Sabtu, 10 Oktober 2026
03:13 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Aye-aye

Aye-aye

Bagikan:
Aye-aye
250px-Wild_aye_aye.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
CITES Apendiks I (CITES)[2]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Primata
Subordo: Strepsirrhini
Genus: Daubentonia
Spesies:
D. madagascariensis
Nama binomial
Daubentonia madagascariensis
(Gmelin, 1788)
250px-Daubentonia_madagascariensis_range_map.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta sebaran D. madagascariensis[1]
Sinonim

Species:

  • Daubentonia daubentonii Shaw, 1800
  • Daubentonia laniger G. Grandidier, 1930
  • Daubentonia psilodactylus Schreber, 1800

Aye-aye (Daubentonia madagascariensis) adalah hewan endemik Pulau Madagaskar yang menjadi primata noktural terbesar di dunia.[3] Pada awalnya, penampilan aye-aye yang tidak biasa (unik) membuatnya diklasifikasikan sebagai hewan pengerat dibandingkan hewan primata.[3] Hewan ini memiliki jari yang tipis dan panjang serta memiliki jari tengah yang lebih panjang untuk mencari dan mengambil larva dari rongga kayu.[3] Tubuh aye-aye berwarna coklat gelap atau hitam dan memiliki ekor lebat yang ukurannya lebih besar dari tubuh mereka.[4] Mereka juga memiliki mata yang besar dan telinga yang sensitif.[4]

Aye-aye menghabiskan hidup mereka di pepohonan hutan hujan dan menghindari turun ke tanah.[4] Mereka aktif di malam hari (noktural), dan menghabiskan hari mereka dengan meringkuk di sarang berbentuk bola yang terbuat dari daun dan ranting pohon.[4] Ketika bertengger di ketinggian, aye-aye mengendap-endap di pepohonan untuk mendengarkan larva yang bergerak di bawah kulit pohon.[4] Selain mengambil larva untuk dimakan, jari tengah aye-aye yang panjang juga berguna untuk menyendoki daging (isi) kelapa dan buah-buahan lain yang juga menjadi makanannya.[4]

Sebagian besar masyarakat Madagaskar menganggap aye-aye sebagai hewan yang membawa pertanda nasib buruk.[4] Dengan alasan ini, masyarakat kemudian sering membunuh aye-aye yang mereka lihat.[4] Perburuan tersebut menjadikan kerusakan habitat aye-aye dan membuatnya terancam punah.[4] Hingga saat ini spesies aye-aye menjadi salah satu hewan yang dilindungi oleh hukum.[4]

Referensi

  1. 1 2 Louis, E.E.; Sefczek, T.M.; Randimbiharinirina, D.R.; Raharivololona, B.; Rakotondrazandry, J.N.; Manjary, D.; Aylward, M.; Ravelomandrato, F. (2020). "Daubentonia madagascariensis". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2020 e.T6302A115560793. doi:10.2305/IUCN.UK.2020-2.RLTS.T6302A115560793.en.
  2. ↑ "Checklist of CITES Species". CITES. UNEP-WCMC. Diakses tanggal 2015-03-18.
  3. 1 2 3 www.arkive.org: Aye-aye (Daubentonia madagascariensis) Diarsipkan 2014-05-22 di Wayback Machine. Diakses 22 Mei 2014
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 www.animals.nationalgeographic.com: Aye-Aye Daubentonia madagascariensis. Diakses 23 Mei 2014
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan