Kamis, 24 September 2026
22:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum

Abdul Aziz bin Sattar

Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Abdul Aziz bin Sattar"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Aziz Sattar
Lahir(1925-08-08)8 Agustus 1925
Meninggal6 Mei 2014(2014-05-06) (umur 88)
Tempat peristirahatan terakhir
Tanah Pekuburan Islam Bandar Tun Hussein Onn, Cheras, Selangor, Malaysia
PekerjaanAktor, Pelawak
Pasangan menikahSiti Rumina Ahmad (cerai)
Dayang Sofiah (cerai)
Hashimah Delan
AnakRuzaiman, Ruzaidah, Ruzainah, Zainuddin, Dahlia, Dalina & Sandakiah
Orang tuaSattar Sawal
Satimah Jalal

Datuk Abdul Aziz bin Sattar atau lebih dikenal sebagai Aziz Sattar (8 Agustus 1925  6 Mei 2014) merupakan aktor dan sutradara film Malaysia keturunan Bawean pada masa kejayaan perfilman Melayu di Singapura.[1][2][3] Ia berkecimpung di bidang seni sebagai aktor, sutradara, pelawak, dan penulis skenario sepanjang kariernya.[4][5]

Biografi

Ia mendapat pendidikan di Sekolah Melayu Kota Raja, Temasik ( Singapura ).

Kisah hidup Aziz di Tanah Melayu bermula ketika berusia tiga tahun, ketika ia mengikuti ayahnya Sattar Sawal dan ibunya Satimah Jalal hijrah ke Singapura. Dibesarkan di kampung Pasir Panjang, di situlah ia mempunyai dua kawan akrab yang turut menjadi aktor terkenal - Salleh Kamil dan Shariff Dol.

Aziz mendapat pendidikan Sekolah Melayu sampai kelas lima. Ia tidak dapat meneruskan pendidikannya akibat Pendudukan Jepang di Malaysia. Pada umur 10 tahun, ia yang merupakan pelawak alamiah mulai menyanyi dan menari dalam perhelatan nikah dan kenduri-kenduri di kampung. Dalam usia awal 20-an, ia menjadi pengemudi truk dengan gaji sebanyak RM150.

Pada tahun 1950, ia menjadi anggota Pancaragam Suara Hiburan Keroncong, dan pada bulan September 1951 bekerja di Studio Jalan Ampas, Singapura. Kehidupan Aziz mulai berubah pada tahun 1952 saat diajak dua teman sekampungnya bekerja di studio Malay Film Productions. Pada awalnya, ia sekadar bekerja sebagai penyulih suara. Namun, ia terkejut karena gajinya ketika itu jauh lebih rendah dibandingkan pekerjaannya sebagai sopir truk, hanya RM70 sebulan. Pada tahun 1953, dia dipercaya bermain sebagai tokoh tambahan dalam film Putus Harapan.

Ia juga salah satu anggota Kelompok Panca Sitara.

Kehidupan pribadi

Sattar menikah pertama kali dengan Siti Rumina Ahmad dan bercerai, lalu dengan Dayang Sofiah, namun juga berujung pada perceraian.

Sattar memiliki 7 orang anak:

  1. Ruzaiman
  2. Ruzaidah
  3. Ruzainah
  4. Zainuddin
  5. Dahlia
  6. Dalina
  7. Sandakiah

Pada tanggal 16 Desember 2006, Aziz Sattar menikah dengan Hashimah Delan. Pasangan itu dinikahkan Pendaftar Nikah, Khairuddin Haiyon di Masjid Sultan Abdul Aziz, Shah Alam dengan maskawin RM100.

Wafat

Aziz Sattar meninggal dunia pada hari Selasa, 6 Mei 2014 sekitar jam 02.00 Waktu Malaysia, karena serangan Jantung.

Sebelumnya bintang film legendaris Malaysia itu sempat dirawat di Pusat Perobatan KPJ, Kajang. Datuk Aziz yang masih merupakan keturunan Bawean, Jawa Timur itu dimakamkan di Tanah Pekuburan Islam Bandar Tun Hussein Onn pada Selasa siang dengan dihadiri keluarga dan rekan-rekan artis.

Filmografi

Film yang dibintangi

Film yang disutradarai

Sinetron

Drama

Penghargaan

  • 1981: Film Komedi Terbaik, Film Festival Malaysia ke-2. (untuk Penyamun Tarbus)
  • 1990: Ahli Mangku Negara, Agong.
  • 1994: Anugerah Seniman Veteran, Film Festival Malaysia ke-11.
  • 2000: Menerima "Tokoh Budaya Kolej Burhanuddin Helmi" dari Universiti Kebangsaan Malaysia
  • 2000: Anugerah Seniman Veteran (Lelaki), Anugerah Bintang Popular 2000.
  • 2007: Darjah Panglima Jasa Negara (PJN) untuk memperingati Hari Keputeraan Yang di-Pertuan Agong Tuanku Mizan Zainal Abidin

Keanggotaan

  • Bendahara Persatuan SENIMAN.
  • 1994-1996: Ketua Komite GAFIM
  • 1997: Ketua Komite Penerangan, Festival Film Malaysia ke-13.

Rujukan

  1. Danial Aziz Ahmad (26 Julai 2021). "Aziz Sattar: Pelakon Komedi Yang Dirindui Rakyat Malaysia". The Patriots. Diakses tanggal 9 Disember 2021.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate= and |date=
  2. "Aktor berjiwa pejuang". Berita Harian (Singapura). 4 Oktober 2009. hlm. 13.
  3. Riadz Radzi (7 Mei 2014). "Perginya Bujang Lapok terakhir". Harian Metro. Diakses tanggal 17 November 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. "Datuk Abdul Aziz Sattar". Arkib Negara Malaysia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-04-07. Diakses tanggal 2 Oktober 2018.
  5. Aqil Syakir (19 Ogos 2021). "Aziz Sattar, seniman ke-2 era filem Melayu klasik yang menerima tawaran Hollywood". Soscili. Diakses tanggal 8 November 2021.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan