Minggu, 18 Oktober 2026
09:52 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Bahasa Enim

Bagikan:

Bahasa Enim merupakan salah satu bahasa yang dituturkan oleh masyarakat di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.[1] Bahasa Enim memiliki keragaman karena penuturnya tinggal di daerah-daerah yang berjauhan dan mereka mempunyai latar belakang sosial yang berbeda karena faktor geografis.

Masyarakat setempat menyebut bahasa Enim dengan sebutan basou Inim. Inim berarti 'bening'. Bening itu diperkirakan berasal dari kata hening. Selanjutnya, diuraikan bahwa hening itu diucapkan oleh leluhur mereka ketika mulai menapak daerah sepanjang Sungai Enim.[1]

Contoh Bahasa Enim

Berikut beberapa contoh kalimat dalam bahasa Enim:[2]

  • Abeang-abeang nian bueah jembu tou (Merah-merah betul buah jambu itu).
  • Lelangitku sakit asounou (Langit-langit saya terasa sakit).
  • Kakang-kakang minumlah kudai (Kakak-kakak, silakan minum).

Referensi

  1. 1 2 Naning, Zainal Abidin, dkk (1998). Geografi Lingustik Bahasa Enim (PDF). Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. ISBN 979-459-823-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Arifin, Siti Salamah, dkk (1988). Sistem Reduplikasi Bahasa Enim. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. ISBN 979 459 018 5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan