Kamis, 29 Oktober 2026
19:49 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Awan pelangi

Awan pelangi

Bagikan:
250px-Highly_iridising_altocumulus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Awan altokumulus ketinggian menengah.

Awan pelangi atau awan irisasi adalah awan berwarna yang dihasilkan oleh fenomena optik. Awan pelangi memiliki tampilan visual berwarna-warni dengan intensitas warna yang menyerupai pelangi.[1][2] Fenomena optik ini biasanya diamati di awan lentikular, altostratus, altokumulus, atau sirus di dekat Matahari ketika sinar matahari terdifraksi melalui tetesan air kecil atau kristal es dengan ukuran yang cukup seragam di awan.[3]

Awan warna-warni paling sering terlihat dekat dengan Matahari, yang berarti ada potensi kerusakan mata bagi pengamat.[4]

Mekanisme

Difraksi adalah penyebab utama kemunculan awan pelangi, jaraknya sekitar 10° dari Matahari.[5] Selain itu, hanya awan dengan dengan tetesan air atau kristal es yang semuanya kecil dan seragam (sekitar 1 mikron). Tetesan air tunggal menghasilkan efek warna-warni maksimum ketika kelilingnya identik dengan panjang gelombang, atau warna, cahaya yang mengelilinginya. Proses terjadinya awan pelangi juga mengharuskan awan menjadi sangat tipis, sehingga sinar cahaya hanya bertemu dengan satu tetesan dan tidak saling membiaskan, sehingga sebagian besar warna terlihat baik di awan atau di tepi awan. Warna yang tampak pada awan bergantung pada cara mata dalam menafsirkan panjang gelombang cahaya yang dekat dengan tetesan, serta kisaran diameter tetesan di awan.[4]

Di luar jarak 10° Matahari, biasanya kemunculan fenomena awan pelangi ini akan sedikit terganggu. Irisasi dapat meluas hingga 40° dari matahari.[5] Ketika difraksi terjadi di lapisan awan yang lebih besar, korona mungkin muncul.[3]

Galeri

  • 330px-CircumHorizontalArc_GQ_07312012_1938.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Iridclouds2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-IridescentCloudArran.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Stratocumulus_fibrous_fishscali-1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-Iridescent_Cloud.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-Cloud_iridescence_3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-CloudOberGatlinburg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 120px-Cloud_iridescence_at_Kokkola%2C_Finland.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 500px-IrisationCloudsPICT4884crop640x480.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-Irisation_or_iridescence_in_super-cooled_cloud_-_NOAA.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Iridescent_Cirrus_behind_Stratocumulus_over_Warsaw%2C_June_26%2C_2005.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-Cloud_Iridescence_and_Crepuscular_Rays.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Iridescent_cloud_edge.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Referensi

  1. ↑ Thomas. "Higgins Storm Chasing | What is Cloud Iridescence?". higginstormchassing.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2021-10-08.
  2. ↑ Stevenson, John (1886-01). "Iridescent Clouds". Nature (dalam bahasa Inggris). 33 (845): 220–220. doi:10.1038/033220b0. ISSN 1476-4687.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. 1 2 "Iridescent Cloud". www.hko.gov.hk (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-10-08.
  4. 1 2 root (2010-09-07). "PSI's Dave Lien talks about iridescent clouds:". Planetary Science Institute (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-10-08.
  5. 1 2 WMO. "Irisation or Iridescence". International Cloud Atlas (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-10-08.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan