Minggu, 25 Oktober 2026
04:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Bahasa Harappa

bahasa yang tidak diketahui atau bahasa dari peradaban Harappa

Bagikan:
Bahasa Harappa
Lembah Indus, Mohenjo-Daro
250px-The_%27Ten_Indus_Scripts%27_discovered_near_the_northern_gateway_of_the_Dholavira_citadel.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
WilayahLembah Indus
Kepunahansekitar 1300 SM
  • tidak diketahui
Tampilkan klasifikasi manual
    • Harappa
Tampilkan klasifikasi otomatis
Aksara Harappa
Kode bahasa
ISO 639-3xiv
LINGUIST List
LINGUIST list sudah tidak beroperasi lagi
xiv
Glottologhara1272
IETFxiv
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Extinct

Harappa diklasifikasikan sebagai bahasa yang telah punah (EX) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

Referensi: [1][2]
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Harappa adalah bahasa tidak dikenal yang pernah dituturkan pada Zaman Perunggu (milenium ke-2 SM) oleh Peradaban Lembah Sungai Indus. Bahasa yang hingga sekarang belum dapat diuraikan. Beberapa hipotesis menunjukkan adanya beberapa kata serapan dan pengaruh bahasa secara substratum, terutama pada bahasa di Weda dan prasasti aksara paku Sumeria (kemungkinan Meluhha), tetapi belum terbukti karena para ahli bahasa belum dapat menguraikan aksara Harappa.

Ada beberapa kemungkinan kata pinjaman dari bahasa Peradaban Lembah Indus. Nama Meluhha dalam bahasa Sumeria mungkin berasal dari nama asli dari bahasa yang digunakan di Peradaban Lembah Indus, yang mungkin berhubungan dengan nama mleccha dalam bahasa Sanskerta, berarti asing. Witzel (2000) berpendapat bahwa GIŠšimmar (nama jenis pohon) dalam bahasa Sumeria mungkin berkaitan dengan nama śimbala dan śalmali (juga jenis pohon) dalam Regweda.[3]

Hipotesis dengan bahasa lain

Ada sejumlah hipotesis terkuat tentang sifat bahasa ini yang belum dapat dipastikan hingga sekarang:

Hipotesis yang kurang diterima oleh para ahli bahasa yaitu:

Sekumpulan bahasa

Aksara Harappa mungkin ditulis hanya untuk satu bahasa. Namun, sangat mungkin bahwa banyak bahasa dituturkan di kawasan Peradaban Lembah Sungai Indus, mirip dengan kasus bahasa Sumeria dan Akkadia hidup berdampingan di Mesopotamia selama beberapa abad bahkan milenium. Jane R. McIntosh berhipotesis aksara itu untuk menulis bahasa "para-Munda" mungkin merupakan bahasa utama peradaban tersebut, terutama di wilayah Punjab. Para imigran penutur bahasa Proto-Dravida memperkenalkan bahasa mereka ke daerah tersebut pada milenium ke-5 SM. Bahasa Dravida dituturkan oleh para pemukim baru di dataran selatan, sementara Para-Munda tetap menjadi bahasa utama di Punjab.[11]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  3. ↑ An Indus loanword of "para-Munda" nature in Mesopotamian has been identified by Michael Witzel, A first link between the Rgvedic Panjab and Mesopotamia: śimbala/śalmali, and GIŠšimmar? In: Klaus Karttunen and Petteri Koskikallio (eds.) Vidyarnavavandanam. Essays in Honour of Asko Parpola. 2000 (Studia Orientalia, published by the Finnish Or. Soc. 94): 497–508. See also Witzel, The language or languages of the Indus civilization Diarsipkan 2011-07-20 di Wayback Machine, July 2007.
  4. ↑ Heras, Henry. Studies in Proto-Indo-Mediterranean Culture, Bombay: Indian Historical Research Institute, 1953.
  5. ↑ Rahman, Tariq. "Peoples and languages in pre-islamic Indus valley". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-05-09. Diakses tanggal 2008-11-20. who was the first to suggest that the language of the Indus Civilization was Dravidian
  6. ↑ Cole, Jennifer. "The Sindhi language" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2007-01-06. Diakses tanggal 2008-11-20. Harappan language, the ancient script is as yet undeciphered, but a prevailing theory suggests a Dravidian origin.
  7. ↑ Witzel, Michael (2000-02-17). "The Languages of Harappa" (PDF). Dalam Kenoyer, J. (ed.). Proceedings of the conference on the Indus civilization. Madison. Diakses tanggal 2007-07-18.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  8. ↑ Michael Witzel, Substrate Languages in Old Indo-Aryan. EJVS 5,1, Aug. 1999, 1-67 cf. reprint in: International Journal of Dravidian Linguistics, IJDL 2001, 1 sqq.
  9. ↑ Indo-Iranian presence is likely only from the Late Harappan period (20th century BCE) at the earliest; see e.g. Parpola, Asko (1999). "The formation of the Aryan branch of Indo-European". Dalam Blench, Roger; Spriggs, Matthew (ed.). Archaeology and Language. Vol. III: Artefacts, languages and texts. London and New York: Routledge.
  10. ↑ Malati Shendge, The Language of the Harappans Abhinav Publications (1997), ISBN978-81-7017-325-0.
  11. ↑ McIntosh 2008, hlm. 355-356.

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan