Sabtu, 31 Oktober 2026
07:57 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Bahasa Mandarin Kuno

bagian dari rumpun bahasa Sino-Tibet

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai bahasa Tionghoa Kuno.
Bahasa Mandarin Kuno
Mandarin Awal
WilayahDataran Tiongkok Utara
Eraabad ke-12 hingga ke-14, kemudian berkembang menjadi bahasa Mandarin Pertengahan.
Tampilkan klasifikasi manual
Bentuk awal
Hanzi
Aksara Phagspa (bukti langsung secara fonetik)
Kode bahasa
ISO 639-3–
GlottologTidak ada
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Extinct

Mandarin Kuno diklasifikasikan sebagai bahasa yang telah punah (EX) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

Referensi: [1][2]
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak
Bahasa Mandarin Kuno
Hanzi tradisional: 古官話
Hanzi sederhana: 古官话
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Gǔ Guānhuà
Mandarin Awal
Hanzi tradisional: 早期官話
Hanzi sederhana: 早期官话
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Zǎoqí Guānhuà

Bahasa Mandarin Kuno (juga disebut bahasa Mandarin Awal) adalah ragam bahasa Tionghoa selama Dinasti Jin yang diperintah oleh Jurchen dan Dinasti Yuan yang dipimpin oleh Mongol (abad ke-12 hingga ke-14). Aliran baru sastra vernakular didasarkan pada bahasa ini, termasuk sajak, drama dan bentuk cerita, seperti Qu dan Sanqu.

Fonologi Mandarin Kuno telah disimpulkan dari aksara Phagspa, sebuah aksara yang dibuat pada tahun 1269 untuk beberapa bahasa Kekaisaran Mongol, termasuk bahasa Tionghoa, dan dari dua kitab sajak berjudul Menggu Ziyun (1308) dan Zhongyuan Yinyun (1324). Dialek-dialek sajak berbeda dalam beberapa perincian, tetapi menunjukkan banyak ciri khas dialek Mandarin Modern, seperti pengurangan dan penghilangan konsonan letup akhir dan penataan ulang empat nada dari bahasa Tionghoa Pertengahan.

Istilah

Istilah "Mandarin", sebagai terjemahan harfiah dari Guānhuà (官話, berarti "bahasa para menteri" atau "bahasa para pejabat"), pada awalnya hanya merujuk pada basantara di Dinasti Ming dan Qing, yang didasarkan pada berbagai dialek utara. Sejak itu, istilah ini diperluas sehingga dapat juga merujuk ke bahasa Tionghoa Baku dan dialek utara berkerabat dekat dari abad ke-12 hingga saat ini.[3]

Bahasa ini juga pernah disebut Hàn'ér yányǔ (漢兒言語, berarti "bahasa 'Hàn'ér'") atau Hànyǔ dalam buku pelajaran berbahasa Tionghoa-Korea berjudul Nogeoldae, dinamai dari Hàn'ér atau Hànrén yang digunakan oleh bangsa Mongol untuk mata pelajaran di wilayah utara sebelumnya diperintah oleh Dinasti Jin, berbeda dengan Nánrén untuk dialek-dialek di bekas Dinasti Song Selatan.[4]

Sumber

250px-Mengu_Ziyun_xia_24b.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah halaman dalam Menggu Ziyun yang mencakup suku kata tsim berubah menjadi lim (ditulis dalam aksara Phagspa di bagian atas).

Tiongkok memiliki tradisi keilmuan fonologi yang mapan dan konservatif dalam kitab-kitab sajak dan penjelasan tabel sajak. Misalnya, sistem fonologi Guangyun abad ke-11 hampir identik dengan Qieyun abad ke-7, menyamarkan perubahan pelafalan selama periode tersebut.[5] Pengecualian langka adalah saduran Shao Yong dari tabel sajak, tanpa mengacu pada tradisi Qieyun, untuk menjelaskan fonologi bahasa di Kaifeng pada abad ke-11.[6]

Efek samping dari kekuasaan asing di Tiongkok bagian utara antara abad ke-12 dan ke-14 disebabkan melemahnya banyak kebiasaan kuno. Aliran baru sastra vernakular seperti puisi Qu dan Sanqu muncul, serta penjelasan tentang bahasa saat itu yang mengungkapkan seberapa banyak bahasa telah berubah.[7]

Sistem penulisan aksara fonetis pertama untuk bahasa Tionghoa dibuat oleh biksu dan pemimpin Buddha Tibet bernama Drogön Chögyal Phagpa (Wylie: 'gro mgon chos rgyal 'phags pa) atas perintah kaisar Mongol Kublai Khan, yang disebut sebagai aksara Phagspa, yang diumumkan pada tahun 1269, adalah turunan secara langsung dari aksara Tibet yang awalnya ditujukan untuk bahasa Mongolia tetapi kemudian juga digunakan ke bahasa lain di kekaisaran, termasuk bahasa Tionghoa. Penggunaannya terbatas sampai bubarnya Dinasti Yuan pada tahun 1368.[8] Aksara fonetis ini menunjukkan beberapa pengaruh fonologi tradisional, khususnya termasuk letup bersuara dan frikatif yang diyakini sebagian besar cendekiawan telah menghilang dalam dialek Mandarin pada saat itu.[9] Namun, suku kata nada centang (diakhiri dengan letupan /p/, /t/, atau /k/ dalam bahasa Tionghoa Pertengahan) semuanya ditulis dengan akhiran letup glotal (nada lain tidak ditandai oleh aksara tersebut).

500px-Zhongyuan_Yinyun_%E4%BE%B5%E5%B0%8B_rhyme_group.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kelompok sajak Zhongyuan Yinyun 侵尋 (-im, -əm), terbagi menjadi empat nada.

Menggu Ziyun adalah sebuah kitab sajak Tionghoa berdasarkan sistem aksara Phagspa. Kata pengantar dari satu-satunya halaman dari kitab tersebut yang masih bertahan diperkirakan ditulis pada tahun 1308, tetapi juga diyakini meniru sistem aksara Phagspa. Kitab tersebut diyakini didasarkan pada suatu kamus masa lalu dari zaman Dinasti Song, khususnya Lǐbù yùnlüè (禮部韻略) yang diterbitkan oleh Kementerian Keagamaan Dinasti Song pada tahun 1037. Bagian depan mencakup daftar huruf-huruf Phagspa yang dipetakan ke dalam 36 awalan sesuai tradisi tabel sajak, dengan huruf vokal lebih lanjut. Entri dikelompokkan ke dalam 15 kelas sajak yang berhubungan erat dengan 16 kelas sajak yang luas dari tabel. Dalam setiap kelas sajak, entri dikelompokkan berdasarkan ejaan Phagspa akhir dan kemudian dengan empat nada Tionghoa Pertengahan, yang terakhir tidak ditunjukkan oleh ejaan Phagspa.[10]

Permulaan yang lebih mendasar dari tradisi tabel sajak dimulai dalam Zhongyuan Yinyun, ditulis oleh Zhōu Déqīng (周德清) pada tahun 1324 sebagai panduan untuk ketentuan bersajak qu, sebuah bentuk syair vernakular baru. Entri dikelompokkan ke dalam 19 kelas sajak masing-masing ditandai oleh sepasang karakter contoh. Kelas sajak terbagi lagi berdasarkan nada dan kemudian ke dalam kelompok-kelompok homofon, tanpa petunjuk pelafalan lainnya. Nada genap (平 píng) dibagi menjadi nada atas dan bawah, masing-masing disebut 陰平 yīnpíng dan 陽平 yángpíng.[11] Suku kata dalam nada centang disebarkan antara nada lainnya, tetapi ditempatkan setelah suku kata lain dengan penanda seperti 入聲作去聲 (rùshēng zuò qùshēng secara harfiah berarti "nada masuk sebagai nada permulaan").

Kosakata

Sastra vernakular yang berkembang pada periode ini juga menunjukkan kosakata dan sintaksis bahasa Mandarin yang sangat khas, meskipun beberapa, seperti kata ganti orang ketiga tā (他), dapat ditelusuri kembali telah ada pada zaman Dinasti Tang.[12]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  3. ↑ Norman (1988), hlm. 23, 136.
  4. ↑ Kaske (2008), hlm. 46.
  5. ↑ Norman (1988), hlm. 25, 49.
  6. ↑ Pulleyblank (1999), hlm. 125.
  7. ↑ Norman (1988), hlm. 49–50.
  8. ↑ Coblin (2006), hlm. 1–3.
  9. ↑ Norman (1988), hlm. 51–52.
  10. ↑ Coblin (2006), hlm. 6, 9–15.
  11. ↑ Norman (1988), hlm. 49.
  12. ↑ Norman (1988), hlm. 111–132.

Daftar pustaka

Pustaka lanjutan

  • Dong, Tonghe (1954), Zhōngguó yǔyīn shǐ 中國語音史 [Historical Chinese Phonology], Taipei.{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  • Li, Wen-Chao (1999), A Diachronically-motivated Segmental Phonology of Mandarin Chinese, Peter Lang, ISBN 978-0-8204-4293-8.
  • Shen, Zhongwei (2015), "Early Mandarin seen from ancient Altaic scripts", dalam S-Y. Wang, William; Sun, Chaofen (ed.), The Oxford Handbook of Chinese Linguistics, Oxford: Oxford University Press, hlm. 91–103, ISBN 978-0-19-985633-6.
  • Stimson, Hugh M. (1966), The Jongyuan In Yunn: a guide to Old Mandarin pronunciation, Far Eastern Publications, Yale University.

Pranala luar

Taz
250px-Mandar%C3%ADn_noreste.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Beijing–Chengde
Gugus Beijing
Gugus Huaicheng
Chaoyang–Chifeng/Jinzhou–Xingcheng
250px-Beijing_Mandarin_in_China.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Mandar%C3%ADn_jilu.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Mandar%C3%ADn_jiaoliao.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Guandong
330px-Zhongyuan_Mandarin_in_China.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gugus Shangbo
Gugus Fushen
Gugus Sumeng
Gugus Huaihuo
Gugus Banghuai
Gugus Wufeng
Jiucailu
Jiuzhengchao
Jiuluoxu
Jiuluoxu
Jiucailu
Guanlong
Utara/Gugus Pingyang
Tengah/Gugus Jiangzhou
Selatan/Gugus Jiezhou
Guanzhong
(Dongfu)
Qinlong
(Xifu)
Jincheng
Yinwu
Hexi
250px-Mandar%C3%ADn_lanyin.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Huguang
Hubei
Gugus Hubei Utara
Gugus Hubei Tengah
Gugus Hubei Barat
Xiangxi
Xiangbei
Huaiyu
Qiandong
Lijing
250px-Southwestern_Mandarin_in_China.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sichuan
Chuanqian
Gugus Chengyu
Chengdu – Chongqing – Fengdu – Mianyang – Nanchong – Guangyuan – Dazhou – Bazhong – Wanzhou – Fuling – Suining – Ziyang – Guang'an – Dafang – Enshi – Sichuan Taiwan
Gugus Qianzhong
Gugus Shaannan
250px-Sichuanese_in_China.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Xishu
Gugus Minchi
Qijiang  – Tongzi  – Zunyi  – Sinan – Chongzhou – Dujiangyan – Meishan – Leshan (Leshan Perkotaan – Suyang) – Emei – Yibin – Luzhou – Jiangjin – Renhuai – Xichong – Yaoling  – Jinxian  – Nanchong Xilu  – Cangxi  – Dayi  – Jiajiang  – Hongya – Qianwei  – Chishui  – Suijiang
Gugus Yagan
Ya'an – Hanyuan  – Tianquan  – Shimian  – Mingshan – Baoxing
Jianggong
(lainnya)
Xikang
Gugus Kangzang
Gugus Liangshan
Yunnan
Gugus Yunnan Tengah
Gugus Yunnan Barat
Gugus Yunnan Selatan
(lainnya)
Guiliu
Gugus Xiangnan
Gugus Guangxi Utara
Gugus Qiannan
Hongchao
Gugus Yangzhou
Gugus Runzhou
Gugus Jianyan
Gugus Binfu
Gugus Haizhou
Gugus Huai'an
Gugus Nanjing
Gugus Hefei
Gugus Wuhu
Gugus Chaohu
Gugus Anqing
Gugus Zongdong
330px-%E6%B1%9F%E6%B7%AE%E5%AE%98%E8%AF%9D%E5%88%86%E5%8C%BA.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tongtai
Huangxiao
Xiaogan · Anlu · Yingcheng · Yunmeng · Hong'an · Xinzhou · Dawu
Zhuzha
(lainnya)
Terutama berdasarkan edisi kedua Atlas Bahasa Tiongkok (中國語言地圖集) (2012) dan Penelitian Qian Zengyi tentang Dialek Bahasa Mandarin (北京官話語音研究). Menurut Penelitian tentang Fonetik Bahasa Mandarin Beijing (北京官話語音研究) karya Zhang Shifang, dialek Baotang digolongkan sebagai bahasa Mandarin Beijing.

Templat:Bahasa Tionghoa

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan