Rabu, 28 Oktober 2026
22:52 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Badai petir multisel

Badai petir multisel

Bagikan:
250px-Multicellular_Thunderstorm.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tampak badai multisel di kejauhan
250px-Orage-multicellulaire.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Reflektivitas radar berupa gumpalan awan dan tanda panah menunjukan pergerakan arus vertikal
250px-Multicell_NOAA_explanation1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambaran struktur badai petir multisel

Badai petir multisel atau disebut juga Badai guntur multisel merupakan klaster awan badai petir yang tersusun dari banyak sel konvektif yang tiap-tiap selnya berada pada tahapan pertumbuhan badai yang berbeda dari siklus hidup badai petir. Oleh karena setiap sel badai memiliki tahapan pertumbuhan yang berbeda, jenis badai petir multisel dapat berlangsung dalam durasi yang lama (≥3 jam), hal itu disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel badai petir yang berkelanjutan saat sel badai lainnya meluruh. Dari permukaan, badai petir multisel biasanya tampak seperti gabungan beberapa awan kumulonimbus paron.[1][2]

Gambaran umum

Proses pembentukan badai petir multisel menunjukkan bahwa arus vertikal naik di badai induk memiliki posisi yang tidak sejajar dengan arus vertikal turun. Sel badai baru biasanya terbentuk di hulu badai yang jjuga merupakan tempat arus udara turun dari sel badai yang sudah matang bertemu dengan angin sekitar, yang kemudian menaik massa udara dan memicu energi konvektif baru.[1][2]

Lihat pula

Rujukan

  1. 1 2 National Severe Storms Laboratory (2006-10-15). "Types". A Severe Weather Primer: Questions and Answers about Thunderstorms. National Oceanic and Atmospheric Administration. Diakses tanggal 2009-09-01.
  2. 1 2 "Types of Thunderstorms". JetSteam. National Weather Service. 18 April 2011. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Maret 2016. Diakses tanggal April 10, 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik meteorologi dan klimatologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan