Minggu, 27 September 2026
12:57 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Bahasa Ordos

bagian dari rumpun bahasa Mongolik

Artikel ini bukan mengenai Bahasa Urdu.
Bahasa Ordos
Urdus
Dituturkan diTiongkok
WilayahGansu, Qinghai, dan Mongolia Dalam
Penutur
(123.000 jiwa per 1982)[1]
Tampilkan klasifikasi manual
Kode bahasa
ISO 639-3–
LINGUIST List
LINGUIST list sudah tidak beroperasi lagi
mvf-ord
Glottologordo1245
Linguasfer44-BAA-bco
ELPOrdos
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Definitely Endangered Ordos diklasifikasikan sebagai bahasa terancam punah (DE) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan
Referensi: [2][3]
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Ordos (juga disebut Urdus; Mongolia ᠣᠷᠳᠣᠰ; Hanzi Sederhana: 鄂尔多斯, Hanzi Tradisional: 鄂爾多斯, Pinyin: È'ěrduōsī) adalah bahasa Mongolik Tengah yang dituturkan di kota Ordos, Mongolia Dalam oleh suku Ordos. Ordos digolongkan sebagai bahasa tersendiri secara linguistik, tetapi dianggap hanya sebagai dialek oleh Pemerintah Tiongkok.[4] Bahasa Ordos telah diketahui perkembangannya selama seratus tahun terakhir melalui penelitian oleh Antoine Mostaert.[5]

Sistem vokal-fonem Ordos dalam awal suku kata mirip dengan bahasa Mongol Chakhar, perbedaan yang paling mencolok adalah Orgos memiliki [e] dan [e:], bukan [ə] dan [ə:].[6] Dalam dialek selatan, *ɔ bergabung menjadi /ʊ/, contohnya ketika mengucapkan ɔrtɔs dalam dialek di Panji Ejin Horo, tetapi dilafalkan sebagai ʊrtʊs dalam dialek di Uxin atau di Panji Otog Depan. Berbeda dengan dialek lain dari bahasa Mongolia, Ordos mempertahankan perbedaan tersebut di semua suku kata berikut termasuk di akhir kata terbuka suku kata, sehingga menyerupai struktur suku kata dan fonem dalam bahasa Mongol Pertengahan dibanding ragam lainnya. Misalnya /ɑmɑ/ dalam bahasa Mongol Pertengahan, /ɑmɑ/ dalam bahasa Ordos, /ɑm/ dalam bahasa Khalkha, semuanya berarti "mulut". /ɑxʊr/ dalam bahasa Ordos, /ɑxr/ ([ɑxɑ̯r]) dalam bahasa Khalkha, keduanya berarti "wol domba pendek".[7] Oleh karena itu, bahasa Ordos tidak pernah memperoleh fonem konsonan yang dipalatalisasi, karena keberadaannya yang terus-menerus sebagai fonem non-awal pendek, /u/ dan /ʊ/ telah berasimilasi secara regresif menjadi *ø dan *o, e.g. *otu > /ʊtʊ/ berarti "bintang", *ɡomutal > /ɡʊmʊdal/ berarti "pelanggaran", *tʰøry > /tʰuru/ berarti "kekuatan". Perubahan analog terjadi untuk beberapa urutan *a dan *u, contohnya *arasu > /arʊsʊ/.[8]

Ordos mempertahankan varian dari kasus tata bahasa komitativus kuno dan berbagi kasus tata bahasa allativus.[9] Sistem kata kerja tidak diteliti dengan baik, tetapi menggunakan akhiran, ⟨guːn⟩, yang tampaknya tidak mengikuti pembagian umum menjadi tiga kelas sufiks kata kerja bahasa-bahasa Mongolik lainnya.[10]

Kosakata bahasa Ordos banyak menyerap dari bahasa Tibet Klasik dan Tionghoa.[11]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Peripheral Mongolian at Ethnologue (15th ed., 2005)
  2. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  4. ↑ Georg 2003: 193, Sečenbaγatur et al. 2005: 167–168
  5. ↑ e.g. Mostaert 1937, 1941-1944
  6. ↑ Sečen et al. 2002: 5
  7. ↑ see Sečen et al. 2002: 19, 38
  8. ↑ Sečen 2003: 35-36
  9. ↑ see Sečen et al. 2002: 122
  10. ↑ Soyultu 1982
  11. ↑ Georg 2003: 193-194 (implicitly) based on Mostaert 1941-1944, Sonum 2008: 21-26 (together with C. Norǰin)

Daftar pustaka

  • Mostaert, Antoine (1937): Textes oraux ordos. Peiping: The Catholic University.
  • Mostaert, Antoine (1941–1944): Dictionnaire ordos, vols. 1-3. Peiping: The Catholic University.
  • Sečen, Č. (2003): Ordus aman ayalɣun-daki öbürmiče uruɣul-un ǰokičal buyu iǰilsil [ʊ] + [ʊ], [ʉ] + [ʉ]-yin tuqai. In: Mongγul kele udq-a ǰokiyal 2003/5: 33–36.
  • Sečen, Č., M. Baγatur, Sengge (2002): Ordus aman ayalγun-u sudulul. Kökeqota: Öbür mongγul-un arad-un keblel-ün qoriy-a.
  • Sečenbaγatur, Qasgerel, Tuyaγ-a, B. ǰirannige, U Ying ǰe (2005): Mongγul kelen-ü nutuγ-un ayalγun-u sinǰilel-ün uduridqal. Kökeqota: Öbür mongγul-un arad-un keblel-ün qoriy-a. ISBN7-204-07621-4.
  • Sonum (2008): Ordus aman ayalγun-u üges-ün quriyangγui. Nemen ǰasaγsan debter. Beijing: Ündüsüten-ü keblel-ün qoriy-a.
  • Soyultu, I. (1982):Ordus-un aman ayalγun-u ɢɷːnɡuːn-u daγaburi. Öbür mongγul-un yeke surγaγuli 1982/2: 29–43.
  • Georg, Stefan: Ordos. In: J. Janhunen (ed.): The Mongolic Languages. London: Routledge. ISBN0-7007-1133-3, pp. 193-209.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan