Selasa, 03 November 2026
12:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Bahasa polisentris

suatu bahasa yang mempunyai beberapa ragam baku

Bagikan:

Bahasa polisentris (juga disebut bahasa plurisentris)[a] adalah suatu bahasa dengan beberapa ragam bahasa baku resmi karena adanya perbedaan budaya dan politik yang umum di negara-negara yang pernah berhubungan dalam sejarah.[1][2][3] Contohnya seperti perbedaan bahasa Mandarin baku di Tiongkok Daratan, Taiwan, dan Singapura; Bahasa Inggris di Britania Raya, Amerika Serikat, Australia, dan beberapa negara lainnya; Bahasa Prancis di Prancis, Kanada, Swiss, dan beberapa negara lainnya.[4] Kasus sebaliknya adalah bahasa monosentris, yang hanya memiliki satu ragam baku resmi, contohnya seperti bahasa Jepang dan bahasa Vietnam.[5] Dalam beberapa kasus, beberapa ragam baku yang berbeda dari bahasa polisentris dapat diakui menjadi bahasa turunan yang terpisah, seperti bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia yang diturunkan dari bahasa Melayu; Bahasa Hindi dan bahasa Urdu yang diturunkan dari bahasa Hindustani;[5] Bahasa Serbia, bahasa Kroasia, bahasa Bosnia, dan bahasa Montenegro yang diturunkan dari bahasa Serbo-Kroasia.[5][6]

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ Serapan dari bahasa Yunani: poli berarti "banyak"; sentris berarti "pusat"; sedangkan pluri (juga berarti "banyak") diserap dari bahasa Latin.

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Stewart 1968, hlm. 534.
  2. ↑ Kloss 1967, hlm. 31.
  3. ↑ Clyne 1992, hlm. 1.
  4. ↑ Clyne 1992, hlm. 1–3.
  5. 1 2 3 Clyne 1992, hlm. 3.
  6. ↑ Kordić, Snježana (2007). "La langue croate, serbe, bosniaque et monténégrine" [Croatian, Serbian, Bosniakian, and Montenegrin] (PDF). Dalam Madelain, Anne (ed.). Au sud de l'Est. vol. 3 (dalam bahasa Prancis). Paris: Non Lieu. hlm. 71–78. ISBN 978-2-35270-036-4. OCLC 182916790. SSRN 3439662. Templat:CROSBI. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 4 Agustus 2012. Diakses tanggal 8 Mei 2019.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar pustaka

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan