Sabtu, 03 Oktober 2026
23:30 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Regiolek

varietas bahasa regional yang menggunakan substrat dari berbagai-bagai dialek setempat dan mempertahankan sebagian ciri bahasa baku

Bagikan:

Regiolek atau interdialek[1] adalah varietas bahasa postdialektal yang menempati posisi menengah antara dialek lokal dan bahasa baku.[2] Ciri yang membedakannya dari bahasa standar adalah pengaruh dialek-dialek setempat, yang biasanya tidak langsung disadari atau tidak mudah dihilangkan.[3] Varietas semacam ini digunakan oleh sejumlah individu dari satu etnis tertentu karena wilayah pemakaian regiolek meliputi teritori serangkaian dialek yang berdekatan, termasuk tidak hanya desa, tetapi juga kota dan pemukiman tipe kota.[4]

Dalam sosiolinguistik kontemporer, proses kepunahan dialek dan penggantiannya dengan bahasa standar tidak selalu dianggap tak terhindarkan dan alih-alih tentang keadaan kelenyapan dialek, semakin sering para ahli malah berbicara tentang transformasinya menjadi varietas transisional. Varietas seperti itu, yang tidak stabil jika dibandingkan dengan dialek, disebut dengan istilah regiolek. Dalam linguistik Rusia, istilah ini (региолект) diperkenalkan oleh V.I. Trubinski dan A.S. Gerd.[5] Sebutan ini juga ditemukan dalam dialektologi Roman (bahasa Prancis:régiolecte), sedangkan dalam tradisi linguistik Jerman bentuk-bentuk bahasa seperti itu juga diistilahkan dengan semidialek ([Halbmundart] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)),[6] bahasa percakapan regional ([regionale Umgangssprache] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)), atau dialektoid.[7] Dalam linguistik Polandia, terdapat beberapa istilah searti dengan regiolek: interdialek, supradialek, subdialek, lek terpadu.[2]

Istilah regiolek kadang kala juga dipakai sebagai sinonim istilah bahasa regional atau bahasa daerah.[8][9] Dalam konteks lain, regiolek juga digunakan untuk merujuk secara khusus kepada dialek geografis (geolek[10]) guna membedakannya dari varietas yang bersifat sosial (sosiolek).[11]

Referensi

  1. ↑ Wyderka 2014, hlm. 103.
  2. 1 2 Wyderka 2014, hlm. 110.
  3. ↑ Topolińska 1990, hlm. 32–34.
  4. ↑ Александровна Грузберг, Людмила (2010), "Региолект", Филолог (dalam bahasa Rusia), 11, Perm: Пермский государственный гуманитарно-педагогический университет, ISSN 2076-4154
  5. ↑ Васильевна Жеребило, Татьяна (2010), Словарь лингвистических терминов (dalam bahasa Rusia) (Edisi 5), Nazran: «Пилигрим», hlm. 486, ISBN 978-5-98993-133-0{{citation}}: Periksa nilai |url=
  6. ↑ Владимировна Хорошева, Наталья (2011), "Региолект как промежуточный идиом во французском и русском языках" (PDF), Вестник Пермского университета. Российская и зарубежная филология (dalam bahasa Rusia), 3 (15): 32
  7. ↑ Löffler 1986, hlm. 234.
  8. ↑ Wyderka 2014, hlm. 112.
  9. ↑ Rudnik-Karwatowa, Zofia; Karpińska, Hanna (1999), Słownik słów kluczowych languageoznawstwa slawistycznego (dalam bahasa Polski), Warsawa: Slawistyczny Ośrodek Wydawniczy, hlm. 83, ISBN 83-86619-48-1
  10. ↑ Čečilová, Kateřina (2007), Charakteristika současné aragonštiny (dalam bahasa Ceko), Praha: Universitet Charles, hlm. 3
  11. ↑ Winters, Margaret E. (2004), "Language across time: Historical linguistics", dalam Dirven, René; Verspoor, Marjolyn (ed.), Cognitive Exploration of Language and Linguistics, Cognitive linguistics in practice (dalam bahasa Inggris) (Edisi cetak ulang, diperbaiki), John Benjamins Publishing, hlm. 204, ISBN 978-90-272-1906-0

Kepustakaan

  • Wyderka, Bogusław (2014), "O rozwoju polskich dialektów", Poznańskie Studia Polonistyczne. Seria Językoznawcza (dalam bahasa Polski), 21 (2), doi:10.14746/pspsj.2014.21.2.7, ISSN 2450-4939{{citation}}: Parameter tidak dikenal |s= diabaikan
  • Löffler, Heinrich (1986), "Sind Soziolekte neue Dialekte? Zum Aufgabenfeld einer nachsoziolinguistischen Dialektologie", dalam Polenz, Peter von; Erben, Johannes; Goosens, Jan (ed.), Kontroversen, alte und neue. Akten des VII. Internationalen Germanistenkongresses Göttingen 1985 (dalam bahasa Jerman), Tübingen: Max Niemeyer, hlm. 232–239
  • Topolińska, Zuzanna (1990), "Charakter i dynamika languageowych procesów integracyjnych w powojennej Polsce", Socjolingwistyka (dalam bahasa Polski), 9: 29–35
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan