Senin, 12 Oktober 2026
22:45 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Baharuddin Syarif

Bagikan:

Baharuddin Syarif (lahir di Ladang Laweh, Banuhampu, Kabupaten Agam, 1923 – meninggal dalam kecelakaan pesawat di Pulau Katangkatang, Sumatera Barat, 10 November 1971 pada umur 48 tahun) adalah seorang akademisi Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Rektor IAIN Imam Bonjol, Padang periode Agustus–November 1971. Ia menamatkan pendidikan di Universitas Al-Azhar, Mesir tahun 1963.[1]

Baharuddin merupakan anak seorang pedagang di pasar Bukittinggi dan ibu rumah tangga. Ia diangkat menjadi Rektor IAIN Imam Bonjol menggantikan Mahmud Yunus. Tidak banyak catatan yang dapat dilacak terkait Baharuddin Syarif sebagai rektor sebab sebelum menyusun program-programnya.[2] Ia meninggal dalam usia 48 tahun akibat kecelakaan pesawat pada 10 November 1971, yang jatuh ke laut di lepas pantai Sumatera Barat.[3]

Referensi

  1. ↑ https://sumbar.kemenag.go.id/v2/kakanwil-sumbar-dari-masa-ke-masa
  2. ↑ Amar, Raichul (2016). IAIN Imam Bonjol 1966–2016: Tonggak Bersejarah Kebangkitan Perguruan Tinggi Islam di Sumatera Barat. Padang: Imam Bonjol Press. hlm. 128. ISBN 978-979-1389-95-2.
  3. ↑ Syamsidar 1981, hlm. 70–71. sfn error: tanpa target: CITEREFSyamsidar1981 (bantuan)


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan