


Badai petir multisel atau disebut juga Badai guntur multisel merupakan klaster awan badai petir yang tersusun dari banyak sel konvektif yang tiap-tiap selnya berada pada tahapan pertumbuhan badai yang berbeda dari siklus hidup badai petir. Oleh karena setiap sel badai memiliki tahapan pertumbuhan yang berbeda, jenis badai petir multisel dapat berlangsung dalam durasi yang lama (≥3 jam), hal itu disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel badai petir yang berkelanjutan saat sel badai lainnya meluruh. Dari permukaan, badai petir multisel biasanya tampak seperti gabungan beberapa awan kumulonimbus paron.[1][2]
Gambaran umum
Proses pembentukan badai petir multisel menunjukkan bahwa arus vertikal naik di badai induk memiliki posisi yang tidak sejajar dengan arus vertikal turun. Sel badai baru biasanya terbentuk di hulu badai yang jjuga merupakan tempat arus udara turun dari sel badai yang sudah matang bertemu dengan angin sekitar, yang kemudian menaik massa udara dan memicu energi konvektif baru.[1][2]
Lihat pula
Rujukan
- 1 2 National Severe Storms Laboratory (2006-10-15). "Types". A Severe Weather Primer: Questions and Answers about Thunderstorms. National Oceanic and Atmospheric Administration. Diakses tanggal 2009-09-01.
- 1 2 "Types of Thunderstorms". JetSteam. National Weather Service. 18 April 2011. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Maret 2016. Diakses tanggal April 10, 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Artikel bertopik meteorologi dan klimatologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |