Rabu, 04 November 2026
06:06 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Bahasa Wasi-wari

bahasa yang dituturkan oleh orang Wasi di Lembah Prasun, Afganistan

Bagikan:
Bahasa Wasi-wari
Vâsi-vari
Prasun, Paruni
Dituturkan diAfganistan
WilayahLembah Pârun
EtnisWasi
Penutur
8.000 (2011)[1]
Tampilkan klasifikasi manual
Tampilkan klasifikasi otomatis
Kode bahasa
ISO 639-3prn
Glottologpras1239
Linguasfer58-ACB-b
IETFprn
ELPPrasuni
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Definitely Endangered Wasi-wari diklasifikasikan sebagai bahasa terancam punah (DE) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL Ethnologue: C6a VigorousBahasa Wasi-wari dikategorikan sebagai C6a Vigorous menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini masih dituturkan dan digunakan oleh sebagian wilayah
Referensi: [2][3][4]
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Wasi-wari (juga dieja sebagai Vasi-vari, Wasi-weri) adalah bahasa yang dituturkan oleh suku Wasi, di desa-desa sekitar Lembah Pârun di Afganistan. Lembah itu juga disebut sebagai "Prasun" atau "Paruni".

Wasi-wari termasuk bahasa Indo-Eropa yang digolongkan pada cabang Nuristan di subrumpun bahasa Indo-Iran. Wasi-wari adalah bahasa Nuristan yang paling terpencil atau terisolasi.

Tingkat melek huruf penutur bahasa ini sangat rendah, kurang 1% dari penutur bahasa pertama, dan antara 15% hingga 25% penutur bahasa kedua yang melek huruf.

Kependudukan

Wasi-wari adalah bahasa yang dituturkan oleh suku Wasi di Lembah Pârun, di hulu daerah aliran sungai Pech di Provinsi Nuristan, Afganistan bagian timur laut. Penutur Wasi-wari menyebut bahasa itu sebagai Vâs’i-vari atau Vâs’i-vare, tetapi juga dikenal sebagai Prasuni, Paruni, Parun, Vasi-vari, Prasun, Veron, Verou, Veruni, Wasi-veri, Wasi-weri, Wasin-veri, Vasi Vari, dan Pārūnī. Jumlah penduduk Vâs’i gul sekitar 3000-6000, dan ada sekitar 8000 penutur bahasa ibu, sehingga dikategorikan sebagai bahasa terancam punah.

Dialek

Wasi-wari terdiri dari tiga dialek yang digunakan di enam desa. Dialek hulu tinggi, Ṣup'u-vari, dituturkan di utara desa, Ṣup'u. Dialek hulu tengah, üšʹüt-üćʹü-zumʹu-vari, dituturkan di tengah empat desa, S’eć, Üć’ü, Üšʹüt, dan Zum’u. Dialek hulu rendah, Uṣ'üt-var’e, dituturkan di Uṣ'üt, desa hulu terendah.[5]

Penggolongan

Wasi-wari adalah bagian dari cabang Nuristan dari bahasa Indo-Iran, yang memiliki pengaruh dari rumpun bahasa Iran dan Indo-Arya.[6] Nuristan sebelumnya dianggap sebagai bahasa Dardik,[7] tetapi, Nuristan cukup berbeda dari bahasa Dardik lainnya untuk membentuk cabang tersendiri dari rumpun bahasa Indo-Iran. Ada juga kebingungan sebelumnya apakah Wasi-wari dan Prasun adalah bahasa yang sama atau terpisah, tetapi para ahli bahasa mengemukakan bahwa kedua nama tersebut merujuk pada bahasa yang sama.[8] Meskipun secara substansial berbeda dari bahasa Nuristâni lainnya, Wasi-wari bersama dengan Kamkata-viri membentuk rumpun bahasa Nuristan Utara, sehingga kedua bahasa itu memiliki beberapa kesamaan.[9]

Fonologi

Vokal

Bahasa Wasi-wari memiliki delapan vokal, â, u, o, i, e, ü, ö, dan vokal tak bertanda, a, ang dilafalkan sebagai vokal tengah tinggi, [ɨ]. Vokal panjang dilambangkan dengan :, misalnya [i:].

Kata ganti

1sg. unźū (nominativus), andeš (akusativus), am (genitivus)

1pl. āsẽm (nominativus/akusativus), ās (genitivus)

2sg. ūyu (nominativus), utyōiš (accusative), ĩ (genitivus)

2pl. miū (nominativus/akusativus), āsen (genitivus)

Angka

Penyebutan angka-angka dalam bahasa Wasi-wari:[10]

AngkaWasi-wari
1ipin atau attege
2lūe
3chhī
4chipū
5uch
6ushū
7sete
8aste
9nūh
10leze
11zizh
12wizū
13chhīza
14chipults
15vishilhts
16ushulhts
17setilts
18astilts
19nalts
20zū
30lezaij
40jibeze
50lejjibets
60chichegzū
70chichegzālets
80chipegzū
90chipegzualets
100ochegzū

Referensi

  1. ↑ Wasi-wari di Ethnologue (ed. ke-18, 2015)
  2. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  4. ↑ "Bahasa Wasi-wari". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
  5. ↑ Strand, R. F. (2000). The Vâsi. Retrieved from: http://nuristan.info/Nuristani/Vasi/vasi.html
  6. ↑ Strand, R. F. (2010). Nurestâni languages. In Encyclopedia Iranica. Retrieved from: http://www.iranicaonline.org/articles/nurestani-languages
  7. ↑ Grierson, G. A. (1919). Specimens of the Dardic or Piśācha languages (including Kāshmīrī). Linguistic Survey of India, 8 (2), 59. Retrieved from: http://dsal.uchicago.edu/books/lsi/lsi.php?volume=8-2&pages=584#page/74/mode/1up
  8. ↑ Strand, R. F. (1973). Notes on the Nūristāni and Dardic languages. Journal of the American Oriental Society, 93, 297-305. Retrieved from: https://www.jstor.org/stable/599462
  9. ↑ Strand, R. F. (2010). Nurestâni languages. In Encyclopedia Iranica. Retrieved from: http://www.iranicaonline.org/articles/nurestani-languages
  10. ↑ Grierson,G. A. (1919). Specimens of the Dardic or Piśācha languages (including Kāshmīrī). Linguistic Survey of India, 8 (2), 67. Retrieved from: http://dsal.uchicago.edu/books/lsi/lsi.php?volume=8-2&pages=584#page/82/mode/1up

Pranala luar

  • Prasuni pada Endangered Languages Project
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan