur bahasa Hokkian dan Tiociu di Malaysia, Singapura dan Kepulauan Riau (Indonesia)[9]
Hidangan nasional terkaitMalaysia, Singapura
Bahan utamaIga babi, kaldu kaya rempah daun dan bumbu rempah (termasuk bunga lawang, kayu manis, cengkih, dang gui, biji adas dan bawang putih)
VariasiHokkian dan Tiociu
Bak kut teh
Hanzi: 肉骨茶
Hokkien POJ: Bah-kut-tê
Makna harfiah: Teh tulang daging
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Ròugǔchá
Min Nan
- Romanisasi POJ: Bah-kut-tê
Yue (Kantonis)
- Jyutping: juk6 gwat1 caa4

Sejarah

Bak Kut Teh dikenal sebagai makanan yang dibawa oleh para kuli dari Tiongkok. Para kuli tersebut bekerja sebagai buruh pelabuhan, membawa barang dari kapal dengan menerima upah sesuai barang yang mereka bawa. Untuk mengisi kembali energi mereka, para kuli tersebut membuat makanan yang terbuat dari iga babi dan usus babi dengan ramuan dan rempah obat tradisional Tiongkok, termasuk adas bintang, kayu manis, cengkeh, angelica, dan bawang putih. Iga dan usus babi digunakan karena bagian tersebut lebih murah dibandingkan bagian lain. Para kuli tersebut menyantap Bak Kut Teh dengan semangkuk nasi dan teh Tiongkok yang diseduh.[10]

Klang, Malaysia, dianggap sebagai tempat kelahiran makanan Bak Kut Teh yang dibawa oleh para pendatang dari Tiongkok. Sebagaian besar dari pendatang tersebut beretnis Hokkien. Mereka banyak berdatangan selama periode pra-kolonial Inggris pada akhir abad ke-19.[1]

Kedai Bak Kut Teh pertama muncul pada tahun 1940-an, meskipun pengetahuan tentang pembuatan sup ini telah ada sebelum abad ke-20. Konon, kata "teh" dalam nama hidangan tersebut sebenarnya berasal dari nama pendirinya, Lee Boon Teh.[1]

Varian

Menurut buku Singapore Hawker Classics Unveiled: Decoding 25 Favourite Dishes by Temasek Polytechnic, terdapat dua varian dari Bak Kut Teh.

Pertama, varian Hokkien/Fujian Bak Kut Teh. Varian ini secara umum berwarna lebih gelap karena selain dibuat dengan herbal dan rempah, ada tambahan saus soya. Di Singapura, Hokkien Bak Kut Teh biasa dijual di area Hokkien Street di mana banyak Chinese Hokkien tinggal sejak tahun 1950-an.[10]

Kedua, varian Teochew ak Kut Teh. Varian ini banyak dijual di Clarke Quay dan River Valley area setelah Perang Dunia II di mana ada banyak pekerja Teochew dan Hokkien. Supnya terbuat dari rebusan tulang babi dengan bawang putih dan merica. Variasi Teochew inilah yang populer dan banyak ditemukan di Singapura saat ini.[10]

Referensi

  1. 1 2 3 "Is bak kut teh from Malaysia or Singapore?". South China Morning Post (dalam bahasa Inggris). 2018-08-08. Diakses tanggal 2026-02-22.
  2. ↑ www.nlb.gov.sg https://www.nlb.gov.sg/main/article-detail?cmsuuid=d403ac22-9997-45bf-a65f-114d3cea47ab. Diakses tanggal 2026-02-22.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  3. ↑ Ibid[pranala nonaktif permanen]
  4. ↑ Yoshino, Kosaku (2010). "Malaysian Cuisine: A Case of Neglected Culinary Globalization" (PDF). Globalization, Food and Social Identities in the Asia Pacific Region. Tokyo: Sophia University Institute of Comparative Culture: 4. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2014-05-02. Diakses tanggal 2020-09-21.
  5. ↑ Chua Lam (5 April 2011). chua lam's gourmet journey in Malaysia (PDF). G.F. Publishing(M) Pte Ltd. hlm. 26. ISBN 9789675381119.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Damien Lim. "Bak kut teh". National Library Board of Singapore.
  7. ↑ WANI MUTHIAH. "The man who put Teh in bak kut teh". TheStar newspaper.
  8. ↑ Temasek Polytechnic (15 Juli 2015). Singapore Hawker Classics Unveiled: Decoding 25 Favourite Dishes. Marshall Cavendish International (Asia) Pte Ltd. hlm. 93–96. ISBN 9789814677868.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "Resep Masakan : "Bak Kut Teh 肉骨茶 ala Teochew". web.budaya-tionghoa.net. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-01-20. Diakses tanggal 2020-09-21.
  10. 1 2 3 Temasek Polytechnic (2015). Singapore Hawker Classics Unveiled: Decoding 25 Favourite Dishes. Singapura: Marshall Cavendish Cuisine.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan