Minggu, 04 Oktober 2026
18:06 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Bakkhai

Bakkhai

Bagikan:
Bakkhai
250px-Death_Pentheus_Louvre_G445.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pentheus dicabik-cabik oleh Agave dan Ino, vas Attika berfigur merah.
PenulisEuripides
ChorusBakkhai, kelompok perempuan pengikut Dionisos
TokohDionisos
Teiresias
Kadmos
Pentheus
Pelayan
Pembawa pesan
Pembawa pesan 2
Agave
Pementasan perdana405 SM
LatarThebes

Bakkhai (bahasa Yunani:Βάκχαι / Bakchai; juga dikenal sebagai Bakkhantes) adalah drama tragedi Yunani kuno yang ditulis oleh dramawan Athena Euripides. Dia menulis drama ini dalam tahun-tahun terakhirnya di Makedonia, di istana Arkhelaos I dari Makedonia. Drama ini pertama kali ditampilkan di Teater Dionisos pada 405 SM, setelah Euripides meninggal dunia. Ketika itu drama ini ditampilkan sebagai bagian dari tetralogi yang meliputi Ifigeneia di Aulis, yang kemungkinan disutradari oleh putra atau keponakan Euripides.[1] Drama ini meraih juara pertama dalam kompetisi festival Kota Dionysia.

Drama ini didasarkan pada kisah dari mitologi Yunani mengenai Raja Pentheus dari Thebes dan ibunya Agave, serta hukuman mereka dari dewa Dionisos, karena mereka menolak menyembahnya.

Catatan kaki

  1. ↑ Rehm (1992, 23).

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan